My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 17



Ipen sudah menunggu Lily sedari subuh tadi di ujung dermaga. Rasa was-was seringkali datang menghampiri tatkala kapal-kapal kayu itu bertepi bergantian namun tak ada Lily di dalamnya. Detik demi detik pun berlalu, tiba-tiba senyumnya mengembang ketika akhirnya dia melihat sosok yang ia tunggu datang bersama sinar matahari yang mulai meninggi.


********


Di pinggir laut, dimana semua kapal bersandar. Nampak 2 sejoli yang masih saling bertatap penuh arti.


"Ipen! Hari ini kita mau kemana ?"Suara Lily memecahkan suasana hening barusan.


"Banyak yang ingin aku lakukan bersamamu li.." Jawab Ipen.


"Apakah kamu sudah lama menungguku di sini ?"


"Tidak kok. Aku baru saja berada di sini dari tadi aku sibuk bantuin ayah di perahunya." Ujar Ipen penuh sandiwara karena kegengsiannya.


"Syukurlah kalau gitu. Maaf ya kalau aku datang terlambat.. seharusnya aku datang subuh tadi."


'Sebenernya dari subuh tadi aku sibuk memilih baju dan berdandan hingga aku lupa waktu' ucap Lily dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.


"Kamu tepat waktu kok. tidak terlambat sama sekali. Tidak usah merasa bersalah gitu." Kata Ipen agar Lily tidak perlu meminta maaf.


"Baiklah.." Lily tersenyum.


" Aku lapar nih, Gimana kalau pertama kita nyari makanan dulu ke pasar di ujung desa ini."


" Aku juga sama. Aku nurut aja deh semua terserah apa kata nahkoda mau bawa aku kemana. Ke tempat yang enak dan bagus ya pen ?"


" Iya dong pastinya. Ayuk berangkat!!." Ajak Ipen. Lalu tangan kekar itu menggenggam tangan mungil Lily dan mengajaknya berlari ..


Tempat pertama yang mereka singgahi adalah sebuah rumah makan di dalam pasar.


Kemudian datang sang pemilik rumah makan yang biasa Ipen panggil mbok Rukmi. Rumah makan mbok Rukmi adalah tempat langganan Ipen.


Hal yang wajar jika mbok Rukmi sedikit penasaran dengan gadis yang di bawa Ipen ke kedainya karena semua orang pun tau bahwa Ipen tak pernah tertarik sedikitpun soal wanita. Namun mbok Rukmi berfikir lagi pantas saja Ipen jatuh cinta pada gadis manis ini karena memang dia berbeda dengan gadis lainnya.


Mbok Rukmi terus memperhatikan Ipen dan Lily yang saling berbicara dan tersenyum saat memilih menu.


Setelah Ipen menyebutkan beberapa menu yang ia pilih, kemudian mbok Rukmi memanggil pelayannya agar menyiapkan semua menu yang Ipen pilih.


"Pen. Kemana aja kok gak pernah mampir di sini lagi ?" Tanya mbok Rukmi


"Aku gak kemana kemana kok mbok. Tapi akhir-akhir ini sering sibuk karena bapak ada keperluan di kota jadi aku nyari ikan dan ngatur semuanya sendiri."


" Ada apa ya pen ? kok bapakmu sering ke kota."


"Aku juga kurang tau sih mbok. Kemungkinan ya di ajak kepala desa atau apalah yaa".


"Gadis manis ini siapa namanya ?"


"Namaku Lily mbok. Salam kenal." Jawab Lily dengan senyuman dan sedikit menunduk.


"Kamu siapanya Ipen nak ?" Tanya mbok Rukmi mulai kepo.


"Aku temannya..." Ucap Lily terputus.


"Dia calon istriku mbok.. Doain yaaa !! " Ujar Ipen sambil tersenyum setelah memotong pembicaraan Lily.


Lily langsung melotot dan mencubit lengan Ipen. Mbok Rukmi ikut senyam-senyum melihat tingkah pola mereka berdua.


Tak lama pelayan datang dengan membawa berbagai macam hidangan. Meskipun Lily sudah sarapan sebelum berangkat namun Lily menyantap semua menu dengan lahap.


BERSAMBUNG....