My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 16



Telah nampak sinar cerah yang berasal dari matahari di pagi ini. Namun bukan hanya matahari yang bersinar. Raut wajah Lily pun ikut bersinar karena hari ini adalah hari yang sedari beberapa waktu yang lalu ia nantikan.


Setelah bersiap-siap Lily menuju ruang makan yang sudah ada beberapa makanan tersusun rapi di atas meja, Ayah dan ibunya telah duduk terlebih dahulu disana.


" Mau kemana Nak ? " Tanya pak chandra yang merupakan ayah Lily ketika melihat wajah anak gadisnya cerah merona dan sudah terlihat rapi.


"Aku ada janji Yah. hehehe." Jawab Lily cengengesan.


Ibu Lily menyadari bahwa anaknya sedang jatuh cinta, dan nampak sekali dari raut wajahnya menandakan dia akan menemui kekasihnya. Ibu Lily langsung mengedipkan mata pada ayahnya, mengisyaratkan sesuatu.


Setelah sarapan, dengan memakai blous berwarna putih muda dan rok pink, Lily pamit berangkat pada kedua orang tuanya. Biasanya Lily membiarkan rambutnya tergerai tapi tidak kali ini, dia mengikat cepol rambutnya ke atas dan di berikan sedikit hiasan jepit bunga berwarna ungu. Tak lupa juga dia memakai syal merah muda karena mengingat ketika menyeberangi laut angin terasa sangat dingin. Penampilan itu membuatnya semakin cantik dan siapapun yang memandangnya akan meleleh.


"Emang Lily mau kemana buk. Dandan secantik itu ?" Tanya sang ayah yang masih penasaran.


"Sudah pak biarkan saja. Anak kita sedang jatuh cinta sama Leon sepertinya hari ini mereka berkencan." Jawab ibunya sambil membereskan meja makan. Ibu Lily masih tidak menyadari bahwa yang di cintai anaknya itu bukanlah Leon.


"Apa ?????!!!!!!. Leon ?????!!!" Teriak ayah Lily kaget.


Ibu Lily mengangguk dan tersenyum.


"Walah buk. Harta,ras dan kastanya kita berbeda jauh dengan Leon. Kenapa lah ibu membiarkan putri kita jatuh cinta padanya ?."


"Tidak apa-apalah pak. Orang kelihatannya Leon yang suka duluan sama putri kita. Dia yang mendekati anak kita dulu. Biarkanlah pak siapa tahu mereka jodoh. Leon anak yang baik pak, semoga suatu saat nanti bisa membahagiakan Lily."


"Tapi buk. Keluarganya tak mungkin merestui mereka."


Begitulah harapan ibu Lily melambung begitu tinggi. Sama seperti orang tua lainnya yang ingin melihat anaknya berjodoh dengan lelaki yang baik, tampan, dan mapan. Meskipun dia tak menyadari bahwa Lily dan Leon saling mencintai orang lain. Semua perhatian Leon juga hanya sebatas kasian kepada Lily dan keluarganya.


**********


Sementara itu, dari atas kapal Lily sudah melihat bayangan Ipen yang berdiri di ujung dermaga untuk menantinya datang.


Perlahan tapi pasti akhirnya kapal yang di naiki Lily bersandar.


Bagai sang Raja yang menjemput Ratunya, Ipen dengan sangat hati-hati membantu Lily turun dari kapalnya.


Lily tersenyum...



Ipen masih tercengang dengan apa yang ada di hadapannya. Lily memang sudah sangat cantik, berpenampilan apapun tidak akan menutupi kecantikannya. Namun untuk kali ini Ipen benar-benar takjub dengan ciptaan Tuhan yang satu ini.


Lily masih tetap tersenyum..


Menatap Ipen yang sedari tadi tercengang menatapnya. Di mata Lily pun Ipen lah yang paling tampan di dunia ini, meski penampilannya sangat kampungan, Lily tetap mencintai anak nelayan itu.


BERSAMBUNG...