My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 12



Sling sling sling...


Cling cling..


Sleeep Dleepp..


Suara lentingan pedang yang sedang beradu dan kilatan cahayanya telah memecah suasana malam yang mencekam ini.


Keringat dingin sebesar biji jagung terus menetes dari orang nomor 1 di Negeri ini. Raja Morlouis yang kini sudah sangat tua harus mengikuti perang demi melindungi rakyat-rakyatnya.


Sementara suara tetesan darah itu masih terdengar di luar. Sang Raja masih di dalam kereta kudanya sedang menulis surat entah untuk apa dan siapa. Setelah surat itu selesai di tulis sang Raja meletakkannya kedalam sebuah box dan menyuruh pengawalnya menguburkan di bawah pohon equisetifolial atau yang kini di sebut pohon cemara laut yang hanya ada 1 di hutan itu .


Disisi lain sang raja juga sudah berpesan kepada pelayannya yang ada di istana.


"Jika terjadi apa apa padaku. Tolong cari sesuatu yang aku tinggalkan di bawah pohon equisetifolial sebelum Raja yang baru naik takhta. Tanpa sepengetahuan yang lainnya" Begitulah pesan Raja morlouis.


Seolah mengetahui apa yang akan menimpanya, Raja morlouis itu telah mempersiapkan segalanya sebelum dia pergi ke dunia yang lain.


Akhirnya Raja yang telah bertakhta selama 30 tahun itu pun gugur di medan perang terakhirnya itu.


Kabar itu menjadi duka yang sangat mendalam bagi seluruh pelosok penduduk di Negeri ini.


Namun tidak bagi beberapa kubu yang saling bersaingan memperebutkan takhtanya. Kematian Raja Morlouis sangat di nanti-nantikan berpuluh-puluhan tahun lamanya oleh kubu-kubu tersebut.


Bagaimanapun yang namanya Kerajaan, pewaris yang berhak naik takhta adalah anak kandung laki-laki dari sang Raja. Namun Raja morlouis tidak memiliki 1 pun anak, sehingga keadaan ini menjadikan kesempatan bagi kubu-kubu x untuk memperebutkan takhtanya.


********


Kegelisah nampak pada raut wajah Ayah Ipen entah apa yang membuatnya sangat gelisah. Tiba-tiba suara langkah kaki sedeorang menyadarkannya dari lamunannya, Ipen sudah ada di depannya


" Eh.. kamu Ipen sejak kapan ada di di sini?" suara ayah Ipan terdengar bergetar


" Barusan Pak" lalu Ipen duduk di samping ayahnya


" Oh iya Pan kita sudah lama ya tidak berlatih pedang?" Ujar ayah Ipen karena teringat akan sesuatu.


"Iya juga Pak. Lagian buat apa sih kita berlatih pedang lagi ? Aku tidak punya cita-cita untuk menjadi Jendral perang Bapak." Ipan tertawa.


" Pokoknya kamu harus berlatih pedang untuk jaga-jaga apalagi sekarang musim penjahat dan perang di mana-mana." Begitulah perintah Ayah Ipen kepadanya.


********


Kabar meninggalnya sang Raja tersebar di seluruh pelosok negeri, masyarakat pun dilanda kesedihan dan kecemasan. Sedih karena telah kehilangan sesosok Raja yang arif bijaksana dan cemas karena memikirkan siapa yang yang akan jadi raja selanjutnya. Para penduduk takut akan ada perang dan pertumpahan darah akibat dari para Kubu saling memperebutkan singgasana orang nomor satu di negeri ini dan masyarakat takut raja selanjutnya adalah raja yang yang kejam dan sadis.


BERSAMBUNG....


********


Haloo kepada semua pembaca Setia novel My First Love Is My King Terima kasih banyak karena sudah melike favorite dan komentar novel ini.


Tetap terus dukung novel My First Love Is My King .


Tanpa dukungan kalian para pembaca Setia Novel My First Love is My King ini bukanlah apa-apa.


Aku mencintai kalian semua....