MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 17



"Sayang, kamu masih kuat kan kita jalan ke depan? ". Tanya Mika.


"Siap ma". Ucap Alvaro semangat.


Mika pun tersenyum.


Si ibu pun datang menghampiri Mika.


"Ini Hp nya, dan ambil lah ini sedikit uang, minuman dan singkong ini lagi, buat bekal kalian". Ucap si ibu sambil memberikan pada Mika.


"Mmmm... Terimakasih bu, terimakasih sekali, maaf kan kami karena merepotkan ibu". Ucap Mika sambil menerima pemberian si ibu.


Akhir nya setelah pamit ijin, Mika dan Alvaro pun berangkat, meninggal kan si ibu yang masih menatapi nya.


"Mudah mudahan kalian selamat ya". Gumam ibu itu.


Dylan dan Raditya tiba di rumah sakit.


"Selamat malam pak Dylan". Ucap salah satu polisi.


"Selamat malam juga pak, bagaimana, apakah kami bisa melihat mayat nya?". Ucap Dylan.


"Mari ikut kami pak". Ucap polisi itu.


Polisi itu pun mengajak Raditya san Dylan ke ruangan kamar mayat. Terlihat mayat anak kecil terbujur kaku di atas ranjang besi yang kecil. Masih tertutup kain panjang putih.


Kaki dan tangan Raditya gemetaran, takut membuka penutup itu. Dia berharap kalau mayat yang ada di hadapan nya itu bukan lah anak nya.


"Dit.... Apa aku saja yang membuka nya? ". Tanya Dylan.


Dylan tahu, kalau Raditya sangat gemetaran.


"Tidak Dylan, biar aku saja yang membuka nya". Ucap Raditya.


"Ya Tuhan, aku mohon ini bukan Alvaro, aku mohon... ". Gumam Raditya.


Raditya membuka penutup kain itu. Saat di buka hingga keleher mayat itu....


"Bukan.... Dia bukan anak ku, dia bukan Alvaro". Ucap Raditya sedikit lega.


"Apa kau yakin?". Tanya Dylan.


"Ya, aku yakin sekali". Ucap nya.


"Tapi wajah nya sudah rusak, bagaimana kau yakin kalau ini bukan Alvaro? ". Tanya Dylan.


"Dari bentuk rambut dan kepala nya saja udah beda Dylan, dia bukan anak ku, berarti anak ku masih hidup". Ucap Raditya.


"Benar, kau adalah papa nya, orang tua nya, pasti bisa membedakan nya". Gumam Dylan.


"Terimakasih pak polisi atas pemberitahuan nya, ternyata mayat ini bukan yang kami cari". Ucap Dylan.


"Baik lah, saya harap anak pak Raditya selamat". Ucap pak polisi.


Raditya dan Dylan pun berpamitan pulang. Mereka senang karena mayat itu bukan lah mayat Alvaro, paling tidak masih ada harapan untuk menemukan Alvaro dalam keadaan hidup.


"Ini sudah 2 hari, tapi kenapa penculik itu tidak menghubungi mu Dit? ". Tanya Dylan.


"Aku juga gak tahu, menurut orang orang ku, tidak ada yang mereka curigai". Jawab Raditya.


"Apa mungkin pengasuh anak mu..... ". Tanya Dylan.


"Mika?, seperti nya tidak mungkin, gadis itu sangat menyayangi Alvaro". Ucap Raditya.


"Apa kau pernah menyakiti atau memarahi Mika? ". Tanya Dylan.


Raditya sempat mengingat ngingat kejadian sebelum nya. Tidak ada. Hanya ketika Raditya salah memegang pipi yang di pikir punya Alvaro. Tapi dia rasa itu tidak mungkin membuat Mika marah.


"Aku yakin tidak ada, dan aku juga yakin kalau Mika tidak ada hubungan dengan ini, karena Mika...... " Ucapan Raditya terpotong setelah Hp nya berbunyi.


"Mika..... ?". Ucap Raditya ketika melihat panggilan di layar Hp nya.. Mika.


Dia langsung mengangkat telepon nya.


"Hallo Mika... Kalian ada di mana? ". Tanya Raditya.


"Tuan... Tuan... Den Alvaro ada bersama ku". Ucap Mika setengah teriak.


"Papa, Valo di sini, papa di mana, hiks.. Hiks.. ". Ucap Alvaro sambil menangis.


"Sayang, anak papa, kamu di mana nak, kamu gak apa apa kan? ". Tanya Raditya panik.


"Valo gak apa apa, Valo sama mama Mika, mama Mika udah ngejagain Valo". Ucap Alvaro yang masih menyebut Mika mama.


"Mama? ". Tanya Radit bingung.


"Sayang kamu kasih Hp nya sama Mika". Ucap Raditya.


