
Pukul 12.00 siang.....
Raditya dan Dylan sedang makan siang.
"Lan, nanti aku akan pulang jam 4, selebih nya kau gantikan aku urus perusahaan". Ucap Raditya sambil minum kopi nya.
"Pasti kau sedang mempersiapkan untuk Mika ya? ". Tanya Dylan.
"Mungkin". Jawab nya santai.
"Apa tujuan mu membawa Mika ke acara itu? ". Tanya Dylan.
"Gak ada tujuan apa apa kok, aku hanya ngajak dia keluar, biar dia gak bosen". Jawab nya.
"Bukan ngedate kan? ". Ledek Dylan.
Raditya menatap Dylan yang masih menunggu jawaban nya.
"Nggak lah". Jawab nya singkat.
"Tapi.... "
"Udah gak usah di bahas, pokok nya nanti kalau aku udah pulang kau urus sisa nya". Jawab Raditya memotong pembicaraan Dylan.
Di kampung....
"Dimas, ini uang sekolah kamu, kamu segera bayar ya nak". Ucap Ibu.
"Iya bu, ini dari kak Mika? ". Tanya Dimas.
"Iya nak, kemaren sebelum mereka kembali ke jakarta, kakak kamu nitipin ini". Jawab ibu nya.
"Kakak kamu udah nyisihin uang nya buat kita, jadi kamu jangan sia siakan kerja keras kakak kamu". Nasehat ibu nya.
"Iya bu, Dimas tahu, Dimas gak akan bikin kak Mika, ayah dan ibu kecewa". Ucap Dimas.
"Sudah waktu nya pulang". Gumam Radit.
Dia memberes bereskan meja kerja nya. Memakai jas dan membawa tas kerja nya.
"Pak, kita pulang sekarang". Telepon Radit pada sopir nya.
"Baik tuan". Jawab nya.
"Eh si bos sudah pulang, lega nih, hehehehe". Ucap karyawan yang melihat bos nya keluar dari ruangan nya.
"Iya". Jawab rekan nya.
Pak sutrisno menyambut tuan nya, dan membuka pintu mobil nya.
"Sore tuan". Ucap nya.
"Sore pak". Ucap Radit sambil masuk ke mobil nya.
"Den, mandi dulu yuk". Ajak Mika.
"Iya ma". Ucap Alvaro menghampiri Mika.
"Habis mandi, Valo makan ya". Ucap nya lagi.
"Iya ma, hehehehehe". Ucap nya sambil memeluk Mika.
"Mama Mika, jadi mama nya Valo aja ya". Ucap Alvaro.
"Kan Valo udah panggil 'mama'? ". Tanya Mika.
"Beda ma". Ucap Alvaro memajukkan bibir nya.
Mika hanya diam saja sambil menggosok badan Alvaro. Alvaro sambil bermain busa sabun.
Raditya tiba di rumah saat Alvaro di suapin makan.
"Papa, papa udah pulang". Ucap Alvaro menghampiri papa nya.
"Hhhmm... Anak papa udah wangi nih". Ucap nya.
Mika menyusul Alvaro keluar sambil membawa tempat makanan Alvaro.
"Tuan udah pulang? ". Tanya Mika.
"Udah, kamu siap siap ya, ikut aku nanti malam". Suruh Radit.
Mika hanya terdiam, merasa kaget.
"Buat apa tuan ngajak saya keluar, mau ke mana ya? ". Gumam Mika.
"Hhhmmm....kayak nya dia lagi mikir nih, kalau dia gak mau, gimana aku bisa bujuk dia, aku gak boleh paksa dia, entar dia gak nyaman lagi". Gumam Raditya sambil menatap Mika.
"Papa, kita mau kemana? ". Tanya Alvaro.
"Mmm.... Valo gak usah ikut ya, papa sama mama ada urusan". Ucap Raditya.
"Gak mau, Valo mau ikut, papa jahat, hiks.. Hiks.. Hiks". Ucap Alvaro sambil menangis.
"Tuan, kalau begitu saya gak usah pergi tuan, kalau Valo.. ". Ucap Mika terpotong.
"Ya udah, Valo ikut ya". Ucap Raditya.
"Hooooyyeeee... Valo ikut". Ucap Alvaro senang.
Raditya hanya menggeleng kan kepala nya. Sementara Mika tersenyum melihat anak asuh nya senang karena bisa ikut.
