
"Sudah... sudah... pengantin laki-laki nya sudah datang, sebaik nya kita keluar saja dulu, berikan waktu buat mereka berdua ini. " ucap Hermawan.
"Benar, ayo... " ucap Mona mama Raditya.
"Sayang, kamu ikut nenek ya. " ucap ibu Mika menggendong Alvaro.
Raditya melihat semua keluarga nya bergegas keluar kamar, sesekali tatapan nya melihat Mika yang juga mengamati nya.
"Lakukan dengan pelan-pelan ya nak, hehehehehehe. " bisik Hermawan di telinga putra nya.
Raditya melirik kesal pada papa nya.
Hingga di dalam kamar itu hanya tinggal Mika dan Raditya.
Raditya mendekati Mika yang duduk di ranjang, masih memakai pakaian pengantin nya. Tampak terlihat dengan jelas, Mika gugup dan panik. Raditya semakin mende
kat secara perlahan sambil menatap wajah isteri nya itu.
"Siapa yang mandi duluan? kamu? aku? atau... kita mandi bersama? hhheemmm... ?" bisik Raditya di telinga Mika.
Keringat mengalir di kening Mika, Raditya mengusap keringat itu dengan telapak tangan nya, di hadapan Mika Raditya duduk di atas ranjang.
"Sa... saya saja yang mandi duluan Dit, " ucap Mika bergegas turun dari ranjang nya langsung menuju kamar mandi nya.
"Hehehehe" tawa Raditya kecil melihat tingkah isteri nya.
Mika tidak lupa membawa handuk dan jubah mandi nya.
Raditya menunggu sambil memainkan Hp nya, beberapa saat kemudian menyalakkan Tv nya, beberapa kali mencari saluran acara, tapi tetap saja bosan.
30 menit an, masih saja isteri nya belum keluar dari kamar mandi. Akhir nya dia menuju kamar mandi.
Tokk... Tok.. Ttokk..
"Sayang, apa kamu belum selesai? " tanya Raditya di balik pintu.
"Be... belum... sebentar lagi.. aakkhhh... ck... " jawab Mika.
"Berapa lama lagi, aku sudah sangat berkeringat nih, udah risih. " jawab Raditya sambil mengecek tubuh nya.
"Seb... sebentar lagi. " ucap Mika.
Raditya diam, dia masih memberikan waktu untuk Mika.
"Aneh... udah lama di dalam kamar mandi, tapi kok tidak kedengaran suara air? apa yang dia lakukan? " gumam Raditya merasa panik.
"Sayang, kamu sebenar nya sedang apa? " tanya Raditya.
Masih tidak ada suara.
"Sayang? apa kamu baik-baik saja di dalam? " tanya Raditya sambil mengetuk pintu.
"Kalau kamu tidak membuka pintu nya, aku buka paksa nih." ucap Raditya.
"Jangan... jangan... aku akan membuka pintu nya. " jawab Mika.
"Syukur lah dia masih bersuara. " gumam Raditya.
Cekllek...
Mika membuka pintu, dengan wajah kelelahan penuh dengan keringat.
"Ada apa dengan mu? kamu kenapa? " tanya Raditya yang sangat panik.
"Aa... aku tidak apa-apa" jawab Mika.
"Lalu? kenap kamu masih pakai baju pengantin nya? apa kamu gak mau membuka nya ya? hehehe" ucap Raditya.
"Aaa.... a... aku tidak bisa membuka nya. " jawab Mika malu.
"Ooohhh.... jadi dari tadi kamu lama di dalam, karena ini ya... aku pikir kamu lagi ngapain" ucap Raditya melihat pakaian Mika yang belum terbuka sama sekali.
"Iya, aku sudah berusaha membuka nya, tapi tidak bisa. " ucap Mika.
"Baiklah... baiklah... sini aku bantu membuka nya." ucap Raditya.
"Jangan... biar aku saja." ucap Mika.
"Kamu tenang saja, sini.. " ucap Raditya membalikkan tubuh Mika.
Pakaian pengantin yang di pakai Mika memiliki kancing yang harus di lepas satu persatu setelah resleting nya di buka.
Satu persatu Raditya membukakan kancing baju isteri nya.
"Kita itu sekarang sudah menjadi suami isteri, kamu tidak usah malu meminta bantuan ku." ucap Raditya berbicara sambil membuka kancing baju.
