My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 24



30 tahun yang lalu..


Raja Morlouis merupakan putra mahkota yang tak lain anak pertama dari Raja Pedro.


Saat berusia 25 tahun ia menyamar dan berkeliling desa, Kemudian Putra mahkota terpana melihat salah satu gadis cantik yang ada di desa itu. Dan gadis itu pun membalas cintanya karena gadis itu tidak tahu bahwa orang yang di cintainya adalah Putra Mahkota di Negeri ini.


Mereka menjalani hubungan secara diam-diam karena Louis harus menyamar sebagai rakyat biasa. Louis sangat mencintai Hera nama gadis itu, terbesit niat untuk mengatakan pada Raja bahwa dia ingin menikah dengan seseorang yang di cintainya itu. Namun dia harus berkali-kali mengubur niatnya dalam-dalam mengingat Raja bukanlah orang yang semudah itu. Terlebih dia takut Hera dan keluarganya tak sanggup menerima kenyataan bahwa ia adalah putra mahkota dari Raja yang kejam ini.


2 sejoli yang di landa api asmara itu terus terbuai oleh indahnya cinta hingga suatu saat Hera jatuh pingsan saat jalan-jalan bersama Louis di pinggir pantai. Dengan Tergopoh-gopoh Louis menggendong Hera untuk menemui Tabib.


Tabib dengan serius memeriksa urat nadi Hera. Setelah itu tabib mulai meracik obat herbal untuk Hera.


"Apa yang terjadi Tabib ?" Tanya Louis kepada Tabib yang baru saja selesai memeriksa Hera.


"Bukan penyakit serius Tuan. Istri anda hanya kelelahan karena saat ini sedang hamil muda." Jelas Tabib yang memeriksa Hera itu.


Ada angin bahagia menerpa Louis saat itu. Hasil dari buah cinta mereka tumbuh sehat di rahim Hera.


Namun di sisi lain ada rasa takut, cemas, dan kekhawatiran tertumpu jadi satu. Mengingat bahwa ia adalah putra mahkota, bagaimana cara dia melindungi orang-orang yang di cintainya terlebih buah hatinya dari Raja yang kejam itu.


Louis menghampiri Hera yang baru saja tersadar dari pingsannya dan dia mulai mencoba untuk duduk meskipun lemah.


" Louis. Apa yang di katakan Tabib barusan tentang penyakitku ? " Tanya Hera penasaran.


Louis tersenyum..


" Ada malaikat mungil di dalam rahimmu."


" A..aa..anak ??"


"Anak kita ??"


Louis mengangguk lagi.


" Buah hati kita ?"


" Iya sayang.. Terimakasih ya telah memberi kado paling berharga untukku. Aku akan segera menikahimu".


Hera menangis bahagia.


*********


Acara pernikahan pun di gelar sangat megah bagi rakyat kecil seperti keluarga Hera. Di hadiri sanak saudara dan kerabat keluarga Hera.


Namun bagi Louis pernikahan ini harus ia gelar secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan raja dan orang-orang dalam Istana dengan dibantu pelayan setianya dia menyewa beberapa penduduk kampung yang tinggal di tempat yang jauh untuk berpura-pura menjadi keluarga dan saudaranya. akhirnya pernikahan itu pun berjalan lancar dan penuh kebahagiaan.


Hanya pelayan setianya yang menjadi satu-satunya saksi dari istana bahwa Louis telah menikah dan memiliki keluarga yang sangat bahagia di luar istana.


Dalam satu minggu Louis tinggal bersama istrinya hanya 2 hari 1 malam. Sisanya dia harus terkurung dalam istana karena memang peraturannya seperti itu yang memberi waktu bebas hanya 2 hari 1 malam untuk putra mahkota.


Louis mengaku bahwa pekerjaannya adalah berdagang dan bernegosiasi ke tempat yang berbeda-beda bersama pelayannya sehingga itu yang menjadi alasan kenapa dia jarang pulang.


(kalau jaman kita sebutannya bang toyib, bang toyib. hehehehehe)


BERSAMBUNG...