My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 20



Akhirnya mereka berhasil melewati jembatan yang menegangkan itu dan tiba di ujung jembatan. Tak lama mereka berjalan mengikuti jalan setapak, tibalah mereka pada sebuah rumah tua berdinding kayu dan memiliki halaman cukup besar.


"Mari masuk Li ! .. Ini rumah nenekku, Kita sementara istirahat di sini dulu yaa.?"


Mata Lily melihat-lihat di sekitar rumah nenek Ipen.


"Ngomong-ngomong nenekmu dimana pen ?" Tanya Lily yang menyadari bahwa rumah tua itu nampak kosong.


"Oh.. Nenek biasanya kalau siang gini masih di sawah menanam padi." Jelas Ipen.


"Syukurlah kalau begitu.. Aku pikir kamu membawaku jauh-jauh ke pelosok rumah tak berpenghuni ............"


"Sssttttt..!!!!! ngawur !! Maaf banget ya.. Iman ku masih cukup tebal. Untuk melakukan hal macem-macem itu di luar nalarku "


"Baik baik tuan... (menundukkan kepala).. Saya sangat percaya dengan kata-kata anda"


"Yeee... udahlah .. gak usah ngeledek !" Ipen memanyunkan mulutnya.


"Sudahlah tuan tidak usah ngambek" Ucap Lily sambil mencubit hidung Ipen dan kabur dari hadapan Ipen.Tak segan-segan Ipen pun mengejarnya.


Cukup lama Ipen dan Lily bercand dan berlari-larian penuh tawa. Tiba-tiba terdengar bunyi seseorang datang di depan halaman itu.


"Nenek....." Teriak Ipen sambil berlari seperti anak kecil berhambur ke arah nenek dan memeluknya.


"Ipen kah ini ? besar sekali dirimu nak" Ucap nenek sambil mengernyitkan matanya yang sudah di makan usia..


"Iya nek. Aku cucumu yang paling tampan."


"Anak nakal!. Baru datang menjenguk neneknya." Nenek memukul bokong Ipen.


Wajah Ipen memerah karena malu saat nenek memukul bokongnya di depan Lily.


"Hisshh.. nek.. jangan begitulah nek. Malu tau!. di liatin gadis cantik".


Lily menutup mulutnya menahan tawa.


"Mana ada gadis cantik ?? Mana ?? Mana ??" Tanya nenek yang tak menyadari bahwa cucunya itu datang bersama dengan Lily.


Kemudian Ipen membawa Lily mendekat kepada neneknya. Lily tersenyum dan menganggukan kepala.


"Owalah.. Sungguh gadis yang sangat cantik. Namanya siapa nak ?? "


"Nenek itu sudah tua. Sudah gak boleh kerja lagi. Biar Ipen saja yang kerja. Nanti kalau encok nenek kumat Gimana ?"


"Dasar anak nakal !! Selalu meledek neneknya. Jangan lupa yaa di usia setua ini nenek masih sangat sehat dan mandiri." Ucap nenek renta itu membanggakan dirinya..


*********


Di dapur, beralaskan tanah. Lily melihat wanita tua yang Ipen panggil nenek itu sedang sibuk menyalakan api dari kayu bakar. Kemudian Lily menghampirinya.


"Nenek sedang apa ??" Tanya Lily yang sedari tadi memperhatikannya.


"Ini cu.. Nenek lagi mau masak ubi tapi susah sekali menghidupkan api dari kayu yang setengah basah ini." Jawab nenek Ipen sembari terus meniup-niup mencoba menghidupkan kayu itu.


"Sini nek! Biar Lily bantu "


Lily mengambil alih tempat duduk nenek dan berusaha semampunya untuk menghidupkannya.


Wuuuussssshhh...


Api berhasil menyala dari kayu-kayu itu.


Nenek Ipen takjub melihat gadis yang di bawa Ipen ini selain cantik dia juga mampu melakukan segala hal. (multitalent)


Sepanjang memasak ubi, Lily dan nenek banyak bercerita tentang masa kecil Ipen dan kehidupan Lily..


"Cu.. kamu gadis yang baik polos dan cantik. Tapi kenapa kamu harus jatuh cinta sama cucuku ?" Suara nenek Ipen memecah keheningan.


Ucapannya mampu membuat Lily tercengang..


"Ke..ke..kenapa nek ? Apa aku tak pantas untuknya ?"


"Tidak cu.. tidak.. Hanya saja Ipen tak pantas untuk di cintai."


Nenek macam apa yang bilang kalau cucunya tak pantas di cintai ?????


"Apa yang membuat kami tak pantas nek ? kita sama-sama belum pernah pecaran, kita sama-sama saling mencintai, dan kita sama-sama orang tak punya. Tapi kenapa nek ?" Lily seolah tak terima dengan pernyataan singkat nenek Ipen yang tak mngijinkannya mencintai cucunya.


"Meskipun begitu aku berharap kamu menemukan jodoh yang lebih baik dari pada Ipen cu."


BERSAMBUNG...