"Ya udah kalau begitu, kalian mandi, habis mandi kita langsung jalan". Ucap Raditya.
"Valo udah mandi, tinggal mama belum". Ucap Alvaro.
"Ya udah kalau begitu saya mandi dulu ya tuan". Ucap Mika.
"mmm... ". Ucap nya.
"Valo di sini dulu ya". Ucap Mika.
"Iya ma". Jawab nya.
"Awal nya mau bawa Mika, sekarang Alvaro minta ikut, haduhhh... ". Ucap Alvaro di kamar mandi.
"Ada Clara di sana, aku harus bisa jaga mereka agar tidak terganggu dengan kehadiran Clara". Ucap nya lagi.
*****************
"Asik... Kita berangkat, kita mau jalan jalan ya pa". Ucap Alvaro.
"Iya". Ucap Raditya mengendarai mobil nya.
Beberapa menit kemudian mereka berhenti di salah satu butik ternama dengan merek merek terkenal di jakarta. Mereka memasuki mobil di parkiran.
"Kita ngapain di sini pa, apa papa mau membeli sesuatu? ". Tanya Alvaro.
"Iya sayang, ayo ikut papa, ayo Mika, kamu juga ikut". Ajak Raditya
"Baik tuan". Ucap Mika.
Mereka bertiga masuk ke gedung itu, sambil bergandengan tangan.
"Selamat sore tuan, nyonya". Ucap Receptionis nya.
"Sore, saya mau lihat gaun gaun yang baru". Ucap Raditya.
"Baik tuan". Ucap nya.
Seseorang datang dari belakang, seorang laki laki tampan dan kemayu.
"Hallo ganteng, apa kabar? ". Ucap nya memegang bahu Raditya.
Raditya menoleh ke belakang, Mika dan Alvaro saling bergandengan tangan.
"Baik". Ucap nya.
"Ada apa dirimu dimari? ". Tanya nya lembut.
"Aku mau beli gaun buat dia". Ucap Raditya menunjuk ke arah Mika.
"Oh buat dia". Ucap nya sambil menunjuk juga.
Mika kaget dan bingung maksud nya.
"Iya, sekalian dandanin dia ya, tapi jangan terlalu menor". Suruh nya.
Laki laki yang bernama panggilan Gladis itu menatap ke arah Mika. Melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki nya.
Mika risih di lihatin kayak gitu. Sesekali dia melihat ke arah Raditya, begitu juga dengan Raditya.
"Dia sih udah cantik, kamu pernah oplas ya?". Tanya Gladis.
"Aa... Oplas? Apa itu? ". Tanya Mika bingung.
"Operasi plastik?". Ucap nya lagi.
"Gak kok, ini memang dari lahir kayak gini". Ucap Mika sambil memegang wajah nya.
gladis menyentuh pipi, hidung nya Mika.
"Ya udah cus, kamu pilih gaun nya dulu". Ajak Gladis menarik tangan Mika.
Mika hanya mengikuti. Raditya dan Alvaro sambil melihat lihat pakaian yang di pajang di sana.
"Papa, ini bagus buat papa". Ucap Alvaro.
"Masa? ". Ucap Raditya.
Raditya melihat pakaian itu.
Alvaro juga memilih pakaian buat nya. Sesekali mereka tertawa bersama.
Akhir nya Alvaro dan Raditya sudah mendapatkan pilihan nya. Mereka sudah langsung mengganti pakaian nya. Mereka tampak tampan dan keren.
"Pa, mama kok lama sih? ". Ucap Alvaro yang duduk di samping papa nya.
"Sebentar lagi sayang". Ucap nya.
"Hellow.. Hellow... Lama nunggu ya.. Kacian.. Hehehehe". Ucap Gladis.
"Ini dia gadis tercantik se indonesia, hehehe". Ucap nya lagi.
Gladis membuka layar penutup nya. Saat di buka tampil Mika dengan memakai gaun berwarna pink menampilkan kulit nya yang putih mulus dan make up yang alami dan natural. Raditya dan Alvaro tercengang kagum. Apalagi Raditya.
Mulut nya saja tidak bisa tertutup. Seakan dia tidak percaya bahwa wanita cantik yang ada di hadapan nya adalah Mika, pengasuh anak nya.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE KOMENT VOTE YA.
.
.
.
.
.
IKUT BACA NOVEL "BOS MAFIA JATUH CINTA" CERITA NYA GAK KALAH SERU KOK