MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 15



"Hiks. .hiks... Kak mika, bangun kak". Ucap Alvaro sambil menggoyangkan badan Mika.


Mika pun terbangun.


"Sayang, kamu gak apa apa kan? ". Tanya Mika sambil mengecek tubuh Alvaro.


"Gak apa kak, kak, Valo takut... Hiks... Hiks... ". Ucap Alvaro sambil menangis.


"Tenang ya sayang, kakak di sini". Ucap Mika sambil memeluk Alvaro.


"Ya Tuhan, kami ada di mana ini, lindungi lah kami". Gumam Mika.


Mika dan Alvaro di bawa ke suatu gudang lama yang tak terpakai. Mereka di culik oleh sekelompok penjahat yang suka menjual organ dalam anak kecil.


Tiba tiba salah satu penjahat nya menghampiri Mika dan Alvaro, dia sambil membawa bungkusan makanan.


"Makan ini, cepat". Suruh nya.


"Bang, kami ada di mana ini, kenapa kami di bawa ke sini? ". Tanya Mika.


"Gak usah banyak tanya, cepat makan ini, kalau gak, anak mu akan kami bunuh". Ucap orang itu sambil menarik Alvaro.


"Hiks.... Hiks.... Gak mau.... Valo gak mau". Ucap Alvaro sambil menangis.


"Iya... Iya bang... Iya... Jangan sakiti anak ini bang". Ucap Mika memohon.


"Cepat makan! ". Bentak penjahat itu.


Mika menyuapi Alvaro makan. Dia gak mau anak asuh nya kelaparan. Walaupun dengan ketakutan dan menangis, setelah di bujuk Mika, akhir nya Alvaro mau makan.


Setelah beberapa menit Alvaro sudah makan, kemudian kedua tangan dan kaki Mika dan Alvaro di ikat. Hanya mulut mereka saja yang tidak di lakban.


Laki laki itu duduk di kursi kayu sambil menunggu teman teman nya.


"Kalian udah di mana? ". Tanya nya.


"Cepat datang". Ucap nya lagi.


************************


"Kamu yakin kalau mereka di culik dit? ". Tanya Dylan sambil mengemudi mobil.


"Aku juga gak tahu Lan, soal nya perasaan ku gak enak, kata pembantu di rumah ku, Mika sama Alvaro belum pulang dari taman". Ucap Raditya sambil mengecek Hp nya.


"Kamu udah mencoba menghubungi mereka? ". Tanya Dylan.


"Hp nya gak aktif". Jawab nya.


"Kamu gak usah panik Dit, harus tenang dulu". Ucap Dylan menenangkan.


"Siapa yang gak panik Lan, ini anak ku, aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi sama dia". Ucap Raditya panik.


"Iya... Aku ngerti, kita akan tetap mencari nya". Ucap Dylan.


*********************


"Mana anak itu Jek? ". Tanya rekan si penculik itu.


"Ada bos". Jawab nya sambil menunjukkan Alvaro.


"Hhhmmm... Anak nya sehat, kulit nya juga bagus". Ucap nya sambil mengecek kondisi Alvaro.


"Siapa wanita ini Jek?". Tanya nya lagi.


"Dia adalah mama anak ini bos". Jawab si Jek.


"Oh gitu.... Cantik juga". Ucap bos itu sambil memegang pipi Mika.


"Lepasin kami bang, tolong lepasin kami". Pinta Mika memelas.


"Melepaskan kalian... Kalian pikir aku bodoh ha? ". Bentak nya.


"Bang, kalau kalian mau uang, bilang saja, saya bisa kasih, asal lepaskan kami". Ucap Mika.


"Hahahaha..... Kamu pikir kamu bisa bayar berapa? ". Tantang si bos.


"Abang mau berapa? ". Tanya Mika lagi.


"5 Milyar, bagaimana?". Tanya Si bos penjahat.


"Apa?? ". Ucap Mika.


"Hahahaha..... Tidak bisa kan". Tawa nya.


"Jek.. Jaga mereka, jangan biar kan mereka melawan". Ucap nya.


"Baik bos". Jawab si Jek.


"Aku akan menghubungi si pembeli dulu". Ucap bos nya.


Mika dan Alvaro sangat ketakutan sekali.


"Kamu gak apa apa kan sayang? ". Tanya Mika pada Alvaro.


"Gak apa apa kak, tapi Valo pengen pipis". Jawab Alvaro.


"Bang, anak saya mau pipis bang, tolong di lepas dulu bang". Pinta Mika.


"Kencing di situ aja, gak usah ribet deh". Ucap nya.


