My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 56



"Mona aku mohon maafkan aku" Suara Leon terdengar dari luar rumah Mona.


Perlahan Mona membuka pintu dan keluar menemui Leon. Leon terpukau karena kali ini Mona berdandan sangat rapi dan cantik.


"Akhirnya kamu mau menemuiku." Ucap Leon.


"Apa yang kau inginkan dariku ? Hari ini aku akan menuruti semua permintaanmu"


Leon tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Jika aku mengajakmu ke suatu tempat apakah kamu mau ikut denganku ?" Tatap Leon penuh harap.


"Hari ini aku memang berdandan untukmu" Ucap Mona tersenyum.


"Aku pikir kau takkan pernah memaafkanku"


Mona terdiam penuh arti.


*******


Disisi lain.


"Ini es serut rasa jeruk untukmu Lily" Ucap Aray sambil menyodorkan segelas es serut berwarna jingga itu.


Lily menerimanya dan langsung mencicipinya.


"Hem... Dingin..."


" Dingin ya? kata orang es serut ini mampu mendinginkan setiap hati yang sedang gundah gulana seperti kamu."


"Iya terima kasih Aku menyukai ini. Ngomong-ngomong maaf ya kamu sampai melihat sisi lemah ku tadi."


"Kamu tidak lemah Lily kamu sangat kuat hanya saja kamu masih terlalu polos."


"Hehehe kuat dari mana coba".


"Sejujurnya bagaimana perasaanmu terhadap Leon ? aku lihat kamu sangat menyayanginya."


"Memang aku sangat menyayanginya bukan hanya dia, aku juga sangat menyayangi Mona. Mereka benar-benar sahabat terbaikku. Mungkin di depan mata orang lain Leon sangatlah kejam tapi bagiku dia hanya sebuah hati kosong yang butuh pelukan. Dia hanyalah korban dari kehidupanku yang malang ini."


Aray hanya memanggut-manggutkan kepalanya.


Mereka terdiam sejenak sambil menikmati minuman dingin di tangan mereka.


"Ly... "


"Hmmm..."


"Mau kah kamu berlatih ilmu bela diri bersamaku ?"


"Kenapa tiba-tiba mengajakku berlatih bela diri?"


"Aku ingin kamu mengeluarkan semua kekuatan yang tersimpan dalam dirimu. Aku ingin kamu mampu mengandalkan dirimu sendiri dan menyadari bahwa kamu sangat berharga dan bisa di andalkan."


Lily terdiam.


'Ya sudah ku terima saja tawaran dari Aray dari pada aku merana di rumah Leon. Setidaknya saat ini aku punya teman.' Gumam Lily dalam hati.


"Hehehe iya aku mau." Jawab Lily tidak yakin.


'Yes! Akhirnya aku punya kesempatan untuk menjadikan Lily wanita yang tangguh dan kuat' Lirih Aray dalam hati.


"Lalu kapan kamu siap untuk belajar bersama ku ?"


"Besok."


"Kalau begitu aku akan siapkan tempat untukmu belajar. Besok temui aku di halaman belakang pukul 11 siang ya.."


Lily mengangguk.


*******


Dua sejoli perpegangan tangan sangat erat menyusuri pantai di iringi suara gemuruh ombak yang terus menerpa pasir pantai. Terlihat kebahagiaan dari raut wajah mereka. Mereka saling bercanda dan saling menyipratkan air. Mereka berlari-larian bagaikan sepasang bocah kecil yang tak kenal lelah.


"Mona ... "


"Hmmm"


"Lihat lah aku ! tatap mataku !"


Mona menoleh dan menatap Leon.


"Apakah kau melihat aku mempunyai cinta yang besar untukmu?"


"Iya aku melihatnya. Semua itu nampak sangat jelas."


"Padamu ke pertaruhkan hatiku. Hati yang di penuhi rasa cinta untukmu. Maukah kau menerima ku kembali?" Ucap Leon sambil menyodorkan sebuah cicin emas.


Mona mengangguk dan tersenyum. Dengan bahagia Leon memasangkan cicin itu di jari Mona. Sebenarnya di hati Leon bertanya-tanya seperti ada yang janggal dengan sikap Mona yang tiba-tiba memaafkan dan menerima cintanya kembali.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka dan makan di salah satu warung di dekat pantai. Setelah itu mereka berjalan ke pasar untuk berbelanja baju, hiasan rambut dan beberapa pernak pernik untuk Mona. Setelah itu mereka pergi ke festival kembang api, banyak sekali muda mudi yang sedang kasmaran berada di sana.


Tepat pukul 12:00 malam.


Duarr... Duaarr...


Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu tiba.



Warna warni kembang api menari indah menghias langit malam yang gelap. Mona terpukau oleh semua itu dan tak mau memalingkan wajah sedikitpun, dia benar-benar menikmati moment yang terjadi 1 tahun sekali itu.


Sedangkan Leon hanya terus terpukau menatap Mona yang berbinar-binar menyaksikan kembang api yang menghias langit malam.


Setelah acara selesai Leon mengajak Mona untuk pulang.


"Aku tidak mau pulang. Aku masih ingin di sini." Rengek Mona.


"Aku takut ibu mu khawatir menunggumu pulang."


"Pokoknya malam ini aku ingin ada di sini."


" Ayolah sayangku... kita pulang ya... Besok-besok kita kan bisa kesini lagi."


Hening.


'Tidak akan ada hari esok untuk kita berdua Leon.' Ucap Mona dalam hati.


BERSAMBUNG....


(Maafkan kalimat terakhir Mona bikin penasaran para Readers🤭)


.


.


.


.Terimakasih para readers telah membaca novel perdanaku ini.


Jangan lupa terus dukung aku !


Dengan cara Like, Coment, dan rate bintang 5.


Untuk para Author hebat, bebas tinggalkan jejak disini agar aku bisa mendukung kalian juga.


Sayangheee dari Author. ❤