
"Joko.... joko... ". Teriak Ince memanggil Joko.
"Iya nyonya". jawab Joko sambil berlari menghampiri Ince.
"Kamu kirim kan surti, iyem, desi, ria, wati ke alamat ini". Perintah ince.
"Baik nyonya". Jawab Joko.
"Tapi sebelum nya kamu suruh mereka mandi, suruh pake baju yang cantik, dandan jangan sampai lupa, ok? ". Perintah Ince lagi.
"Baik nyonya". Jawab Joko.
Joko pun beranjak meninggalkan Ince, dan pergi ke kamar tempat gadis gadis desa berkumpul.
"Surti, Iyem, Desi, Ria, Wati, kalian ikut saya". Panggil joko.
"Baik bang". Jawab mereka berlima.
"Lah kami gimana bang? ". Tanya Mika.
"Kalian tunggu aja dulu, sabar pasti dapat kebagian kok". Jawab joko. Kelima wanita yang di panggil itu mengikuti joko keluar kamar.
"Sebelum kalian ikut saya, kalian mandi dulu, dandan yang cantik, pake baju yang cantik juga, jangan sampai kalian bikin malu, sekalian bawa tas kalian kebawah, saya tunggu kalian di depan". Perintah Joko.
"Baik bang". Jawab mereka berlima serempak.
Joko meninggal kan mereka dan menghampiri Ince.
"Bagaimana joko, beres? ". Tanya Ince.
"Beres nyonya, mereka lagi siap siap, sebentar lagi berangkat". Jawab Joko.
"Ok bagus". Ucap ince senang.
Tak berapa lama akhirnya kelima wanita yang di pilih nya pun datang menghadap ince.
"Kalian ikut bang Joko ya, kalian akan di antar ke tempat kerja kalian". perintah Ince.
"Kami akan bekerja di mana tante Ince?" Tanya wati.
"Gak usah banyak tanya, pokok nya kalian ikut bang Joko, kalian harus kerja yang bener, biar di gaji, dapat duit banyak terus kalian bisa bantu keluarga kalian di kampung kan? " tanya Ince.
"Joko, buruan bawa mereka". Perintah Ince.
"Ayo, segera kita berangkat, jangan lupa bawa tas kalian". Perintah Joko.
Kelima wanita itu pun mengikuti Joko, tentu saja ada raut kekhawatiran di wajah mereka, tapi mereka berusaha dengan tenang.
Sementara itu Ince tersenyum bahagia, karena sudah berhasi menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.
"Tinggal 10 lagi nih, hehehehehehehe". gumam Ince.
Sementara itu di kamar......
"Kira kira mereka bekerja di mana ya, apakah gaji nya juga besar? " Tanya lilis pada mika.
"Mudah mudahan". Ucap Mika.
"Lalu bagaimana dengan kita? " Tanya siti.
"Tenang aja, kita juga pasti dapat kerjaan kok". jawab Mika menenangkan teman teman nya.
*******************
"Apa apaan ini??? kenapa laporan berantakan kayak gini di kasih ke saya?? ". Tanya Raditya marah kepada sekretaris nya sambil melempar laporan nya ke hadapan sekretaris nya Diana.
"Maaf pak". Ucap Diana gugup.
"Ulangi! , saya gak mau ada kesalahan sekecil apapun dalam laporan ini". Teriak Raditya.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak". Ucap Diana sambil mengambil laporan yang di lempar atasan nya tadi.
Kemudian Diana pergi meninggal kan boss nya yang masih dalam keadaan marah. Benar benar Diana merasa ketakutan dan gugup.
"Mba Dewi, Valo mau telepon papa sekarang". Kata Valo pada pengasuh nya Dewi.
"Nanti aja ya Valo, papa kamu pasti sedang sibuk sekali". tawar mba Dewi.
"Gak mau, Valo mau nya sekalang". Rengek Alvaro.
"Ya udah kalau gitu, tapi Valo makan siang dulu ya, biar papa nya nanti gak marah sama mba Dewi". pinta pengasuh nya.
"Janji ya". ucap Alvaro.
Pengasuh nya pun mempersiap kan makan siang buat anak asuh nya, menyuapi dengan perlahan lahan. Sesekali melap bibir Alvaro karena makanan yang berserakan.
"Udah ah mba, Valo udah kenyang nih". Alvaro sambil memegang perut nya.
"Tapi Valo minum dulu ya". mba Dewi pun memberikan botol Minum Alvaro.
Alvaro pun tidak menolak nya.
dia merasa sudah sangat kenyang sekali.
"Udah, sekarang Valo mau ngomong sama papa". Pinta Alvaro.
Tak lama Dewi mengambil Hp dan memencet nomor atasan nya sekaligus papa dari Alvaro. Tidak bisa di pungkiri juga kalau sebenar nya dewi sangat takut berbicara dengan bos nya yang galak itu. Tapi karena anak asuh nya yang minta, maka dia pun terpaksa menghubungi nya.
" Ya hallo, ada apa dewi". suara Raditya.
"Maaf tuan, den Alvaro mau ngomong sama tuan". ucap nya hati hati.
"Ok". balas nya singkat.
"Hallo papa ku sayang, papa sudah makan siang belum? " ucap Alvaro imut.
"Hallo anak ku sayang, sebentar lagi papa akan makan siang, anak papa yang ganteng ini udah makan belum? " tanya Raditya.
"Udah donk pa". Jawab Alvaro.
"Kalau gitu kamu sekarang bobok siang ya, papa mau makan siang dulu". perintah nya.
"Iya pa, kalau gitu Valo matiin telepon nya ya". balas Alvaro.
Tak lama mereka pun mengakhiri obrolan singkat nya melalui Hp.
Raditya beranjak dari kursi kekuasaan nya dan pergi keluar ruangan hendak ke kantin untuk mengisi perut nya yang kosong. Ketika dia keluar ruangan, semua karyawan nya sudah pada keluar sehingga terlihat ruangan yang kosong.
"Jam berapa sekarang, kenapa sudah kosong begini". Ucap Raditya sambil melihat jam tangan nya.
"Wah, ternyata sudah jam 12.30, pantesan ruangan nya sudah pada kosong". Ucap nya lagi sambil melangkah menuju lift khusus DIRUT, untuk ke lantai dasar.
.
.
.
.
.
.
.
.
Visual nya pak RADITYA HERMAWAN nih.. si DUREN( duda keren)
Kalau yang ini MIKA AMELIA PUTRI, gadis
cantik yang berasal dari desa
Si imut ALVARO HERMAWAN, gemesh banget kan.
CLARA CARISA, mantan istri RADITYA HERMAWAN, sekaligus Mama kandung ALVARO HERMAWAN
.
.
Bagaimana selanjut nya nih cerita nya, yang pasti makin seru ya..
Oh iya, jangan lupa bantu LIKE, VOTE, TIP, FAVORITE ya, heehehehehe