
Sudah 1 bulan berlalu sejak kepergian Ipen. Setiap hari Lily menunggu kedatangan kekasihnya yang tak kunjung terlihat jua.
Hari ini adalah hari libur Lily. Secperti biasa ia akan maencoba mengunjungi rumah Ipen. Siapa tahu Ipen sudah kembali. Namun tak sempat mengunjungi Lily.
Setelah sampai di sana hanya kehampaan yang ia dapatkan. Rumah yang biasanya selalu terisi dengan kehangatan, kini hanya terasa dingin menusuk. Tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali sejak saat terakhir ia bertemu dengan Ipen.
“ Kata kamu sebentar... tapi setelah 1 bulan berlalu kau tak kunjung datang jua.” Ucap Lily sendiri.
Lily kembali pulang dengan membawa kepiluan.
“ Baiklah. Liburan bulan depan aku akan menghampirimu lagi. Namun sebelum saat itu tiba, aku harap kau datang menghampiriku dulu. Sama seprti janji yang kau ucapkan terakhir kali.”
Begitulah Lily yang berusaha tetap berfikiran positif.
*****
Di sisi lain kabar gembira hadir dari hubungan Leon dan Mona yang semakin hari semakin dekat.
Hingga suatu hari Leon memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Mona.
“ Mona ,, “
“ Heemmm”
“Kamu tau tidak, apa yang lebih indah dari pada pelangi.”
“ Bunga.”
“ Kenapa harus bunga?”
“ Aku suka bunga karena selain dia indah, setiap bunga memiliki arti masing-masing dalam kehidupan, terutama soal cinta.”
“ Oh begitu??”
“ Kalau menurutmu apa Leon ?”
“ Bagiku yang lebih indah dari pada pelangi ialah kamu.!”
DEG..
Jantung Mona berdetak dengan sangat kencang.
“ Jangan gombal deh Leon. Meskipun Aku suka bunga namun aku tidak mau bernasib sama dengannya."
“ Apalah dayaku Leon. Yang aku rasakan hanyalah tak pantas untuk mencintaimu. Karena diriku bukan terlahir dari keluarga berada.”
“ Cukup Mona! Hentikan semua omong kosong itu. Yang aku butuhkan hanyalah jawabanmu.” Leon mendekatkan wajah pada Mona. “ Aku sangat mencintaimu. Apakah kau juga mencintaiku?”
“ Hemm..emmm” Mona mengangguk. " Aku sangat mencintaimu"
Gyut..
Leon memeluk gadis yang ia cintai itu.
“ Aku akan meminta ijin pada ayahku. Agar kau tak takut lagi untuk mencintaku. Sabarlah! Hingga waktunya tiba. Aku akan menemui lagi membawa berita baik Mona.”
Mona mengangguk.
"Aku takut ayahmu tak merestui hubungan kita Leon."
" Sudah jangan berkata seperti itu Mona. Meskipun ia terlihat sangar namun hatinya sangat baik. Apalagi terhadap aku, anak semata wayangnya. Selama ini tak ada permintaan ku yang tak pernah ia turuti."
" Jika kelak aku telah mendapatkan restu dari ayah. Aku akan melanjutkan sekolah ku dahulu. Setelah aku lulus, aku akan melamarmu."
" Terimakasih karena telag mencintaiku Leon."
Mona menangis terharu mendengar apa yang di katakan Leon.
Mereka tanggelam dalam pelukan hangat yang di berikan. Mereka sangat bahagia karena telah berhasil meluapkan apa yang ada di hati mereka. Meskipun ada yang kurang lengkap karena masih menunggu persetujuan dari Ayah Leon yang merupakan orang terkaya di desa ini.
BERSAMBUNG...
******
Terimakasih para readers telah membaca novel perdanaku ini.
Jangan lupa terus dukung aku !!
Dengan cara Like, Coment, dan rate bintang 5.
Untuk para Author hebat, bebas tinggalkan jejak disini agar aku bisa ngedukung kalian juga.
Sayangheee dari Author. ❤