
Akhir nya mereka mengerti dan bernafas lega.
"Hahahahaha.... Jadi begitu cerita nya ya nak". Kata ayah Mika.
"Dari awal kami memang tidak setuju kamu ikut sama si Ince itu, udah tua tapi dandanan nya masih aja menor".Ucap ayah Mika.
"Ayah... ". Tegur isteri nya sambil menyenggol bahu nya.
"Benar pak, jadi saya mohon maaf atas perlakuan anak saya Alvaro". Ucap Raditya.
"Tidak apa apa tuan, justru kami sangat senang karena anak kami bertemu dengan orang yang baik seperti anda". Ucap Ayah Mika.
"Kalau begitu Mika siap kan makanan dulu ya yah bu". ucap Mika.
"mama, valo haus". Ucap Alvaro.
"Bentar ya sayang, mama bikinin dulu". Ucap Mika tanpa sadar.
"Mama? ". Ucap mereka semua serentak kaget, Raditya tersenyum sambil menunduk. Sementara Mika cuek karena dia merasa tidak sadar mengucapkan nya.
Ketika hari sudah menjadi malam....
"Tuan, ini selimut dan bantal buat tuan pakai". Ucap Mika sambil memberikan pada Raditya.
"Terimakasih Mika". Ucap nya.
Rumah orang tua Mika hanya memiliki 3 kamar yang tidak terlalu besar, cukup untuk satu ranjang meja belajar kecil dan lemari pakaian.
"Bu, Mika bobok bareng ibu ya". Ucap Mika sambil memeluk ibu nya, dia bersifat manja sekali karena sudah merindukan keluarganya, dia juga tidak memperdulikan kehadiran Raditya.
"Anak manja, gak malu sama anak asuh kamu". Ucap ibu nya sambil membelai kepala anak gadis nya itu.
"Mama, Valo juga tidul bayeng mama ya". Ucap Alvaro sambil memeluk Mika.
"Hahahahahah... Kenapa kita seperti teletubies ya, hahahaha". Ucap ibu Mika.
"Tinggal tambah satu lagi nih biar lengkap personil nya". Ucap mama Mika.
"Tuan Radit mau ikut? ". Tanya Mika ceplos.
"Eeeeee.......??? ". teriak semua penghuni di situ,
Sementara Raditya merasa malu.
Tiga laki laki hanya menatap sambil menggelengkan kepala nya.
Akhir nya, Raditya tidur sendiri di kamar Mika, Dimas tidur di ruang depan, Mika, ibu dan Alvaro tidur di kamar ibu nya, ayah Mika tidur di kamar satu lagi.
Raditya tidak bisa tidur, dia penasaran dengan isi kamar yang Mika pakai sebelum nya. Dia berdiri sambil melihat lihat koleksi foto di atas meja, tampak Mika memakai seragam Sma dengan rambut panjang yang di gerai berfoto bersama ke dua teman laki laki di sekolah nya.
Ada juga foto Mika memakai pakaian olahraga sambil memegang bola basket.
Sekilas Raditya tersenyum kecil. Dia membuka buka buku yang tertata rapi di rak nya.
Saat Raditya menarik salah satu buku, tiba tiba satu buku kecil berwarna pink jatuh mengenai kaki nya.
Raditya segera mengambil nya dan membuka halaman pertama nya.
"mmm... Buku harian ya... ". Ucap Raditya tersenyum kecil sambil mengangguk kepala nya.
Dia membuka buka halaman buku itu. Ada satu halaman yang membuat dia tertarik untuk membaca nya, dengan judul 'AKU SUKA'. Dengan serius Radit membaca nya.
Bahkan ada potongan potongan foto yang di tempel kan dalam halaman kertas itu.
Sesekali dia mengernyitkan kening nya.
Hingga akhir nya dia mengantuk.
Dikamar ibu nya......
"Mika, bagaimana dengan teman teman mu yang di bawa tante Ince itu? ". Tanya Ibu Mika.
"Mika juga gak tahu ma, terakhir waktu Mika pergi, di situ ada Siti, Lilis dan beberapa yang Mika tidak kenal". Ucap Mika sambil mengelus kepala Alvaro. Alvaro tidur di tengah tengah Mika dan ibu nya.
