MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 20



"Den Alvaro juga hebat kok tuan, gak rewel, kuat lagi, hehehehe". Ucap Mika yang membuat Raditya melihat ke arah Mika.


Mika di pandang seperti itu jadi salah tingkah.


Perawat rumah sakit, datang sambil membawa 2 piring makanan untuk Mika dan Alvaro.


Kebetulan bi Sri pembantu rumah tangga Raditya datang dan ikut masuk ke ruangan itu.


"Maaf pak, pasien sudah waktu nya makan". Ucap si suster.


"Baik sus, biar saya yang kasih". Ucap Raditya.


"Tuan, biar saya bantu suapin makan nya tuan". Ucap si Bi Sri.


"Iya bi, bibi suapin Alvaro, saya suapin Mika". Ucap Raditya.


"Eh...? ". Ucap bi Sri kaget. Mika pun ikut kaget.


"Bi, suapin Valo, Valo udah laper banget". Ucap Alvaro.


"Tuan, biar saya bibi saja yang menyuapi". Ucap Mika.


Mika grogi dengan atasan nya.


"Apa kamu gak suka kalau saya yang suapin kamu? ". Tanya Raditya.


"Suka tuan.. Tapi.... ". Ucap Mika salah tingkah.


"Suka kan? ". Ucap Raditya.


"Ya udah kalau gitu". Ucap Raditya sambil membuka makanan dari rumah sakit.


"Den, makan ya, ini udah gak terlalu panas". Ucap bi Sri.


"Papa, nyuapin mama Mika nya pelan pelan ya, hehehehe". Ucap Alvaro.


Semua yang ada di ruangan itu kaget.


Raditya kaget tapi dia tersenyum kecil sambil geleng geleng kepala. Mika merasa malu.


"Mika, buka mulut mu". Suruh Raditya sambil mengangkat sendok yang sudah ada nasi nya.


"aaa.. ".Mika membuka mulut nya, dan makanan pun masuk.


Mika malu di suapin sampai pipi nya merah. Raditya hanya tersenyum kecil melihat nya.


Mika salah tingkah, beberapa kali dia hanya berusaha mengalihkan perhatian nya.


"Apa yang kau lakukan Mika, kenapa kamu seperti malu begini... Kan jadi lucu". Gumam Raditya dalam hati.


"Hehehehe". Tanpa sadar Raditya tertawa kecil.


Ketika dia sadar, diapun ikut jadi salah tingkah. Mika, alvaro dan bi Sri kaget dengan tawa kecil Raditya.


"papa baik baik saja kan? ". Tanya Alvaro.


"Mmmm.... iya sayang, papa baik baik kok".Ucap Raditya ikutan malu.


"Tuan, saya boleh minta ijin tuan? ". Tanya Mika.


"Mmm.... Minta ijin apa? ". Tanya Raditya sambil meletakkan piring nya di atas meja.


"Begini tuan... Saya mau pulang kampung". Ucap nya.


Semua kaget, memandang ke arah Mika.


"Kamu mau berhenti kerja? ". Tanya Raditya.


"Jangan Mika... Please". Gumam Raditya.


"Bukan tuan... Saya kangen sama orang tua di kampung, mereka gak tahu kalau saya sudah bekerja". Ucap Mika.


"Tapi, apa kamu mau kembali ke sini? ". Tanya Raditya berharap


"Kalau masih di butuhkan, saya akan kembali tuan".Ucap nya.


"Tentu saja kamu masih aku butuhkan". Ucap Raditya tegas.


Beberapa menit suasana hening.


"Baik lah... Saya ijin kamu pulang sebentar". Ucap Raditya.


"Terimakasih tuan". Jawab Mika.


"Mama, Valo ikut, Valo mau ikut mama". Rengek Alvaro.


"Papa, biarin Valo ikut, hiks... Hiks... Hiks... ". Pinta nya.


Raditya bingung, Mika kaget.


Sejenak Raditya berpikir.


"Baik lah, kita akan ikut ke kampung mama Mika". Ucap nya.


"Apa??? ". Tanya Mika kaget.


"Assikkkkk". Ucap Alvaro.


Sementara bi Sri dan Raditya hanya tersenyum.


"Tuan, gak usah repot repot tuan, saya gak mau merepotkan tuan Radit". Ucap Mika.


"Tidak apa apa Mika, hitung hitung ucapan terimakasih ke kamu karena kamu udah jaga Alvaro". Ucap Raditya sambil tersenyum.


Sementara Mika hanya terdiam membisu.


Dylan datang menjenguk Alvaro.


"Halo keponakan om yang ganteng". Ucap Dylan masuk sambil membawa bingkisan buah.


