My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 19



Perlahan Lily memejamkan matanya dan memeluk erat lengan Ipen. kemudian 2 sepasang kekasih itu bersama-sama menapakkan kaki di atas jembatan itu. Jembatan kayu itu bergoyang-goyang, semakin kencang ketika mereka berdua mulai melangkah di atasnya. Semakin erat cengkraman tangan Lily di lengan Ipen.


Sssrrrr....


Di antara rasa takut dan cemas, ada desir aneh di hati mereka berdua. Tak pernah terbayangkan oleh mereka berdua, akan berada sedekat ini. Bahkan sangat dekat sehingga tak ada batas antara mereka saat ini.


" Sudah sudah.. tidak usah takut.. kita pasti baik-baik saja, anda sangat beruntung nona karena telah di pandu dengan orang yang tepat dan profesional untuk melewati jembatan ini " Gurau Ipen pada gadis yang sedang memeluk erat lengannya.


Lily terus saja memejamkan mata dan fokus melangkah perlahan. Sesekali dengan sengaja Ipen menggoyang jembatan itu untuk menggoda Lily yang sedang ketakutan. Semakin kuat Lily berteriak dan memeluknya karena takut.


" Udah aahh aku nyerah.. aku takut" Suara Lily bergetar hampir menangis.


Mendengar itu Ipen sedikit kaget dan menghentikan langkahnya. Dia menyadari bahwa gadis mungil di sisinya ini benar-benar ketakutan.


Slep .. suara langkah kaki Ipen terhenti.


Gyut .. Ipen membalikkan badan hingga saling berhadapan dengan Lily yang masih memejamkan mata.


"Ke..ke..kenapa berhenti pen ?"


Tanpa menjawab Ipen langsung memeluk erat tubuh mungil gadis itu.


Deg..


Jantung Lily yang sedari tadi berdetak cepat karena ketakutannya melewati jembatan kayu ini. Kini semakin ambyar dan berdetak tak beraturan laksana genderang perang.


"Lily.. karena rasa takutmu kamu menutup matamu rapat-rapat sehingga kamu tidak bisa menikmati keindahan alam yang tersuguh di depan mata indahmu.. Ingat lah li..! di setiap perjalanan memang tidak ada yang berjalan dengan mudah. Ada juga hal-hal yang pm membuat kita merasa ketakutan dan di landa rasa cemas. Namun jika kita mau membuka mata dan mencari sisi yang baik untuk kita bersyukur kita akan melihat keindahan itu. Maka dari itu ayo sekarang perlahan buka mata kamu. Karena adanya rintangan itu untuk di lalui. Bukan untuk di takuti." Ipen berwejangan kepada gadis itu.


Bagai mendengar magic word, jantung Lily yang berdetak tak karuan di landa ketakutan kini perlahan mulai tenang dan memberanikan diri untuk membuka matanya. Nampak bayangan-bayangan gunung yang berwarna abu dan hijau. Kebun- kebun dan ladang-ladang tertata dengan rapi. Ohh .. sungguh ini pemandangan yang indah dan asri.


Langkah mereka sudah sampai di tengah jembatan sepanjang 5 meter itu. Tiba-tiba jembatan kayu itu bergoyang sangat kencang.


Lily semakin kuat memeluk Ipen.


Terdengar suara nyanyian dan tawa anak-anak di belakang mereka. Benar, beberapa anak penduduk kampung yabg tinggal di sana dengan sangat riang berjalan dan melompat-lompat melewati jembatan kayu itu. Tidak ada ketakutan sama sekali di wajah mereka.


Akhirnya tergores senyum di wajah tegang Lily yang sedari tadi ketakutan. Menatap wajah-wajah polos yang bahagia itu. Kemudian Lily dan Ipen melewati jembatan itu dengan tawa bersama anak-anak kampung itu..


BERSAMBUNG ....


*************


Terimakasih banyak kepada para pembaca setia. ini adalah novel perdana ku. Menulis adalah hobbyku. Meski tulisan ku jauh dari kata sempurna setidaknya semoga dapat menemani dan menghibur para pembaca. Namun aku akan terus berusaha dan belajar menjadi yang lebih baik lagi demi kaliab..


Terus suport aku yaa teman teman .. !!!!


Fighting Ria go !! go !! go !! go !!