"Tapi kan nanti jadi bau pesing tuan, tolong lah tuan". Ucap Mika.


"Aaaaa.... Bre****k.. Nambahin kerjaan aja". Ucap si Jek sambil membuka ikatan Alvaro.


Membawa nya ke belakang gedung. Sementara Mika mengecek Hp nya.


"Aku harus telepon tuan Raditya". Gumam nya.


Mika mencari Hp nya dengan kaki nya. Menggoyang goyang kan tubuh nya. Akhir nya Hp nya keluar dari kantong tas kecil yang dia bawa.


"Waduh... Hp nya mati lagi.. Hhmmm". Gumam nya.


Akhir nya si Jek dan Alvaro kembali. Kemudian mengikat kembali tangan dan kaki nya.


Orang itu kembali ke posisi awal nya. Sambil memainkan Hp nya.


"Hallo pak Usman, bagaimana, apa Mika dan Alvaro sudah pulang? ". Tanya Raditya melalui telepon.


"Belum tuan, kami juga sudah menghubungi nona Mika, tapi nomor nya tidak aktif". Jawab Usman.


"Ya udah kalau gitu, kalau nanti ada sesuatu yang penting, hubungi saya pak Usman". Ucap Raditya.


"Baik tuan". Jawab Usman.


"Dit, kita harus cari kemana lagi, ini udah malam, udah jam 10 malam". Tanya Dylan.


"Bagaimana ini". Ucap Raditya sedih.


"Bagaimana kalau kita lapor polisi saja". Ucap Dylan.


"Harus nunggu 1x24 jam baru mereka bertindak". Ucap Raditya.


"Aku gak bisa membayangkan keadaan anak ku". Ucap nya lagi.


"Sabar Dit... Sabar, kendalikan diri mu". Ucap Dylan.


"Aku akan meminta bantuan teman teman ku". Ucap Dylan.


"Hmmm... ". Bisik Raditya.


"Valo... Valo.. Bangun sayang". Bisik Mika.


"Hhmmm... ". Ucap Alvaro membuka mata nya.


"Sayang, kamu buka tali yang ada di tangan kakak ya". Ucap Mika.


"Iya kak". Jawab Alvaro.


Alvaro mendekati Mika, bergerak di belakang Mika, perlahan lahan membuka tali yang mengikat tangan Mika.


Sementara 3 anak buah si penculik itu tertidur ketika sedang berjaga. Waktu sudah sangat malam.


"Sudah kak". Ucap Alvaro.


"Ok, Valo tenang ya, kakak akan bawa kamu keluar dari tempat ini, ok? ". Ucap Mika.


"Ok". Bisik Alvaro.


Akhir nya Mika bisa membuka tali tali yang mengikat tangan dan kaki nya, begitu juga dengan Alvaro.


Mereka perlahan lahan berusaha keluar dari tempat itu.


"Ssuuuutttttt..... ". Bisik Mika sambil meletakkan jari telunjuk nya di mulut nya.


Alvaro mengangguk ngangguk.


Tidak lupa mereka membawa tas kecil yang selalu di bawa Mika.


"Woy... Woy... Woy... Bangun... Kenapa kalian tidur ****". Ucap Bos si penculik.


3 orang anak buah nya terbangun.


"Bos". Ucap Jek.


"Mana anak dan ibu itu? ". Tanya Bos nya.


"Ada bos di dalam". Jawab rekan si Jek.


Mereka pun pergi mengecek tempat itu, dan ternyata Mika dan Alvaro sudah tidak ada lagi di situ.


"Dasar bodoh.... Kerjaan kalian cuma bisa tidur.... Cepat cari mereka". Perintah nya.


Bos itu sangat marah sekali.


"Baik bos". Jawab mereka serentak.


Para penjahat itu segera keluar, masuk ke mobil dan mengejar mereka.


"Kalau aku sudah menemukan mereka, akan aku makan terlebih dulu ibu nya itu..... sialan". teriak si Jek.


Sementara itu Mika dan Alvaro terus berjalan sambil bergandengan tangan.


"Aduh kak.... Valo dah gak tahan lagi, Valo capek". Ucap Valo.


"Ya udah, kakak gendong Valo ya". Ucap Mika..


.


.


.


.


.


.


Semoga Mika dan Alvaro selamat ya.


.


.


.


.


GAK BOSAN BOSAN YA AUTHOR MINTA LIKE, VOTE, KOMENT YA.... BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT.



BTW JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA... CERITA NYA JUGA GAK KALAH MENARIK LOH....