My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 14



Hujan masih menetes meski tidak sederas tadi, Leon baru akan berangkat melakukan aktivitasnya yang diperintahkan oleh ayahnya setiap hari yaitu mengontrol dan menagih uang sewa kepada orang-orang yang menyewa tanah ayahnya.


Dari jauh Leon menangkap bayangan dua orang gadis yang tak sudah tak asing lagi adalah Lily dan Mona. Mata Leon terus menatap kearah gadis yang berjalan di samping Lily, ada rasa tertarik di hatinya bukan untuk kali ini akan tetapi sudah sejak dari beberapa waktu yang lalu, yaitu sejak pertama kali bertemu Mona tidak sengaja menabrak Leon karena Lari dengan sangat terburu-buru namun Mona tidak menyadari bahwa yang ditabraknya adalah Leon. Sejak saat itu Leon terus memikirkannya karena Mona sangat unik baginya.


"Bang sipul berangkat dulu saja ya Soalnya ada yang harus aku lakukan" ucap Leon kepada Bang sipul yang merupakan pelayanan ayahnya yang selalu mendampinginya kemana pun.


"baik Tuan kalau begitu saya berangkat duluan nanti saya tunggu di tempat biasa nya ya tuan" Bang sipul menuruti perintah anak majikannya itu.


Kemudian Leon bergegas menghampiri Lily dan Mona yang sedang berjalan tanpa payung sambil menikmati hujan. Saking asyiknya mereka sampai tidak menyadari bahwa Leon sudah ada di depan mereka.


" Leon Sejak kapan ada di depan kami ?" Ucap Lily setengah kaget.


Leon tersenyum sambil menatap Mona, tak sengaja Mona juga ikut menatapnya.


deg deg deg mungkin itu yang dirasakan keduanya.


Mereka bertatap-tapan agak lumayan lama.


" Eh temen-temen aku pergi duluan yaa..! itu aku lihat ibu ku sedang berteduh sendirian." Lily pamit ketika melihat wajah orang yang di sayanginya selama hidupnya itu.


Leon dan Mona menoleh ke arah yang di tunjuk Lily.. memang terlihat ibu Lily berteduh di dalam rumah gardu tua kemudian Lily berlari menghampirinya...


" Tunggu Lily" Teriak Leon.


" Ini bawa payungku untuk memayungi ibumu." Lanjutnya.


" Nanti kamu kehujanan Leon. "


" Iya gak apa apa. Yang penting ibumu dulu kan dia baru sembuh dari sakitnya jadi kamu harus benar benar menjaganya."


" Terimakasih Leon"


Deg...


Kini tinggal mereka berdua, dua orang yang tidak saling mengenal namun saling memiliki rasa. Atmosfir di tempat mereka terasa berbeda setelah kepergian Lily seolah alam menyadari kecanggungan mereka.


Leon menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Mona terlalu sibuk dengan jantungnya yang semakin keras berdetak.


" Rumahmu di mna ?" Leon memulai membuka pertanyaan sambil menggigit bibir bawahnya.


"\=Rumah ku 1 gang di samping gang rumah Lily." Jawab Mona tanpa berani menoleh ke arah lawan bicaranya itu.


" Berarti kita searah dong,,yuk kita pulang bareng.!" Ajak Leon pulang bersama padahal Leon baru saja mau berangkat namun terpaksa berbohong agar bisa bersama gadis yang berhasil menarik perhatiannya selama ini.


Di perjalanan..


"\=Apakah kamu tidak kedinginan sedari tadi hujan-hujan sama Lily ?." Tanya Leon.


" Dingin itu pasti tapi aku bahagia bisa menikmati hujan di sore ini. Terakhir aku hujan-hujan itu ketika masih berusia 10 tahun.. emmm .... berarty sudah 7 tahun aku gak hujan-hujanan lagi."


" Berarty Usiamu sekarang 17 tahun yaa? sama seperti Lily."


" Iya tapi Lily beberapa bulan di atasku.. kalau Leon usianya berapa ?."


" Oh aku 19 tahun heheheheh. Pantesan kayaknya Lily sayang banget sama kamu seperti adik kandungnya sendiri."


" Aku pikir Leon kekasihnya Lily karena pulang sering jemput Lily."


" Ah ndak lah .. Lily juga ku anggep seperti adekku sendir .. sempet sih terpukau sama kecantikannya pas pertamakali ketemu. tapi aku sadar betul kalau itu bukan cinta." Ucap Leon.


'Karena kamu jauh lebih menarik perhatianku Mona' Ucap Leon dalam hati.