MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 43



"Jadi kau sudah bicara sama Mika? " tanya Dylan.


"Iya. " jawab Raditya.


"Lalu, apa jawaban nya? " tanya Dylan.


"Dia menyetujui nya. " ucap nya bangga.


"Bukan karena kau mengancam nya kan? " tanya Dylan meledek.


"Apa kau pikir aku sejahat itu? " tanya Raditya kesal.


"Terus, apa dia mencintai mu? " tanya Dylan lagi.


"Mmmm.... Belum sih, tapi aku akan berusaha buat dia bisa mencintai ku. " ucap Raditya.


"Apa kau mencintai nya? " tanya Dylan serius.


Raditya diam. Dia pun tidak tahu apa yang ada dalam pikiran nya.


"Woy... Dit? " tanya Dylan.


"Di tanya malah diam, kenapa? " tanya Dylan.


"Aku.... Aku juga belum tahu sih? " jawab Raditya.


"Aku gak tahu, apa aku sudah jatuh cinta atau apa? " gumam Raditya.


"Kau belum tahu? Terus alasan kau mengajak nikah Mika apa? " tanya Dylan.


"Itu.. Karena aku membutuhkan nya, Alvaro juga membutuh kan nya." jawab Raditya.


"Lagi pula, kalau aku mencintai nya nanti, tidak akan terlambat kan? Karena aku sudah menikah dengan nya, dan dia sudah menjadi milikku. " ucap nya lagi.


"Tapi, kau jangan mempermainkan atau menyakiti nya, aku yakin dia itu gadis yang baik. " ucap Dylan.


"Walaupun misal nya aku belum mencintai nya, tapi aku tidak ada niat untuk mempermainkan atau menyakiti nya, lagi pula aku kan sudah bilang, kalau aku dan Alvaro membutuhkan nya. " ucap Raditya yakin.


"Bagus lah, terus kapan kalian menikah? " tanya Dylan lagi.


"Sabtu depan aku akan pergi melamar nya, kami akan pergi kerumah nya. " jawab Raditya.


"Tapi, apa kau sedang tidak ada pekerjaan di sini? Ngobrol aja kerjaan nya. " ucap Raditya.


"Ok.. Ok.. Aku tahu maksud mu, aku akan pergi. " ucap Dylan.


"Mmmm... Pergi lah. " ucap Raditya menatap laptop nya.


Dylan pergi meninggalkan Raditya yang masih sibuk bekerja.


Ttttuuuuttt.... Ttttuuuttt.... Tttuuuttt...


"Halo tuan?" ucap Mika mengangkat telepon dari Raditya.


"Mika, aku kan udah bilang, jangan panggil aku ' tuan '. " ucap Raditya.


"Mmm... Ba.. Baiklah tu... Eh... Raditya. " ucap Mika gugup.


"Apa yang sedang kalian lakukan? " tanya Raditya.


"Saya dan Alvaro di taman, sedang menemani nya main ayunan tu... Eh.. Raditya. " jawab Mika.


"Hhhmmm.... Seperti nya kau masih belum terbiasa memanggil ku dengan sebutan nama ya, apalagi kalau panggilan ' sayang' ." ucap Raditya.


"Aku ingin bicara dengan anak kita donk. " ucap Raditya sedikit menggoda.


Mika tersenyum kecil.


"Iya Dit, aku panggilkan dulu anak kita. " ucap Mika ikut tertawa kecil.


"Hahahahaha.... " tawa Raditya.


"Mika.. Mika... Lucu banget sih kamu. " gumam Raditya.


Mika menghampiri Alvaro yang sedang berada di ayunan.


"Sayang, papa mau ngomong sama kamu. " ucap Mika memberikan telepon pada Alvaro.


"Hallo papa. " jawab Alvaro.


"Hallo sayang, kamu lagi apa nak? " tanya Raditya.


"Lagi main ayunan pa? " jawab anak nya.


"Udah makan siang? " tanya nya lagi.


"Udah pa, papa udah makan siang? " tanya Alvaro.


"Belum nak." jawab nya.


"Mama Mika, papa belum makan siang nih. " ucap Alvaro berbicara pada Mika yang berada di samping nya, tapi masih memegang telepon nya.


"Papa, kata mama Mika, kenapa belum makan? " tanya Alvaro.


