
Mika dan Alvaro menuju toko kue yang juga memiliki ice krim. Adrian pun ikut serta.
"Mama, Valo mau ice krim rasa Vanilla. " pinta Alvaro.
"Iya sayang, mama pesanin ya. " ucap Mika.
"Biar saya saja yang pesan Mika, sekalian mau pesan minum juga. " Adrian menawarkan diri.
"Tapi...
"Kau mau pesan apa? " tanya Adrian memotong kalimat Mika dengan cepat.
"Tidak usah repot-repot Adrian. Biar aku saja yang memesan nya. " Mika langsung berdiri menuju tempat untuk memesan.
Adrian hendak menyusul Mika.
"Maaf tuan Adrian, biar nyonya Mika yang membeli nya." bi Sri menahan tangan Adrian.
"Aku hanya ingin memesan minuman juga untuk ku. " Adrian memberikan alesan.
"Biar saya yang membeli nya. Anda mau mesan minuman apa? " tanya bi Sri menahan kesal.
"Hhhmmm.... " Adrian tetap pergi menyusul Mika.
Membuat bi Sri semakin marah.
"Apa sudah memesan Mika? " tanya Adrian di belakang Mika.
Mika melihat asal suara. Jarak nya dengan Adrian sangat dekat. Segera dia bergeser agak sedikit jauh.
CCEKKKRRREEEKKK..... CCCCEEEKKKKREREEEKKK......
Seseorang mengambil foto Mika dan Adrian secara sembunyi-sembunyi.
"Maaf tuan Adrian, anda jangan terlalu dekat. Saya tidak suka. " ucap Mika.
"Kenapa? saya tidak mengganggu kan? " tanya Adrian.
"Terus terang anda mengganggu saya. Saya tidak mau ada yang salah paham antara kita. " jelas Mika.
"Siapa yang salah paham? " tanya Adrian.
Mika menahan kekesalan nya. Di coba untuk bersabar.
"Ini mba pesanan nya. " kasir memberikan pesanan.
"Terimakasih mba. "Mika menerima nya dan segera membawa menuju meja tempat Alvaro dan bi Sri duduk.
"Sayang ini ice krim nya. Ini buat bi Sri. Dan ini buat mama. " Mika membagikan pesanan.
"Mama, rasa apa? " tanya Alvaro.
"Rasa cokelat." jawab Mika.
***********
"Kerja yang bagus. Segera kirim kan foto nya ke nomor 0856xxxxxxxx. " ucap Clara.
"Baik nyonya bagaimana dengan pembayaran nya? " tanya mata-mata itu.
"Aku akan transfer. cepat kirim kan. Lalu kau jangan lupa untuk memblock nya langsung. Kalau perlu buang saja kartu nya. "suruh Clara.
"Baik nyonya. " jawab orang itu.
Obrolan mereka berakhir. Mata-mata yang di kirim kan Clara berhasil menangkap adegan Mika dengan pria lain.
"Hahahahaha..... sebentar lagi hubungan pernikahan kalian akan hancur. Tidak akan aku biarkan kalian hidup dengan tenang." begitulah rencana Clara.
***********
DDDDRRRRTTTTTT......
Seluler Raditya berdering. Tampak ada kiriman pesan melalui WA.
"Foto? foto siapa? " gumam Raditya melihat foto terkirim sebelum di buka.
"Apa? kenapa Mika dan Adrian bisa bersama? " gumam Raditya.
"Apa yang mereka lakukan? " gumam nya lagi.
Dia mencoba memghubungi nomor si pengirim foto, namun sudah tidak aktif.
Di coba lagi memghubungi dengan nomor yang lain, tetap tidak aktif. Raditya sangat marah dengan foto itu.
"Hallo mas Radity. " Mika menjawab panggilan telepon nya.
"Mika, kamu di mana sekarang? " tanya Raditya dengan nada kesal.
"Aku... aku sedang berada di sebuah toko kue mas. Kenapa? " jawab Mika.
"Dengan siapa kau pergi? " tanya Raditya lagi.
"Bi Sri dan pak Sutrisno, juga Alvaro. " jawab Mika.
"Berikan alamat mu di mana, aku akan segera kesana, jangan kemana-mana. " ucap Raditya.
"Baik mas. " jawab Mika.
Setelah mengakhiri panggilan, Raditya segera meninggalkan ruangan nya dan menuju lokasi tempat Mika.
Semua karyawan takut melihat ekspresi Raditya. Ekspresi marah.
"Siapa ma? " tanya Alvaro.