"Terus kamu nekat masuk ke mobil papa nya? ". Tanya Ibu nya sambil menunjuk ke Alvaro yang sudah terlelap.
"Iya bu, habis Mika gak tahu lagi mau kemana, kebetulan pintu mobil nya gak di kunci, jadi Mika masuk aja". Ucap nya mengangguk.
"Tapi nanti kamu balik lagi ke sana? ". Tanya ibu nya.
"Iya , maka nya mereka ikut Mika kesini". Jawab Mika sambil menguap.
"mmm.... Tidur lah, kau pasti sudah lelah sekali".
Malam itu semua nya tertidur. Hanya suara jangkrik di tengah malam yang terdengar.
Pagi pagi sekali sudah terdengar suara sibuk di dapur. Mika dan ibu nya sedang bersiap siap memasak.
Sementara Raditya duduk bersama ayah Mika sambil minum kopi dan makan singkong rebus.
"Istri tuan Raditya ada di mana? ". Tanya ayah Mika.
"Saya bercerai dengan nya pak, tidak ada kecocokan di antara kami". Ucap Radit.
"Mmm.... ". Ucap Ayah Mika sambil menganggukan kepala nya.
"Ya begitu lah hubungan pernikahan tuan, beda ketika sedang berpacaran, kalau berpacaran masih ada rasa mengejar dan di kejar, masih ada malu malu tapi mau, hahahaha". Ucap ayah Mika sambil tertawa.
Raditya hanya tersenyum.
"Memang benar". Gumam nya dalam hati.
"kakek.....kakek lagi makan apa? ". Tanya Alvaro menghampiri ayah Mika dan papa nya.
"Hahahaha.... Kakek lagi makan singkong nak". Ucap nya sambil menggendong Alvaro ke pangkuan nya.
"Apa enak?". Tanya nya lagi.
"Enak donk, Valo coba aja". Tawar ayah Mika pada Alvaro.
Alvaro mengambil dan memakan nya.
"Bagaimana? ". Tanya Ayah Mika.
"Enak kek". Jawab Alvaro sambil terus mengunyah.
"kamu pelan pelan makan nya, nih jadi belepotan kan". Ucap 'kakek' nya sambil membersihkan sekitar mulut Alvaro.
"Hehehheehehe". Tawa Alvaro.
"Keluarga yang hangat sekali". Gumam Raditya.
"Ayah, Dimas, tuan Raditya mari kita sarapan dulu". Panggil Mika.
"Mama, Valo gak di panggil ya". Ucap Alvaro yang masih di gendong 'kakek' nya.
"Valo, ayo sarapan nak". Ucap Mika lembut.
"Iya mama... Valo sama kakek datang". Ucap Valo manja.
Menu yang di hidang kan adalah terong sambalado, sambal teri kacang, lalapan dan beberapa makanan sederhana lain nya.
Sebelum mereka makan, Raditya mengajak mereka untuk berfoto dulu sebagai kenang kenangan. Semua dengan gaya masing masing nya.
Puas berfoto, barulah mereka melanjutkan sarapan nya.
Mereka sangat lahap memakan nya.
"Nenek, masakan nenek enak, Valo mau nambah lagi". Ucap Alvaro.
"Ini mama Mika yang masak". Jawab 'nenek'nya.
"Nenek cuma bantu bantu aja kok". Ucap 'nenek' nya lagi.
"Kapan kalian kembali ke jakarta lagi nak? ". Tanya mama Mika pada Raditya.
"Besok pagi kami udah harus berangkat bu". Jawab Raditya.
"Wah... cepat sekali ya, tinggal lah sedikit lama di sini, kami masih merindukan Mika". Pinta ibu Mika.
"Bu, tuan Raditya masih punya banyak pekerjaan, kalau tinggal di sini lebih lama, nanti pekerjaan nya jadi lebih banyak menumpuk". Ucap Mika.
"Nanti kalau ibu dan bapak ada waktu, datang lah ke jakarta, nanti biar saya yang jemput". Ucap Raditya.
"Ah... benar kah? ". Ucap Ibu Mika.
"Benar bu, nanti tinggal di kabarin saja". Jawab nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMENT YA.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA, CERITA NYA GAK KALAH MENARIK KOK