MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 16



Mika berjalan menyusuri jalanan sambil menggendong Alvaro. Mereka berdua sangat kelelahan.


"Kak Mika, kita mau kemana? ". Tanya Alvaro dalam gendongan Mika.


"Yang pasti kita harus pergi jauh dulu dari sini sayang, biar gak di kejar sama penjahat penjahat itu". Ucap Mika terbata bata.


"Ada di mana ini? ". Gumam Mika.


"Kak Mika, turun kan Valo, Valo sudah bisa jalan kak". Ucap Alvaro.


Dia kasihan melihat pengasuh nya sudah kelelahan.


"Valo gak apa apa? ". Tanya Mika.


"Iya kak". Jawab nya.


Mika menurun kan Alvaro, menggandeng tangan nya dan berjalan bersama lurus ke depan jalan.


"Jalan ini sepi sekali, tidak ada kendaraan yang lewat, kanan kiri seperti hutan, hari juga sudah mau gelap.. Ya Tuhan.. Tolong lah kami". Gumam Mika.


"Kak, Valo lapar dan haus". Ucap Alvaro sedih.


"Mm... Iya sayang, kita jalan ke depan lagi ya, kita cari rumah atau warung". Ucap Mika.


"Iya kak". Jawab Alvaro.


"Sayang, Valo harus kuat ya.. Laki laki harus kuat, harus bertahan, sebentar lagi kita akan ketemu papa kamu, Valo jangan takut.. Kak Mika akan selalu nemenin Valo". Ucap Mika jongkok di depan Alvaro.


Mika tahu, kalau anak asuh nya sangat ketakutan sekali. Dia masih sangat kecil.


"Iya kak, Alvaro harus kuat, hehehehe". Ucap Alvaro sambil tersenyum kecil dan mengangkat tangan nya.


"Bagaimana Dylan? Apa ada kabar atau informasi?". Tanya Raditya.


"Tidak ada Dit, dari kepolisian juga tidak ada info". Ucap Dylan.


"Sialan... Apa yang mereka kerjakan? ". Ucap Raditya marah.


Tttuuut.... Tttuuuttt....


"Hallo..... Berapa umur nya?..... Laki laki atau perempuan? ". Dylan menjawab panggilan telepon.


Raditya hanya mendengar dan melihat yang di lakukan sahabat nya itu.


Kemudian Dylan mengakhiri panggilan nya.


"Bagaimana? Apa ada informasi? Apa yang mereka katakan? ". Tanya Raditya dengan banyak pertanyaan.


Dylan tidak langsung menjawab, dia hanya menatap Raditya dengan tatapan sedih.


"Pihak polisi menemukan seorang mayat laki laki, dia berusia sekitar 4 tahun, tapi wajah nya tidak bisa di kenali karena sudah rusak, apa kamu mau kita lihat ke sana? ". Ucap Dylan dengan pelan.


Raditya kaget, sedih, marah... Dia masih terdiam, belum memberikan jawaban dari pertanyaan Dylan. Air mata nya mengalir.


Dylan yang melihat sangat kasihan pada sahabat nya.


"Ayo kita pergi Dylan... Kalau memang itu adalah Alvaro, aku harus menguburkan nya dengan layak.. Hiks... Hiks... ". Ucap Raditya tak kuasa menahan tangis.


"Raditya tidak pernah menangis seperti ini, bahkan ketika dia bercerai dengan Clara, dia tidak mengeluarkan air mata nya". Gumam Dylan melihat Raditya menangis sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Akhir nya Raditya dan Dylan berangkat ke rumah sakit yang di infokan pihak kepolisian.


Hari sudah pukul 19.00 Wib, tapi Mika dan Alvaro belum menemukan rumah penduduk satupun.


"Ya Tuhan... Kami sudah berjalan 3 jam, tapi belum menemukan rumah seseorang satupun". Gumam Mika.


"Kak Mika, Valo capek sekali, bisa kah kita istirahat sebentar? ". Ucap Valo.


"Valo kakak gendong aja ya". Ucap Mika.


"Gak usah kakak, kakak juga pasti capek juga". Ucap Valo, Valo tahu, kalau pengasuh nya sama capek dengan nya.


"Gak kok sayang, kakak masih punya banyak tenaga kok". Ucap Mika.


Mika pun menggendong Alvaro. Dia berjalan perlahan.


"Kak Mika, apa papa mencari kita? ". Tanya Alvaro.


"Tentu sayang, papa kamu kan sayang sama Valo, jadi Valo juga harus bertahan ya, biar papa nya juga gak sedih". Ucap Mika.


"Iya kak". Ucap Alvaro.


1 jam mereka berjalan lagi. Hingga akhir nya mereka menemukan beberapa rumah warga.


"Sayang, ada rumah warga di depan, nanti kita akan minta air minum dan sedikit makanan buat Valo ya". Ucap Mika senang.


"Iya kak, iya, hehehehe". Jawab Alvaro senang juga.