"Mau nya di suapin sama mama Mika nya. " ucap Raditya senyum.


"Ma, kata papa, papa mau nya di suapin sama mama Mika" ucap Alvaro polos.


"Haaaa...? " Mika kaget.


"Mama mana bisa suapin papa nya makan sayang" jawab Mika malu.


Alvaro pun menyampaikan ucapan Mika ada papa nya.


"Iya gak papa sayang, tapi bilang sama mama Mika nya, nanti malam harus suapin papa makan, hehehehe. " ucap Raditya.


Alvaro pun kembali menyampaikan pesan papa nya pada Mika.


Mika hanya tersenyum malu, Alvaro pun ikut tertawa.


"Bagaimana ma? " tanya Alvaro.


Mika menganggukkan kepala nya tanda dia menyetujui nya.


"Pa, kata mama Mika, dia mau. " ucap Alvaro.


"Hehehe, ok lah, sekarang papa makan siang dulu ya, oh ya, bilangin sama mama nya, jangan lupa makan siang juga. " ucap Raditya.


"Iya papa. " jawab Alvaro.


Telepon pun diakhiri.


Seorang pemuda berwajah tampan sedang duduk sambil merokok, habis mandi dan memakai jubah mandi nya.


Duduk di sofa yang empuk, di samping ranjang yang mewah. Memandangi seorang wanita yang tertidur telungkup. Tubuh nya di tutupi selimut mulai dari pinggang sampai betis wanita itu. Wanita itu sebenar nya telanjang di balik selimut itu


"Hhhuuufff.... " Laki-laki itu membuang asap rokok nya ke atas, sesaat melihat wanita yang masih tidur itu


Tidak berapa lama, wanita itu terbangun, mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Kau sudah bangun Adrian? " Tanya Clara, wanita yang baru bangun dari tidur nya.


Laki-laki bernama Adrian Jhon, tidak menjawab nya. Hanya melemparkan tatapan murahan nya pada Clara.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu Adrian? " tanya Clara.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat wajah mu yang murahan itu, hahahaha. " jawab Adrian.


"Apa maksud mu berkata seperti itu? " tanya Clara tidak senang.


"Hahahaha.... Ayolah Clara, apa kau tersinggung dengan kata-kata ku? " tanya Adrian. Dia berdiri mendekati Clara yang masih duduk di ranjang sambil menatap nya.


Clara tidak menjawab, dia hanya terdiam dengan perkataan Adrian.


"Kau harus sopan berbicara dengan ku Adrian. " ucap Clara menahan kesal.


"Hahahaha.... Kau lucu sekali sayang. " ucap Adrian.


Adrian menyentuh rambut Clara dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan nya masih memegang rokok yang masih menyala.


"Apa yang aku katakan tadi...salah? " bisik Adrian di telinga Clara.


Adrian mencium pipi Clara, menggigit kecil telinga nya. Perlahan-lahan mulut Adrian beralih ke arah bibir Clara.


Adrian hendak mencium bibir Clara, tapi Clara mendorong tubuh Adrian.


Tenaga nya hanya bisa sedikit mendorong tubuh Adrian ke belakang.


Adrian membuang asap rokok nya di hadapan Clara, sehingga membuat nya batuk karena asap itu.


"Menjauh dari ku Adrian, asap rokok mu mengganggu ku. " ucap Clara.


"Kenapa? Bukan kah kau juga perokok? " tanya Adrian.


"Aku tidak suka bau rokok mu itu, uhukk... Uuhhukk.... " ucap Clara sambil mengibas kan asap rokok nya.


"Baik lah sayang. " ucap Adrian. Dia berdiri menjauh dari Clara.


Pukul 17.10 Wib....


Raditya keluar dari ruangan nya.


"Wah... Big boss kita sudah mau pulang ya, semangat banget nih. " ledek Dylan yang melihat Raditya dengan senyum di wajah nya.


"Tentu harus semangat lah, bertemu dengan calon isteri dan calon ibu dari anak ku.. Hahahahaha. " ucap Raditya.


"maka nya kau cepat menikah, biar kau tahu rasanya bagaimana. " ucap Raditya.


"Aku tidak memiliki pacar, tadi nya mau mendekati Mika... Tapi kau.... " ucap Dylan yang berhenti bicara karena melihat tatapan sinis dari Raditya.