My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 40



“ Terimakasih Tuan Zubair” Ucap salah satu pegawai pak Zubair yang telaj menerima upah.


“ Iya besok kerjanya lebih semangat lagi.”


Di tengah perkebunan kelapa sawit, Pak Zubair di temani oleh para pengawalnya datang berkontrol dan membagikan upah para pekerja.


“ Setelah ini, mau lanjut kemana Tuan? ” Tanya salah satu pengawalnya.


“ Hari ini lanjut pulang saja. Aku sudah cukup lelah.”


“ Baik Tuan”


Kemudian mereka beranjak pergi dengan mengendarai kereta kuda milik Pak Zubair.


“ Ehh.. Tunggu!!”


Tiba-tiba Pak Zubair menyuruh berhenti pengawalnya ketika melintasi rumah gubuk Lily. Dan melihat gadis cantik yang sedang menyirami tanaman yang ada di depan rumahnya.


“ Iyaa Tuan.. Ada apa?”


“ Siapakah gadis cantik itu?”


“ Itu adalah anak gadis Pak Chandra, Tuan.”


“ Apakah Leon sudah menagih di rumah Pak Chandra? hutang dan sewa rumahnya masih menumpuk.”


“ Sepertinya belum Tuan.”


“ Apakah anak gads itu memiliki hubungan yang sepesial dengan Leon ? “


“ Saya kurang tahu, Tuan. Tapi, Tuan muda sering sekali mendekatinya.”


“Hmmmm. Yasudah kalau begitu.”


Kemudian kereta kuda berhias tembaga berwarna emas itu pun melanjutkan perjalanannya.


******


Di rumah.


Leon sudah menanti kedatangan ayahnya.


“ Leon ?”


“ Tumben duduk sendirian di depan rumah?”


“ Iya Yah. Leon sengaja menunggu Ayah. Ada yang ingin Leon bicarakan.”


“ Apa itu Nak?” Pak Zubair mendekati anaknya. “ Mari kita bicarakan di dalam saja Nak!”


Leon mengikuti ayahnya memasuki rumah.


*****


“ Leon sudah makan malam ?”


“ Belum Yah!”


“ Baik, Yah.”


Di atas meja maka sudah berjejer rapi beberapa makanan dan minuman.


“ Apa yang akan kau katakan kepada Ayah Nak ??”


“ Yang Leon tau, ayah adalah orang yang sangat mennyayangiku. Dan menuruti semua yang menjadi keinginanku.”


“ Iya. Karena kau satu-satunya anak ayah dan satu-satunya keluarga ayah.”


“ Leon jatuh cinta yah!.”


Uhuk .. uhukk..


Pak Zubair tersedak mendengar pernyataan anaknya yang mulai dewasa itu.


“ Pelan-pelan Yah! Jangan sampai tersedak berbahaya!”


Leon memberi segelas air putih untuk ayahnya,


“ Aku harap ayah merestui hubungan kami. Jujur baru kali ini bagi Leon untuk jatuh cinta. Dia berasal dari keluarga miskin yah.”


“ Sssii.. si.. siapa yang kau cintai itu nak?”


“ Mona yah!”


“ Siapa itu Mona?. Apakah dia anak gadis Pak Candra yang selama ini kau dekati itu?”


“ Bukan yah, Lily hanya teman ku. Aku hanya kasian padanya.”


‘Jadi namanya Lily’ Gemam Pak Zubair dalam hati.


“ Yang aku cintai itu sahabatnya Lily Yah. Anaknya sangat mandiri dan begitu baik.”


“ Baik Nak, Ayah merestuimu asal kau selesaikan dulu sekolah dan ujianmu dulu”


Tak sesusah yang Leon pikirkan. Meski awalnya Leon ragu kenapa mudah sekali ayahnya merestuinya, namun semua keraguan itu tertepis dengan kebahagiannya.


“ Baik lah yah aku akan dengan sangat giat untuk menuntut ilmu. Setelah Lulus ujian dan sekolah, aku akan melamar gadis itu.”


“Sebelum kau menikah. Ijinkan ayah juga untuk menikahi gadis yang ayah nikahi nak!”


Uhuk..uhukk..


Kali ini Leon yang kaget dengan pernyataan ayahnya.


“ Siapa itu yah ?”


“ Masih di rahasiakan dong !!”


“ Siapapun gadis itu asal dia baik untuk ayah. Leon merestuinya.”


Pak Zubair telah lama di tinggal istrinya saat usia Leon masih 10 tahun. Mungkin kini bagi Leon harus menuruti yang menjadi kehendak ayahnya. Sudah saatnya kini ia mengijinkan ayahnya untuk menikah lagi karena kasihan melihat ayahnya sendirian tanpa ada yang menemani dan mengurusnya.


BERSAMBUNG.....