My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 35



" Hari ini adalah hari penobatan Raja yang baru." Ujar Ratu Felisha.


" Iya benar Ratu. Penobatan akan di laksanakan nanti sore " Ucap pengawal setianya.


" Apakah keluarga dari pantai itu mengikuti intruksi ??"


" Iya Ratu. Saat ini mereka aman di tempat yang kau intruksikan."


" Baiklah. Sekarang jemputlah mereka untuk memasuki ruang tamu di istana. Jangan sampai ada yang mengetahui hal ini!"


Pengawal itu pun mengangguk lalu pergi ke tempat Robert dan keluarganya tinggal sementara.


Robert tercengang ketika melihat pengawal Ratu Felisha datang menjemputnya dan Robert sekeluarga segera mengikutinya meskipun ada beban berat di hatinya.


" Kita mau kemana bu ?" Tanya Ipen pada Diana.


" Kita akan ketempat tujuan utama kita kemari nak. Diam dan ikuti saja. "


" Akhirnya... Setelah urusan beres kita akan segera pulang kan.. dan aku akan menemui Lily. Aku gak sabar untuk itu bu!"


" Lily lagi.. Lily lagi.. Hidupmu saat ini bukan cuma untuk Lily Pen !!!! " Ucap diana agak sedikit keras.


" Kamu harus bijak dalam hal apapun."


Perasaan Diana sangat campur aduk. Diana masih belum siap untuk hal ini. Diana masih kebingungan harus menjelaskan apa pada Ipen. Dia takut anak yang selama ini ia rawat dalam bahaya di tambah ucapan dan keinginan sederhana Ipen yang siang malam di katakan, membuat hatinya semakin teriris sembilu.


' Hanya keinginan sesederhana itu yang di inginkan anakku. Tapi kini, itu adalah hal yang paling mustahil untuk di lakukan. Siapkah Ipen menerima semua ini?' Ucap Diana dalam hati.


Ipen sontak kaget mendengar ibunya mebentaknya. Ini baru pertama kali baginya.


' Ada apa ini? Ibu tak seperti yang ku kenal selama ini.' Ucap Ipen dalam hati.


Di tambah lagi sejak semalam dan hari ini, Ipen sama sekali kesulitan memahami apa yang di maksud kata-kata ibunya.


Beberapa pelayan wanita, mengajak Ipen memasuki ruangan berisi bak mandi yang mewah dan sudah ada bermacam-macam kelopak bunga yang mengapung di dalam bak mandi itu.


Perlahan beberapa pelayan wanita itu, ingin membuka baju yang Ipen kenakan.


Sudah jadi kebiasaan di dalam istana bahwa pelayan harus mengabdi maksimal kepada orang-orang yang bertakhta di dalam istana. Termasuk urusan mandi atau membuka dan memakai baju adalah kewajiban pelayan wanita. Pelayan dengan sangat profesional melakukan tugasnya meskipun harus membantu Raja atau Ratu mandi.


Ipen kaget setengah mati dengan apa yang pelayan itu coba lakukan.


" Aa..a.. ada apa ini ?" Tanya Ipen kelabakan sambil menutup dadanya dengan ke dua tangannya.


" Anda harus segera mandi tuan. Ratu Felisha sudah menunggu kedatangan anda."


Aduh apalagi ini. Ipen yang masih dalam keadaan kalang kabut di paksa memasuki istana, dan kali ini di paksa mandi di bantu gadis-gadis yang tak ia kenal karena harus menemui Ratu.


' Untuk apa Ratu mencariku? Bagaimana bisa ia mengenalku. Apakah pelayanan di sini tidak terlalu mewah untukku ?' Pikir Ipen.


" Baiklah. Aku akan mandi. Tapi kenapa kalian masih berada di sini ? "


" Sudah tugas kami akan membantu anda mandi Tuan.."


" Tidak perlu. Kalian bisa pergi."


Setelah mandi, para pelayan sudah menyiapkan satu setel baju yang terbuat dari kain sutra untuk Ipen. Dan memangkas Rambut gondrong Ipen agar terlihat lebih rapi.


Ipen terlihat semakin tampan dan gagah. Tak sedikit pelayan wanita yang jatuh hati padanya.



BERSAMBUNG...