"Papa kamu sayang. Kata nya mau datang kesini menjemput kita." ucap Mika.
"Assiikkk.... papa jemput. Valo senang deh. " ucap Alvaro.
"Apa? Radit mau kesini? mau ngapain dia kesini? " gumam Adrian tidak senang.
"Mika, kalau begitu saya kembali ke kantor dulu. Masih ada urusan pekerjaan." ucap Adrian.
"Apa tidak mau bertemu dengan mas Raditya? " tanya Mika.
"Lain kali saja. hehehehe. Saya terburu-buru. " ucap Adrian.
"Baik kalau begitu. Hati-hati di jalan. " ucap Mika.
Adrian membalas sambil tersenyum.
"Kenapa gak pergi nya dari tadi sih? " gumam bi Sri.
"Ma, nanti kita beli lagi ya buat di bawa pulang. " pinta Alvaro.
"Iya sayang. " Mira sambil memakan ice krim nya.
Sekitar 20 menit kemudian, saat Mika dan Alvaro sedang memilih kue, Raditya datang.
"Mana dia? " gumam nya mencari sosok Adrian.
"Mika. " panggil nya sedikit suara keras.
Mika menoleh melihat Raditya.
"Papa? " Sapa Alvaro.
"Mas sudah datang? " Mika menghampiri suami nya.
"Kau bertemu dengan siapa tadi? " tanya Radity.
"ooohhh.... tadi dengan Adrian. Dia baru saja pergi ke kantor nya. " jawab Mika.
"Untuk apa dia datang? " tanya nya lagi.
"Kata nya sih ada urusan pekerjaan. Kenapa mas? " tanya Mika.
"Kenapa dia bisa berbicara dengan mu? sejak kapan? " tanya Raditya.
"Sebelum kita nikah, kami sudah pernah bertemu. Bi Sri dan pak Sutrisno juga ikut kok. " ucap Mika menunjuk bi Sri.
Raditya melempar pandangan nya pada bi Sri yang gugup dan panik.
"Mulai sekarang jangan pernah temui laki-laki manapun. Siapapun itu. " Lucifer memperingati Mika.
"Kenapa? " tanya Mika.
"Aku tidak senang." jawab Radiya.
"Apa mas cemburu? " ledek Mika.
"Mas, walaupun pernikahan kita terkesan terburu-buru, bukan berarti aku tidak serius. Aku tidak mungkin mempermainkan mas, atau laki-laki lain. " ucap Mika.
"Selama mas percaya sama aku, aku juga akan percaya pada Mas." ucap nya lagi.
"Baik lah. Maafkan atas sikap ku." Raditya sadar akan kecemburuan nya.
"Tidak apa-apa. Mumpung mas sudah ada di sini. Sebaik nya kita memilih kue untuk di bawa pulang. " ucap Mika sambil tersenyum.
"Apa kau tidak marah pada ku? " tanya Raditya.
"Untuk apa? jika suami sedang marah, si isteri tidak boleh ikutan marah. Gak baik. Benarkan bi Sri? " Mika menunjuk bi Sri.
"Benar nyonya. " jawab bi Sri pasti.
"Benar yang kau katakan sayang, aku tidak boleh cemburu dan marah pada mu. Kita harus saling mempercayai. " gumam Raditya.
**********
"Kalau seandai nya si Radit tidak datang, aku bisa lebih lama bersama Mika. Dasar pengganggu. " gumam Adrian di dalam mobil.
"Bagaimana? sudah kau lakukan?" tanya Clara menunggu hasil kerja orang suruhan nya.
"Sudah nyonya. " jawab nya.
"Baik, bayaran mu sudah ku transfer. "ucap Clara.
Panggilan pun di akhiri. Clara merasa sangat senang sebelum mendengar hasil akhir nya.
Clara menghubungi Adrian, berkali-kali tapi tidak ada jawaban.
"Kemana sih Adrian? kenapa dia tidak mengangkat telepon ku? " tanya Clara.
"Adrian, aku ingin bertemu dengan mu. Tolong balas pesan ku atau angkat panggilan ku. " isi pesan WA dari Clara untuk Adrian.
Sementara itu....
"Untuk apa Clara menghubungiku? sebaiknya aku jaga jarak dengan nya. Wanita gila." ucap Adrian.
"Pak Sutrisno dan bi Sri, satu mobil saja ya. Biar saya yang bawa Mika dan Alvaro. " ucap Raditya.
"Baik tuan." jawab bi Sri dan pak Sutrisno serentak.