Dengan sisa tenaga nya dia berjalan ke arah rumah itu.


"Tok.. Tok.. Tok... Permisi, apa kah ada seseorang? ". Ucap Mika sambil mengetuk pintu.


"Permisi... ". Ucap nya lagi.


"Ya, cari siapa ya? ". Tanya ibu tua itu.


"Bu, apa kami bisa menumpang istirahat sebentar di sini bu? ". Ucap nya melas.


Ibu itu melihat curiga ke arah Mika, kemudian melihat lagi ke arah Alvaro.


"Baik lah, tapi jangan lama ya, kalian juga jangan masuk, maaf banget karena saya gak mau ada masalah". Ucap nya khawatir.


"Iya bu, kalau begitu apa saya bisa minta sedikit air minun dan makanan untuk anak saya? ". Ucap Mika.


Ibu itu memandang Alvaro.


"Kasian sekali anak ini, sebaik nya aku bantu sedikit". Gumam ibu itu.


"Sebentar ya, aku ambilkan, ingat, kalian tunggu di luar saja". Perintah ibu itu.


"Baik bu, terimakasih. Oh iya bu.. Hp saya mati kehabisan batrai, apa bisa numpang cass batre bu?, sebentar saja". Ucap Mika memelas sambil mengeluarkan Hp nya.


Ibu itu masih berpikir.


"Baik lah, sini Hp nya". Pinta si ibu.


Ibu itu kemudian pergi meninggalkan Mika dan Alvaro di luar.


"Sayang, sebentar lagi kamu akan dapat minum dan makanan, tapi mungkin makanan nya tidak terlalu enak buat kamu". Ucap Mika pada Alvaro.


"Gak apa apa ma". Ucap Alvaro.


"Kok panggil mama sayang? ". Ucap Mika kaget saat di panggil mama.


"Kakak kan sudah bilang Valo anak, kalau Valo manggil 'kakak'nanti ibu itu curiga". Bisik Alvaro.


"Bener juga, Valo pintar ya". Ucap Mika senyum.


Tidak berapa lama, ibu itu datang membawa 2 gelas air putih dan 3 potong singkong rebus.


"Maafkan saya, saya cuma ada makanan ini". Ucap ibu itu sambil menunjukkan makanan yang ada di tangan nya.


"Tidak apa apa kok bu, kami sudah sangat senang". Ucap Mika.


"Nak, kamu makan dan minum ya". Ucap Mika pada Alvaro.


"Iya ma". Jawab Alvaro.


Ibu itu menemani mereka di luar. Memandangi terus menerus.


"Siapa mereka, dan apa yang mereka lakukan di tempat ini". Gumam nya.


"Kalian dari mana dan mau kemana? ". Tanya ibu itu.


"Kami dari Jakarta bu, kami.... Kami di culik sekelompok penjahat". Ucap Mika.


"Ap.. Apa?, penjahat?". Tanya Ibu itu kaget.


Mika pun menceritakan semua kejadian yang mereka alami kepada ibu itu.


"maaf bu, ini ada di mana ya? ". Tanya Mika lagi.


"Ini ada di jalan XXX". Ucap ibu itu.


"Di sini memang sangat rawan sekali neng, sepi, sebaik nya kalian berhati hati, banyak penculikkan anak anak dan gadis gadis untuk di jual.". Ucap ibu itu.


"Dan kami juga gak bisa sembarangan menerima orang luar, karena.... Karena... Banyak yang takut terlibat". Ucap ibu itu.


"Kami mengerti bu, sebentar lagi kami akan pergi". Ucap Mika.


"Di sini, banyak sekali di temukan mayat anak anak, tapi kondisi jasad nya sangat mengenas kan". Ucap ibu itu.


"Maksud nya bu? ". Tanya Mika penasaran.


"Mayat nya sudah di jahit di bagian perut, seperti di belah, kemudian mengambil organ dalam anak anak itu". Ucap ibu itu.


Mika merinding ketakutan mendengar nya, apalagi Alvaro. Sangkin ketakutan nya, dia memeluk Mika. Mika pun tahu itu.


"Tenang ya nak, mama gak akan biarin mereka menyakiti Valo". Ucap Mika sambil memegang pipi Alvaro.


"Sebaik nya kalian terus berjalan ke depan, itu adalah jalan besar, lumayan ada kendaraan yang lewat di situ, siapa tahu ada seseorang yang bisa menolong kalian". Ucap ibu itu.


"Kira kira berapa jam bu? ". Tanya Mika.


"Sekitar 2 jam an kalau tidak salah". Ucap ibu itu.


Setelah 30 menit mereka beristirahat, akhir nya Mika dan Alvaro meminta ijin untuk pergi, Mika tidak lupa membawa Hp yang di carger itu.


"Terimakasih bu atas bantuan nya, kami permisi pergi dulu". Ucap Mika.


"Iya, sebentar ya saya ambil Hp nya". Ucap ibu itu.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENT YA....