
Raditya, Mika dan Alvaro sudah tiba di rumah.
Seperti biasa, Alvaro tidak mau di gendong selain mama Mika.
Dan Raditya tidak merasa keberatan.
"Mika, kau bawa Alvaro ke kamar nya, biar dia istirahat, dan kau pun sebaik nya istirahat saja. " ucap Raditya.
"Baik tuan. " jawab Mika.
Mika Membawa Alvaro menuju kamar nya.
Sementara Raditya masih melihat kepergian Mika menuju kamar Alvaro.
Tidak beberapa lama, Raditya menuju kamar nya.
"Ada apa Dylan? " tanya Raditya sedang berbicara dengan Dylan melalui panggilan telepon nya.
"Radity, ada yang mau aku beritahukan. " ucap Dylan.
"Iya, ada apa, beritahukan saja. " kata Raditya sambil membuka kemeja nya.
"Begini Dit, penjahat yang berusaha menculik Alvaro, sudah di bebaskan dari penjara. " ucap Dylan.
"Apa yang kau bilang? Bagaimana bisa? Siapa yang membebaskan mereka? " tanya Raditya beruntun.
"Aku juga tidak tahu siapa yang membebaskan mereka, yang jelas, ada orang hebat di belakang nya. " ucap Dylan.
"Apa pihak kepolisian tidak memberikan informasi tentang mereka? " tanya Raditya.
"Mereka cuma bilang, ada pengacara hebat yang menjamin kebebasan penjahat itu, hanya itu saja yang mereka tahu. " jawab Dylan.
"Sialan..... " ucap Raditya kesal.
"Aku rasa ada seseorang yang kenal dengan anakku, maka nya mereka berniat menculik nya. " ucap Raditya.
Dylan sejenak diam.
"Radit, apa menurut mu ini semua perbuatan Clara mantan isteri mu? " tanya Dylan.
Raditya kaget dan diam mendengar ucapan Dylan.
"Apa benar itu? " gumam Raditya.
"Entah lah, aku tidak tahu, tapi kalau memang benar ini semua perbuatan si Clara, aku akan bikin perhitungan buat nya. " ucap Raditya.
"Tapi kau harus tetap hati-hati Dit, aku takut nya mereka akan melakukan itu lagi. " ucap Dylan menasehati Raditya.
"Aku tahu itu. " ucap Raditya.
"Baiklah kalau begitu, telepon nya aku tutup dulu, aku masih ada urusan lagi. " ucap Dylan.
Mereka pun mengakhiri obrolan nya.
Setelah Mika membaringkan Alvaro di ranjang anak asuh nya, dia pun kembali ke kamar nya.
Dia membaringkan tubuh nya di ranjang.
"Siapa lagi ya yang berusaha menculik den Alvaro? Kok jahat banget ya, tega dengan anak kecil? " gumam Mika menatap langit-langit kamar nya.
"Aku mandi dulu lah, bau asem. " ucap Mika.
Beberapa jam kemudian Alvaro bangun dari tidur nya.
Dia keluar dari kamar nya, lalu menuju kamar Mika.
"Mama Mika.... Ma.... " panggil Alvaro mengetuk pintu kamar Mika.
"Iya sayang, bentar ya. " ucap Mika.
Mika berlari dari kamar mandi habis memakai kan pakaian nya.
"Sayang, kamu udah bangun? " tanya Mika membuka pintu.
"udah ma, mama Valo mau mandi. " ucap Alvaro sambil mengucek mata nya yang baru bangun tidur.
"Valo mau mandi, ya udah ayo mama mandikan kamu. " Ucap Mika sambil menggendong Alvaro menuju kamar Alvaro.
Raditya juga sudah selesai mandi, keluar kamar dan melihat Mika sedang menggendong Alvaro.
"Valo, kamu udah bangun nak? " tanya Raditya mengusap rambut anak nya dalam gendongan Mika.
"Udah donk pa, Valo mau mandi dulu." ucap Alvaro.
"Ya udah kamu mandi dulu ya, biar gak bau. " ucap Raditya.
"Permisi tuan, saya mandiin Alvaro dulu. " ucap Mika.
"Mika, habis kamu mandiin Alvaro kamu ke ruangan ku ya. " suruh Raditya.
"Baik tuan." ucap Mika. Mika pergi membawa Alvaro.
Raditya pergi ke ruangan nya.
"Ada apa ya tuan Raditya memanggilku ke ruangan nya? Apa tuan mau bertanya pada ku tentang masalah penculikan itu? " gumam Mika sambil membasuh Alvaro.
