MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 26



Pagi hari pukul 08.00 Wib, Raditya sedang berpamitan untuk kembali ke Jakarta.


"Bu, yah, Mika berangkat lagi ya". Ucap Mika sambil mencium tangan dan memeluk orang tua nya.


"Iya nak, kalian hati hati ya". Ucap ayah dan ibu nya.


"Kakek nenek, Valo dan papa juga pamit ya". Ucap Alvaro smbil memeluk 'kakek dan nenek' nya.


"Iya sayang, hehehehe". Ucap ayah Mika.


"Dimas, kamu belajar yang bener ya, ujian nya jangan asal asalan jawab nya". Nasehat Mika buat adik nya.


"Sip kak". Jawab Dimas.


"Kalau begitu kami pamit dulu ya pak bu, Dimas". Ucap Raditya.


"Iya nak, hati hati di jalan, kalau sudah sampai, kabarin kami ya". Ucap ibu Mika.



Akhir nya mereka masuk ke mobil nya dan perlahan lahan berjalan meninggalkan tempat itu.


Sementara itu ada beberapa tetangga yang bertanya ketika Raditya meninggalkan tempat itu.


"Bu, yang tadi itu siapa? ". Tanya nya.


"Itu Mika dan majikan nya". Jawab ibu Mika.


"Mika kerja jadi pembantu ya bu di Jakarta? ". Tanya nya lagi.


"Bukan, dia mengasuh anak". Jawab ibu Mika.


"Sama aja kan?, awal nya ngasuh anak, gak lama juga ngasuh bapak nya". Ucap rekan nya.


"Apa yang kalian bicarakan? ". Ucap ayah Mika.


"Kan bisa aja pak, apalagi kalau majikan nya ganteng kayak gitu, hahahaha". Ucap tetangga kepo itu.


"Asal kalian tahu ya, anak ku itu kerja nya halal, gak perduli kerja apa, buat apa kerja gaji gede tapi gak halal". Ucap ayah Mika sewot.


"Udah yah, kita masuk saja ke dalam, gak ada guna nya bicara sama mereka". Ucap isteri nya sambil membawa suami nya ke dalam.


" Yelah... Banyak alesan... Sok suci tuh Mika". Ucap tetangga itu.


"bener loh mba, mana mungkin Mika gak tertarik sama majikan nya itu". Jawab rekan nya.


"Papa, nanti kita kapan kapan ketemu lagi ya sama kakek dan nenek". Ucap Alvaro di pangkuan Mika.


"Iya Valo". Jawab Raditya sambil konsen mengemudi.


"Tuan, makasih sudah mau menemani saya pulang ke rumah". Ucap Mika.


"Iya Mika, sama sama". Ucap Raditya.


"Apa kamu gak tahu kalau aku juga sangat menyukai nya". Gumam Raditya yang sedikit tersenyum.


Dia melihat Mika menguap beberapa kali, sementara Alvaro sudah tertidur di pangkuan nya.


"Mika, kamu tidur saja dulu nanti kalau sudah sampai aku bangunin kamu". Ucap Raditya yang kasihan melihat Mika yang menahan kantuk.


"Iya tuan". Jawab nya.


Ketika Mika tertidur, sesekali Raditya melirik Mika, saat lampu merah, dia menyingkir kan rambut kecil yang menutupi pipi Mika. Ada senyuman kecil di wajah nya.


"Kalau misal nya aku melamar mu, apa kamu mau sama aku yang duda punya anak? ". Gumam Raditya.


"Ya.. Ampun... Apa yang aku pikirkan... Bodoh kau Dit". Gumam nya lagi.


Di kantor....


"Diana, nanti kamu siap kan semua laporan dari 4 hari sebelum nya, hari ini tuan Raditya akan kembali ke Jakarta". Ucap Dylan.



"Baik tuan". Ucap Diana.


Kemudian Dylan kembali keruangan nya.


Tttuuutt... Ttuuut....


"Clara? Ada apa dia menghubungi ku? ". Gumam Dylan setelah dia melihat nama Clara di layar Hp nya.


"Hallo". Jawab Dylan.


"Hallo Dylan, apa kabar? ". Tanya suara perempuan yang di kenal Dylan.


"Aku baik baik saja, ada apa Clara?". Tanya Dylan ketus.


"Apakah Raditya ada di situ? ". Tanya Clara.


"Kenapa kau tidak menghubungi nya langsung? ". Tanya Dylan cuek.


"Ayolah Dylan, apa kau harus marah pada ku? ". Tanya Clara.


"Buat apa aku marah, itu bukan hak ku". Jawab Dylan.


" Nah.. Itu kamu tahu". Jawab Clara.


"Kalau begitu di mana Raditya? ". Tanya Clara.


"Aku tidak tahu, kau tanya kan saja langsung pada nya, sorry, aku punya banyak kerjaan". Ucap Dylan mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Clara.


