
Di istana.
Ratu Felisha mulai cemas, karena 1 minggu lagi adalah penobatan resmi bagi Raja baru yang jatuh pada 'adik lain ibu' Raja Morlouis yaitu Pangeran Arnold.
Pangeran Arnold terkenal sangat kejam dan sadis. Namun, dialah yang berhak menjadi pewaris takhta selama Raja Morlouis tidak memiliki putra.
Bagaimanapun juga Ratu Felisha tak akan rela jika Negeri damai yang ia bangun bersama suaminya ini jatuh pada seseorang yang sangat sadis.
*******
Di ruangan Ratu.
Tiba-tiba mantan pelayan setia Raja Morlouis datang menghampiri Ratu Felisha.
" Ada apa kah gerangan yang membawamu kemari ??"
Pelayan itu memberikan kotak usang berbau tanah kepada Ratu Felisha.
" Apa ini ??"
" Saat perang terakhir Raja Morlouis menyempatkan diri menulis surat untukmu Ratu. Aku baru saja mengambilnya dari bawah pohon cemara laut di Hutan."
" Terimakasih Pelayan.! Engkau boleh pergi."
Saat sudah memastikan tidak ada orang lain yang memperhatikannya. Dengan hati-hati Ratu Felisha membuka kotak itu, dan benar di sana ada selembar surat untuknya.
Dengan perlahan ia membuka benda tipis yang ada di tangannya itu kemudian membacanya.
***Wahai Ratuku, Ratu Felisha.
Meskipun di hatiku ada wanita lain.
Tapi engkau lah yang tetap menjadi Ratu di kehidupanku dan Negeri yang sentosa ini.
Rasa cinta dan ketulusanmu padaku dan Negara ini sangatlah tinggi.
Terimakasih atas semua yang kau lakukan. Maafkan aku belum sempat membalas cinta dan ketulusanmu. Maafkan suamimu yang tak berguna ini.
Ada yang lebih berhak menjadi Raja ialah anak kandungku. Aku sembunyikan ia di pesisir pantai laut selatan. Dia tumbuh di tangan yang tepat yaitu sahabat karibku. Dia tumbuh menjadi pemuda yang pintar, berani dan tangguh.
Carilah ia..!
Dan jadikan ia Raja..!
Katakan padanya bahwa engkau adalah ibunya.
Aku berharap engkau menyayanginya sebagai mana engkau menyayangi anak kandungmu sendiri, Ratuku. Aku mempercayaimu.
Tahukah engkau, bahwa sesungguhnya aku mulai memperhatikanmu dan bunga cinta untukmu mulai mekar di hatiku. Sayangnya aku tak memiliki kesempatan untuk mengatakan langsung padamu. Bahwa aku mencintaimu. Maafkan aku..!!
Jika kita bertemu lagi di kehidupan ke-dua. Aku berharap engkau terlahir sebagai adik perempuanku. Agar aku bisa leluasa menyayangimu dan merawatmu tanpa menyakitimu ataupun meninggalkanmu.
Morlouis***
Ratu Felisha membaca surat itu dengan penuh deraian airmata.
Kemudian memerintahkan pengawalnya untuk mencari di mana calon Raja itu berada.
" Berikan surat perintah ini padanya.!!"
Pengawal itu langsung berangkat ketempat yang di maksud oleh Ratu Felisha.
Cukup lama mencari akhirnya pengawal itu sampai di tempat yang di tuju itu.
Di rumah itu kebetulan hanya ada Robert sendiri karena Ipen menemani Ibunya ke pasar.
" Siapakah anda ?"
" Saya pengawal istana. Saya kemari menyampaikan surat ini untuk anda."
Kemudian pengawal itu beranjak pergi.
Ayah Ipen langsung membuka isi surat itu sebelum Ipen dan Ibunya datang.
***Wahai sahabat sejati baginda Raja. Sesungguhnya kali ini diriku mendapat perintah terakhir dari Raja Morlouis untuk memberikan singgasananya kepada orang yang berhak menerimanya yaitu Steven Morlouis.
Secepat mungkin anda harus pergi ke kota dan tinggal-lah di balai perpustakaan cahaya langit.
Pengawalku akan datang menjemput kalian. Datanglah bersama surat Identitas anak itu dari Raja. Hingga sampai saat itu, anda jangan pergi kemana-mana.
Surat perintah
Ratu Felisha***
*******
Mungkin inilah waktunya... Ucap Robert.
BERSAMBUNG...