"Tuan.. Tuan... ". Ucap Mika.


"Kalian ada di mana? ". Tanya Raditya.


"kami gak tahu tuan, terakhir kami ada di XXX, sekarang kami tidak tahu". Ucap Mika.


"Ya udah, kamu nyalakan GPS hp nya, biar saya lacak". Ucap Raditya.


"Baik tuan". Ucap Mika.


"Tuan, Hp saya lowbet tuan". Ucap Mika.


"Baik tuan". Ucap Mika.


"Alvaro sudah di temukan Dit? ". Tanya Dylan.


"Sudah Lan, ini posisi panggilan mereka, kita harus segera ke sana". Ucap Raditya.


"Tapi ini memakan waktu sekitar 8 jam Dit". Ucap Dylan setelah melihat posisi terakhir Mika.


"Tidak apa apa, apa kau ikut bersama ku? ". Tanya Raditya.


"Iya, aku tentu ikut". Ucap Dylan.


Akhir nya mereka pergi ke lokasi itu.


Sementara itu...


"Bener kan yang kakak bilang, papa Valo akan datang menjemput kita". Ucap Mika.


"Iya ma". Ucap Alvaro.


"Sayang jangan panggil mama donk, panggil kakak aja, seperti biasa". Ucap Mika.


"Gak mau, Valo mau nya manggil mama, hehehe". Ucap Alvaro.


Mika hanya geleng geleng kepala melihat anak asuh nya.


Mika dan Alvaro berada di sebuah rumah rusak yang setengah ambruk. Mereka berencana beristirahat di situ.


"Sayang kita istirahat di sini dulu aja ya? ". Ucap Mika.


"Iya ma, Valo juga sangat lelah". Ucap Alvaro.


Sekali lagi Mika merasa malu dan geli mendengar anak asuh nya memanggil sebutan 'Mama'.


"Sayang, kamu makan dan minum yang tadi di beri ibu itu ya". Ucap Mika.


"Iya ma, mama juga makan, biar mama ada tenaga nya juga". Ucap Alvaro.


Alvaro menyuapi Mika singkong rebus yang di beri tadi.


"Apa mereka masih di situ Dit? ". Tanya Dylan sambil mengendarai Mobil nya.


"Masih Lan, belum berubah". Ucap Raditya sambil terus memandangi Hp nya.


Alvaro tidur dengan posisi berbaring, menjadikan paha Mika sebagai bantalan nya.


Sementara Mika dengan posisi duduk, menjulurkan kedua kaki nya, sambil mengelus kepala Alvaro agar Alvaro bisa tidur.


Sesekali Mika memperhatikan kaki anak asuh nya, mengibas ngibas agar tidak di gigitin nyamuk.


Mata nya juga sudah sangat mengantuk, kepala nya naik turun karena menahan kantuk nya.


Suasana saat itu sangat sepi, tidak ada cahaya, hanya remang remang, terdengar suara jangkrik, dan kodok.


"Untunglah Den Alvaro sudah tidur, hhmmm.... Kasihan banget kamu sayang". Gumam Mika sambil mengelus rambut anak itu.


Tiba tiba sekitar pukul 3 pagi...


Mika mendengar ada suara mobil berhenti. Beberapa orang laki laki sedang beranjak masuk ke rumah kosong yang setengah rusak. Mika kaget, dia membangunkan Alvaro.


"Sayang, bangun nak". Bisik Mika.


"Ada apa ma". Ucap Alvaro sambil mengucek mata nya.


"sssuuuttt.... Sayang kamu jangan bicara, ada beberapa orang di sini". Ucap Mika bisik sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya.


Alvaro bangun..


"Seperti nya ada orang di sini". Ucap salah satu dari mereka.


"Cepat kita cek". Jawab rekan nya.


Mika mendengar nya, sementara Alvaro ketakutan.


Dengan cahaya lampu Hp si kelompok orang itu, mengitari tempat itu.


Hingga akhir nya....


"Waw... Ada seorang gadis dan anak kecil di sini". Ucap nya.


"Hahahahaha, gadis yang sangat cantik, benar benar keberuntungan". Ucap rekan nya.


Mereka menarik tangan Mika. Sementara Alvaro menarik tangan Mika yang satu nya lagi.


"Jangan tarik mama Valo, lepasin mama Valo". Ucap Alvaro menangis.


"Lepaskan anak bodoh". Ucap orang itu sambil melempar anak itu.


"Lepasin kami, tolong lepasin kami". Mohon Mika.


"Hahahaha, barang bagus jangan di sia siakan". Ucap laki laki itu.


WAH.... SEMAKIN MENEGANGKAN NIH... TUNGGU EPISODE BERIKUT NYA YA...


JANGAN LUPA KLIK LIKE, VOTE, KOMENT FAVORITE YA..