"Hallo om ganteng, hehehehe". Balas Alvaro.


"Udah gimana keadaan nya sayang?". Tanya Dylan.


Kemudian Dylan melihat Raditya duduk lebih dekat di ranjang Mika.


Dia cuma menatap dan senyum kecil, sementara Raditya tahu apa yang ada dalam pikiran sahabat nya itu.


"Hallo Mika, apa kabar? ". Tanya Dylan menghampiri Mika.


"Saya baik baik aja kok tuan". Ucap Mika.


"Apa masih ada yang sakit? ". Tanya Dylan lagi.


"Kamu ternyata cantik juga ya, hehehehe.. Ngomong ngomong kamu udah punya pacar belum? ". Tanya Dylan.


"Eeehhhh.... ". Ucap Mika dan Raditya serentak kaget.


"Apa apaan pertanyaan si Dylan ini? ". Gumam Raditya memandang Dylan.


"Tenang bro". Gumam Dylan menatap Raditya


"Saya... Saya... ". Ucapan Mika terpotong.


"Gak usah di jawab Mika, gak usah di urusin, cuekin aja, gak penting juga". Ucap Raditya memotong perkataan Mika melototin Dylan.


"Hehehehehe... Bisa aja kau Dit". Ucap Dylan.


"Tapi Mika hebat ya.. Bisa bertahan melindungi Alvaro, itu bagaimana kejadian nya? ". Tanya Dylan sambil mengambil posisi duduk di samping Mika, sehingga sejajar dengan Raditya.


"Udah... udah.. udah... Mending kamu ikut aku Lan". Ucap Raditya sambil menarik tangan Dylan ke luar ruangan.


"Loh kok... ". Ucap Dylan.


"Ayoo...!! ". Paksa Raditya.


"Hehehehehe, papa cembulu... ". Ucap Valo.


Raditya kaget, sementara Dylan tertawa dan tersenyum kecil.


"Ada apa Dit". Tanya Dylan setelah keluar dari ruangan.


"Untuk beberapa hari nanti, kau mewakilkan ku untuk mengurus perusahaan". Jawab nya.


"Kenapa?kau mau kemana? ". Tanya Dylan.


"Aku dan Alvaro akan pergi menemani Mika pulang ke kampung nya". Ucap nya.


"What... Mau lamaran? ". Tanya Dylan kaget.


"Apaan sih, bukan, Mika minta ijin mau pulang kampung, sementara Alvaro merengek minta ikut, aku gak tega biarin Alvaro ikut sama Mika, jadi aku ikut menemani nya". Ucap Raditya.


"Gak tega atau... ". Ucap Dylan.


"Jangan berpikiran yang aneh aneh ya". Ucap Radit kesal.


"Ok... Ok... Pertama tama kenalan dulu sama calon mertua, terus lanjut lamaran iya kan, hehehehehe". Ucap Dylan yang masih usil.


"Udah cengengesan nya? ". Ucap Raditya.


"Hahahahahha... Kapan kalian berangkat?". Tanya nya.


"Belum tahu, yang pasti setelah mereka keluar dari rumah sakit ini.


"Oohh". Ucap Dylan.


Sementara Di dalam ruangan....


"Mama, nanti Valo ketemu nenek sama kakek ya". Ucap Alvaro polos.


"Nenek.. kakek? ". gumam Mika dalam hati.


"mmm..... ". Ucap Mika bingung.


"Kalau begitu bibi keluar dulu ya den, nona Mika". Ucap bi Sri.


"Iya bi". Ucap Mika dan Alvaro.


Bi sri keluar dari ruangan menghampiri Raditya yang masih bersama Dylan.


"Tuan Radit, sebaik nya tuan pulang dulu, istirahat, biar bibi yang jaga di sini". Ucap bi Sri.


"Mmmm.... ya udah bi, bibi jaga di sini dulu ya, saya mau pulang dulu". Ucap Raditya.


"Dylan, antar kan aku pulang dulu, terus kau kekantor". Ucap Raditya.


"Ok". Balas Dylan.


"Yah... seandai nya Mika bisa pulang, ibu bisa melepas rasa kangen ibu". Ucap ibu Mika.


"Ayah juga kangen sama anak kita Bu, tapi ya mau bagaimana lagi". Kata ayah Mika.


"Apakah Mika lupa sama kita yah? ". Tanya ibu Mika.


"Ya gak mungkin lah bu, jangan berpikiran seperti itu". Ucap ayah Mika.


.


.


.


.


DI MOHON KLIK LIKE, VOTE, KOMENT YA...


.


.


.



JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA.... CERITA NYA GAK KALAH MENARIK LOH