My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 36



Dengan penuh tanda tanya Ipen mengikuti para pelayan wanita itu menuju ke ruangan dimana Ratu Felisha berada.


Disana sudah ada seorang wanita bergaun kuning berdiri di depan jendela menghadap taman istana. Kecantikannya tak termakan oleh usia. Menyadari kedatangan Ipen, Ratu Felisha menoleh ke arahnya.


Ipen menundukkan pandangannya.


“ Steven Morlouis ??” Ucap Ratu memanggil nama lengkap Ipen.


“ Kamu memang benar anak Louis. Wajahmu mengingatkanku padanya."


“ Si..si.. siapa Ratu ??” Tanya Ipen yang tak memahami apa yang dia dengar.


“ Apakah Robert dan Diana belum memberitahumu sesuatu ?”


“ Apakah yang harus aku ketahui Ratu ?”


Ratu pun ikut kebingungan harus menjelaskan pada Ipen dari mana sedangkan mereka tak memiliki banyak waktu karena Raja yang baru akan segera naik takhta.


“ Kita tidak punya banyak waktu pangeran !”


Hah ? pangeran ?. Dalam hati Ipen.


“ Aku memahami jika saat ini engkau sangat kebingungan. Aku juga sama bingungnya harus menjelaskanmu dari mana ?. Yang jelas kau adalah Putra mahkota, anakku dan anak kandung dari mendiang Raja Louis. Selebihnya biarkan Robert dan Diana menjelaskannya padamu. Namun untuk saat ini, yang harus kau lakukan adalah mengikuti ku.” Ratu Felisha menatap nanar pada Ipen.


Ipen masih diam seribu bahasa.


“ Nama aslimu adalah Steven Morlouis.”


Apa yang sedang terjadi ini ?


Kenapa dia memanggil aku Pangeran ?


Steven Morlouis ? nama siapakah itu ?


Anak kandung Raja ?? apa maksut semua ini.


Tidak! Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! tidak mungkin bapak dan ibu menyembunyikan sesuatu dariku.


Iya benar aku adalah anak mereka. Tidak mungkin aku adalah pria yang Ratu Felisha maksud.


Ipen kebingungan dengan situasi saat ini, dia tak mempercayai apa yang ia dengar. Dia hanya mempercayai apa yang bisa ia percaya. Baginya inilah adalah tugas menyamar atau apalah namanya. Yang jelas ia hanya ingin segera pulang dan bertemu dengan pujaan hatinya.


" Ratu.!!! " Teriak pelayan wanita memanggilnya.


“Ada apa ?”


“ Acara penobatan akan segera di gelar. Alangkah baiknya jika Ratu mulai berhias dan mempersiapkan diri."


“Baiklah. Silahkan tunggu di depan.” Seru Ratu Felisha kepada pelayannya.


“ Pangeran! Kau boleh pergi menemui keluargamu dan diamlah disana sampai pengawalku menjemputmu Pangeran!”


Ipen mengangguk dan mulai berjalan keluar ruangan itu dengan di dampingi beberapa pelayan wanita. Kemudian menuju tempat ibu dan bapaknya berada.


Di ruangan itu.


Ipen mulai menjejeli ibu dan bapaknya pertanyaan demi pertanyaan yang belum bisa mereka jawab.


“ Bu, tadi Ratu memberiku pernyataan-pernyataan mustahil yang pernah ku dengar. Semua yang di katakan Ratu itu tidak benarkan bu? Tidak mungkin kan bu ?”


“ Tenanglah Nak. Saat ini kita kehabisan waktu untuk menjelaskan semuanya. Diam saja! Dan ikuti semua yang di perintah Ratu. Jika ada kesempatan ibu dan bapak akan menjelaskan semuanya padamu.”


Ipen masih menatap ibunya nanar.


Slepp..


Diana memeluk putranya yang mungkin sebentar lagi tak bisa ia peluk.


" Aku sangat menyayangimu nak! "


" Ibu kenapa menangis ? Ibu juga adalah wanita yang paling Ipen cintai di dunia ini."


" Maafkan ibu nak.. Akhir- akhir ini kasar terhadapmu. Pokokny mulai detik ini kamu bukanlah Ipen yang dulu. Kamu harus meguatkan pundak dan melapangkan hatimu! karena kini ada beban berat yang harus kau pikul. Sabarlah nak.. ibu pasti menceritakan semuanya padamu."


BERSAMBUNG....