"Sial, di matiin lagi". Gerutu Clara.


"Siapa sih Clara, kok ngedumel? ". Tanya temen Clara.



"Biasa, pembantu nya suami ku". Jawab nya.


"Suami atau mantan suami? Hahahaha". Ledek teman nya yang bernama Andien.


"Diam kau Andien". Ucap nya sambil menoel kening teman nya.


"mmm.... Sudah sampai ya tuan". Jawab nya sambil mengucek mata nya.


"Iya". Jawab nya sambil keluar dari mobil nya.


Kemudian membuka pintu Mika agar bisa keluar.


"Kamu langsung istirahat aja, bawa Alvaro di kamar nya ya, biar barang barang ini pelayan yang angkat". Ucap Raditya.


"Baik tuan". Jawab nya.


"Hallo Dylan, segera bawa laporan nya ke rumah, aku tunggu". Ucap Raditya menghubungi Dylan.


"Kau sudah sampai, cepat sekali, kenapa kau tak mengambil kesempatan berduaan dengan Mika? ". Ledek Dylan.


"Kan sudah beberapa hari". Ucap Raditya enteng.


"Hahahahahaha, tumben respon, biasa nya langsung marah". Jawab Dylan.


"Udah gak usah banyak bacot, buruan". Perintah Raditya.


"Eh Dit.. ". Ucap Dylan.


"Apa?". Tanya Radit.


"mmm... entar aja deh aku ceritakan". Ucap Dylan.


"Ok, aku tunggu 30 menit, telat...potong gaji satu hari". Ucap nya langsung menutup telepon nya.


"Apa.... ?". Teriak nya kesal.


"Sebaik nya aku harus kasih tahu Raditya tentang Clara, perasaan ku gak enak". Gumam nya.


Raditya pergi ke kamar Alvaro, ternyata pintu tidak di kunci dan ada Mika yang juga berbaring di samping nya karena sangat kelelahan.


Kemudian dia keluar dari kamar itu dan masuk ke kamar nya.


30 menit lewat 10 menit Dylan datang.


"Siang tuan Dylan". Ucap pak Usman setelah mendengar suara bel berbunyi.


"Siang pak Usman, ada Raditya nya? ". Tanya Dylan.


"Tuan Raditya bilang, tuan langsung naik ke atas, ke ruangan tuan Radit". Ucap pak Usman.


"Ok". Ucap Dylan sambil melangkah menuju tempat itu.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk". Jawab Raditya.


Dylan masuk sambil membawa laporan di tangan nya.


"Kau terlambat Dylan". Ucap Raditya sambil menatap laptop nya.


"Ya elah Dit, cuma 10 menit ini, kau gak tahu sih seberapa macet nya Jakarta". Ucap Dylan membela diri.


"Mana laporan nya". Pinta Radit.


Dylan memberikan laporan yang dia pegang.


"Dit, kau gak mau kasih aku kopi nih? ". Tanya Dylan sebagai kode.


Radit menatap Dylan.


"Pak Usman, bawa kan 2 gelas kopi ke sini". Suruh Raditya.


"Gak usah 2 Dit, 1 aja". Ucap Dylan.


"Mmmm.... Kau pikir buat mu semua, udah minta belagu lagi". Jawab Radit.


"Becanda Dit, hehehehe". Ucap nya.


Saat Radit mengamati laporan yang di bawa Dylan, Dylan memberanikan diri berbicara.


"Dit... Mmmm... Tadi jam 11 Clara menelpon ku". Ucap nya.


Raditya berhenti membuka laporan nya, kembali menatap Dylan.


"Mau apa dia menghubungi mu? ". Tanya Raditya sinis.


"Aku juga gak tahu, sebaik nya kau hati hati dengan nya, seperti nya dia mau datang pada mu lagi". Ucap Dylan.


"Hhuu... Gak mempan.... Aku tahu akal licik nya". Ucap Raditya kesal.


"Bagaimana kalau dia minta hak asuh Alvaro?". Tanya Dylan.


Raditya memukul meja nya sangkin marah nya. Dylan kaget.


"Sampai mati pun aku tidak akan menyerah kan Alvaro sama wanita licik itu". Ucap Raditya emosi.


"Dia yang memilih pergi meninggal kan kami, maka tidak ada yang perlu di ubah lagi". Ucap nya lagi.


"Bagaimana kalau dia masih mencintai mu? ". Tanya Dylan lagi.


"Tapi aku sudah tidak mencintai nya lagi... SEDIKIT PUN! ". Ucap Raditya.


Dylan melihat jelas kemarahan sahabat nya itu pada Clara. Dylan pun ikut kesal. Dia berharap Clara tidak melakukan hal hal yang buruk.


.


.


.


.


.


.


LIKE, VOTE, KOMENT YOOO....