
Hujan turun dengan sangat syahdu membuat orang-orang berlari mencari tempat untuk berteduh diiringi dengan suara petir yang terdengar bergemuruh mendayu-dayu, di tengah pekerjaannya di ladang jagung Lily menghentikan aktivitasnya karena air hujan membasahi tubuhnya secara perlahan, mengusik kembali akan kenangan indah bersama kekasih yang yang dicintainya yang kini jauh dari pandangan mata indahnya. Rasa rindu kembali menyeruak di hatinya, rasanya tak sabar ingin berjumpa pujaan hatinya itu lagi.
" Lily Ayo kita berteduh" Teriak Mona seorang temannya yang juga merupakan pekerja
Pak Sungkar.
" Egak ah.. aku ingin hujan-hujan" Teriak Lily padanya.
" Awas kamu sakit Nanti masuk angin Lily.!" Balas teriak temannya itu.
Namun Lily tak menghiraukannya dia asik menikmati dinginnya air hujan yang mengguyur badannya tiba-tiba sengaja dia menarik tangan Mona agar ikut hujan-hujan bersamanya.
" Aduh Lily aku jadi basah semua dan ikut hujan-hujanan sama kamu deh."
" Tidak apa apa lagi, mari kita bahagia bersama hujan ini"
" Ada apa nih ? kayaknya moodmu bagus banget. Dari tadi senyum senyum sendiri."
" Hehe keliatan kah kalau aku sedang jatuh cinta ?"
" HAAA ???!!!! jatuh cinta ???" Mona kaget mendengar pernyataaan sahabatnya itu.
Lily mengangguk dan tersipu.
" Sama orang yang biasanya ngobrol sama kamu itu?"
" Siapa ?? " Lily kembali mengingat ingat apa yang di maksud temannya itu.
" Oh.. Leon maksud kamu?"
" Iya mungkin" ucap Mona 'jadi namanya Leon' gumam Mona dalam hati.
" Yaa Bukanlah Mona. Leon itu temanku anak tuan tanah Dia sangat baik tapi hubungan kita hanya teman lagian orang yang aku cintai bukanlah dia tapi orang lain." Ucap Lily menjelaskan kepada teman sejawatnya itu.
Mona adalah gadis cantik meskipun tak secantik Lily namun dia sangat manis baik dan polos. Usianya juga tidak jauh berbeda dengan Lily. Perekonomian keluarganya juga sama tidak jauh beda dengan Lily maka dari itu di usia yang masih sangat belia dia bekerja keras di ladang Pak Sungkar sama seperti Lily.
Lily sangat menyayanginya bagaikan dia menyayangi adik kandungnya sendiri.
Sebenarnya Mona memiliki perasaan terhadap seseorang yang setiap hari menemani Lily sepulang kerja meskipun pertemuannya hanyalah sekedar papasan, ingin sekali memberi tahu temannya itu kalau dia menyukai Leon namun semua tertahan di kerongkongannya karena Mona malu mengakuinya dan tak mungkin baginya untuk di ijinkan mencintai Leon karena perekonomian keluarganya bagaikan Bumi dan langit namun kini dia bisa bernafas lega karena orang yang dicintai temannya itu bukanlah orang yang dicintainya.
Hujan cukup lama mengguyur Desa ini sehingga Pak Sungkar menyuruh semua pekerjanya untuk pulang lebih awal. di perjalanan Lily banyak mendengar berita tentang raja yang meninggal namun Lily hanyalah gadis Awam yang yang tidak begitu peduli tentang hal-hal semacam itu.
Lily tidak sabar menanti hari esok karena besok Lily libur bekerja dan akan menemui Ipan untuk memenuhi janjinya.
Hari ini Mona dan Lily pulang bersama sambil tetap hujan hujanan, Sebenarnya rumah mereka satu arah namun mereka jarang pulang bersama karena sepulang kerja Mona harus ke pasar membantu ibunya menutup warungnya. Tapi tidak dengan hari ini karena ibunya tidak berjualan.
Tak lama langkah kaki mereka terhenti karena di depan mereka sudah berdiri laki-laki yang sedari tadi di bicarakannya, tak lain dan tak bukan adalah Leon. Dengan berbalut baju setelan berwarna coklat susu sambil memegang payung berwarna biru tua, Leon tersenyum menyapa dan menatap keduanya.
Mona menengadahkan wajahnya menatap ke arah lelaki yang kebetulan menatapnya itu.
Deg deg deg...
BERSAMBUNG ....