Mika masih diam.
Mika masih diam.
"Sayang, apa kamu mendengar ku, hheemmm? " tanya Raditya mendekat kan mulut nya di belakang telinga Mika.
Mika merasa geli, apalagi terasa hembusan nafas dari suami nya.
"Aaku mengerti Dit" jawab Mika gugup.
"Dan mulai sekarang, kamu harus memanggilku, 'sayang, atau suami ku' ." ucap Raditya.
"Mmmm" balasan Mika.
"Apa itu 'mmmm' ?" tanya Raditya.
"Aaa... aaa.. aku mengerti... " ucap Mika.
"Mengerti? " ucap Raditya seperti masih menunggu lanjutan kalimat Mika.
"Aaa.. aku mengerti... sa... sa.... sayang.. " ucap Mika gugup merasa malu.
"Hehehehehe.... bagus... " ucap Raditya.
Akhir nya seluruh kancing baju sudah selesai di buka.
"Nah... kalau sebelum nya kamu minta bantuan ku, pasti jadi lebih cepat kan? " ucap Raditya sambil membalikkan tubuh Mika, sehingga wajah mika berhadapan dengan nya.
"Maafkan aku.. aku udah membuang-buang waktu. " ucap Mika sedikit menunduk.
"Tidak apa-apa, itu bukan masalah kok. " ucap Raditya menggeserkan anak rambut di kening isteri nya.
"Sekarang mandi lah, tapi jangan lama-lama ya, hehehehehe. " ucap Raditya menyentuh ujung hidung isteri nya itu.
Mika menganggukkan kepala nya, pergi kekamar mandi lagi untuk melanjutkan mandi nya. Sementara Raditya kembali duduk di ranjang nya sambil menunggu.
****************************
Orang tua Mika berada dalam satu kamar, sementara orang tua Raditya berada salam satu kamar lain nya. Alvaro berada dalam kamar oma dan opa nya.
"Sayang, sekarang kamu sudah memiliki mama baru. " ucap oma nya.
"Kamu jangan nakal sama mama nya ya, biar mama nya gak marah sama kamu. " ucap oma nya lagi.
"Iya oma, Valo akan mendengarkan nasehat oma, hehehehe" ucap Alvaro yang berada di pangkuan oma nya.
"Nasehat papa dan mama harus di turuti, semua nya untuk kebaikkan Alvaro. " ucap opa nya yang duduk di samping mereka.
"Nanti, Valo punya dedek donk oma? " tanya Alvaro.
"Valo mau gak punya dedek? " tanya oma nya.
"Iya donk, biar ada temen Valo, temen main, temen tidur, hehehehehehe. " ucap Alvaro.
"Doain aja, biar mama nya cepat ngasih dedek. " ucap Mona.
"Karena ini sudah malam, sebaiknya Alvaro bobok ya. " ucap opa nya.
"Iya opa, opa sama oma juga bobok, biar gak sakit. " ucap Alvaro.
"Baik sayang." ucap oma dan opa nya.
********************************
"Jadi itu adalah anak mu Clara? " tanya Adrian pada Clara.
Clara masih diam sambil meminum minuman nya. Mereka sedang berada di dalam club malam.
"Clara, aku sedang berbicara pada mu" ucap Adrian.
"Iya, dia adalah anak ku, anak kandung ku, aku yang mengandung nya selama 9 bulan. " ucap Clara sedikit mabuk.
Adrian menggelengkan kepala nya, kecewa pada mantan pacar nya itu.
"Clara... clara... kau sudah memiliki anak dan suami, tapi kau malah meninggalkan mereka, ckckckckck... " ucap Adrian menghisap rokok nya.
Clara melirik nya, melihat dan tersenyum sinis.
"Kenapa rupa nya kalau aku meninggalkan mereka? ini semua salah mu." ucap nya.
"Salah ku? jangan memancing perdebatan Clara, aku tidak suka." ucap Adrian.
"Lalu? apa kau pikir aku menyukai nya? " ucap Clara setengah teriak.
Adrian merasa terpancing emosi nya, tidak sabar dengan tingkah Clara. Beberapa kali dia menggelengkan kepala nya.
LIKE.... VOTE.... AYO DONK... KALAU GAK BISA VOTE.... MINIMAL LIKE.. 😢😢😢😢