"Mama, kenapa? Kok bengong? " tanya Alvaro.
"hehehe... Tidak apa-apa kok sayang. " ucap Mika.
"Shampoo nya gak kena mata nya kan? " tanya Mika.
"Gak." ucap Alvaro menggelengkan kepala nya.
"Kan Valo tutup mata. " ucap Alvaro.
Alvaro sangat senang sekali mandi, padahal sebelum Mika datang, Alvaro paling gak suka mandi.
Tapi ketika Mika datang, dia sangat senang dan bahagia. Alvaro membuat busa dari sabun yang ada di tubuh nya.
"Mama, lihat, balon nya besal kan... " Ucap Alvaro sambil menunjukkan balon yang tercipta dari busa sabun yang dia buat.
"Iya sayang." ucap Mika.
Alvaro iseng, menempelkan busa yang ada di rambut nya ke wajah Mika.
"Ya.. Aduh.. Mama kena busa nya sayang. " ucap Mika.
"Hahahahaha..... " tawa Alvaro.
"Hahahahaha..." tawa Mika juga. Mereka tertawa bersama.
Raditya mendengar suara tawa mereka, dia tersenyum. Karena dia senang mendengar suara tawa Alvaro dan Mika. Padahal sebelum nya dia selalu mendengar suara tangisan anak nya.
Kamar Raditya berada persis di samping kamar Alvaro dan Mika. Kamar Raditya di tengah-tengah antara kamar Alvaro dan Mika.
"Aku senang anak ku tertawa, bukan menangis, dan aku juga senang dengan mu Mika." gumam Raditya.
"Aku sudah yakin akan keputusan ku, aku tidak akan menyesal. " gumam Raditya.
Raditya duduk ruangan nya.
Mika sudah selesai memandikan Alvaro. Segera memakaikan pakaian nya.
Setelah Alvaro selesai mandi dan di pakaikan pakaian, Alvaro dan Mika turun ke bawah, nonton tv di ruangan dekat dapur.
"Kenapa lama sekali, apa dia lupa yang aku bilang tadi? " gumam Raditya.
"Mama, Valo lapal. " ucap Alvaro.
"Mama bikin kan makanan nya ya, kamu tunggu di sini. " ucap Mika.
Mika pergi ke dapur menyiapkan makanan buat anak asuh nya.
"Apa yang sedang dia lakukan? Apa dia ketiduran? "gumam Raditya yang masih menunggu kedatangan Mika di ruangan nya.
"Sayang, makanan nya udah datang. " Ucap Mika.
Mika menyuapi Alvaro makan. Alvaro sangat melahap nya, dia sangat lapar sekali.
"Mama, lagi. " pinta Alvaro, karena makanan yang di mulut nya sudah habis.
Mika memasukkan makanan lagi kemulut Alvaro.
"Akkh...bener-bener dah Mika, lagi ngapain sih, kan aku hanya minta waktu nya sebentar aja. " gumam Raditya tidak sabaran.
Dia keluar dari ruangan nya, beranjak menuju kamar Alvaro. Saat dia menuju kamar anak nya, dia melihat Alvaro dan Mika ada di bawah.
"Apa? Ternyata Mika sedang menyuapi Alvaro makan? " gumam Raditya.
"Apa yang aku pikirkan? " gumam Raditya.
Raditya turun ke bawah, Mika melihat nya.
"Sore tuan" ucap Mika.
Raditya hanya menatap cuek, sebenar nya dia tidak mau marah, tapi entah kenapa dia kelihatan sedang ngambek.
"Tuan, maafkan saya, tadi nya saya mau ke ruangan tuan, tapi den Alvaro mau makan, jadi saya kasih makan dulu den Alvaro nya. " ucap Mika.
"Apa, jadi dia ingat? " gumam Raditya.
"Apa-apaan ini... Aku pikir Dia lupa. " gumam nya lagi.
"Hahahahaha. " tawa Raditya dalam hati.
"apa tuan marah? " yanya Mika yang merasa kalau wajah tuan nya sedang kesal.
"Tidak, aku tidak apa-apa. " jawab Raditya.
"Apa yang aku lakukan, aku gak mau Mika merasa bersalah pada ku, aku senang dia lebih mementingkan Alvaro dari pada aku. " gumam Raditya.
"Papa.... " Alvaro memanggil papa nya.
"Iya sayang, kamu pelan-pelan makan nya, biar gak keselek. " ucap Raditya.
TINGGALIN JEJAK LIKE, FAVORITE N KOMENT NYA YA... GRACIASSSS....