
Bagaimana dok keadaan mereka? ". Tanya Raditya.
"Keadaan pasien sudah normal pak, mereka bisa pulang siang ini, tapi tetap menjaga kekebalan tubuh nya". Ucap dokter yang merawat Mika dan Alvaro.
"Baik dok, terimakasih". Jawab Raditya.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak". Ucap dokter.
"Silahkan dok". Jawab Raditya.
Dokter pun keluar dari ruangan.
"Pa, berarti Valo dan mama Mika udah bisa pulang donk". Tanya Alvaro.
"Udah sayang, nanti siang kita pulang, sekarang papa urusin administrasi nya dulu ya". Ucap Raditya sambil melangkah keluar.
"Mama mika, kita akhir nya pulag, yeay.... ". Ucap Alvaro senang.
"Iya den, hehehe". Jawab Mika.
Bibi Sri ikut membantu Alvaro dan Mika beres beres.
"Semua udah beres? ". Tanya Raditya.
"Sudah tuan". Ucap Mika dan bi Sri.
"Ya udah kalau gitu, aku ambil kursi roda dulu buat kamu Mika". Ucap Raditya.
"Tidak usah tuan, saya masih bisa jalan kok". Ucap Mika.
Raditya pun membatalkan mengambil kursi roda nya.
Alvaro berada di gendongan Raditya, sedangkan bi Sri membantu Mika. Mereka masuk ke dalam mobil.
"Bi sri duduk di depan saja, biar saya, Mika dan Alvaro duduk di belakang". Ucap Raditya.
"Baik tuan". Jawab bi Sri.
Sementara Mika kaget, ada perasaan menolak, tapi dia tidak berani mengatakan nya.
Beberapa menit tidak ada obrolan, hanya menatap ke arah jalan, sedangkan Alvaro tertidur.
"Mika, besok kita bisa pulang ke kampung, tapi kalau kondisi kamu masih lemah, kamu batalkan saja dulu". Ucap Raditya memulai obrolan.
"Tidak tuan saya sudah sehat kok". Jawab Mika.
"Tapi tuan, apa benar tuan dan den Alvaro ikut ke kampung saya? ". Tanya Mika.
"Iya, kenapa? ". Tanya balik Raditya.
"Saya tidak mau merepotkan tuan". Jawab Mika.
"tidak kok, aku cuma takut kalau kamu gak kembali lagi ke sini.. Eeehhh.....? ". Ucap Raditya gugup.
mika sempat kaget dan tidak mengerti dengan maksud tuan nya.
"Apalagi kan Kamu tahu sendiri kalau Alvaro merengek minta ikut sama kamu, dia baru sembuh, aku tidak mau dia jadi sedih lagi karena kamu". Ucap Raditya memberi alasan.
"Iya tuan, saya mengerti". Jawab Mika.
Akhir nya mereka tiba di kediaman Raditya.
Alvaro masih tertidur, jadi Radit menggendong Alvaro.
Sementara Mika di bantu bi Sri.
Semua pelayan menyambut kedatangan mereka.
"Mika kamu istirahat aja dulu, biar aku yang urus Alvaro". Ucap Raditya sambil berjalan ke arah kamar Alvaro.
"Baik tuan". Jawab Mika.
Mika masuk ke kamar nya.
"Akhir nya aku bisa pulang sebentar, untung aku ada tabungan, buat keluarga ku". Gumam Mika.
"Bersyukur sekali aku punya majikan seperti tuan Raditya dan den Alvaro". Gumam nya lagi.
Raditya membaringkan Alvaro di ranjang kamar nya.
Dia duduk di samping anak nya sambil mengelus kepala Alvaro.
Beberapa menit dia duduk, hingga dia kembali ke ruangan nya.
************************
"Yah, tadi malam ibu bermimpi tentang Mika". Ucap Ibu Mika.
"Mimpi apa bu? ". Tanya ayah Mika.
"Ibu mimpi kalau anak kita pulang ke rumah, tapi dia tidak sendiri". Ucap ibu nya.
"Dengan siapa bu? ". Tanya suami nya lagi.
"Dengan 2 orang laki laki yah, tapi ibu gak ingat wajah nya, satu laki laki nya masih kecil yah". Ucap Isteri nya.
"Mungkin arti nya sebentar lagi anak kita mau datang bu". Ucap suami nya.
"Tapi siapa ya laki laki yang ikut dengan Mika? ". Tanya isteri nya.
"Yang pasti mungkin bukan orang jahat bu". Jawab suami nya.
Orang tua Mika sedang istirahat di sawah, dari pagi mereka sudah mengerjakan sawah nya. Sambil di temani teh manis dan singkong rebus kesukaan mereka.
Sementara Dimas adik Mika sedang perjalanan pulang sekolah.
"Dimas, bagaimana kakak mu, pasti kalian sudah menerima kiriman dari nya ya? ". Tanya teman Dimas.
"Belum, kakak ku juga belum ada kasih kabar". Jawab Dimas.
Mereka mengobrol sambil jalan ke arah pulang.
"Kenapa? Mungkin kakak mu sudah melupakan kalian, hahahaha". Ucap teman nya.
"Enak aja kamu bilang, kak Mika itu gak mungkin seperti itu, dia sangat sibuk bekerja". Bela Dimas.
"Sibuk, tapi kok gak pernah kirim uang, oh ya, kau kan sudah nunggak uang sekolah, kalau kau gak bisa bayar kau gak bisa ikut ujian kan". Ucap teman nya ngeledek.
"Aku gak tega minta uang sekolah sama ayah dan ibu, tapi aku juga terancam tidak bisa ujian". Gumam Dimas.
"Oh ya Dimas, rumah ku sudah sampai, aku duluan ya". Ucap teman nya sambil melambaikan tangan nya.
"Iya.. Iya". Ucap Dimas.
"Aku harus berbicara sama ayah dan ibu, aku harus memberitahukan mereka". Gumam Dimas.
Di rumah Raditya....
"Tuan, makan malam sudah siap, silahkan tuan". Ucap pak Usman.
"Baik lah pak Usman, kamu kasih tahu juga sama Alvaro dan Mika". Ucap Raditya.
"Den Alvaro dan Mika sudah ada di bawah tuan". Ucap Usman.
"Ok.. Ok". Ucap Raditya.
Dia berjalan menuju ke lantai bawah untuk makan malam.
Saat dia turun ke bawah dia melihat Mika dan Alvaro sedang tertawa bahagia, sampai Raditya ikut tersenyum.
"Selamat malam tuan". Ucap Mika.
"mm... Malam". Jawab nya.
"Papa, ayo makan pa". Ucap Alvaro.
"Mika, kau makan juga lah". Ucap Raditya.
"Iya tuan, saya nanti makan di dapur dengan bi Sri". Jawab Mika.
"Tidak apa apa, kau makan di sini saja bersama kami". Ucap Raditya.
"Tapi tuan? ". Ucap Mika.
"Mika, tolong jangan terlalu banyak kata 'Tapi', ok? ". Ucap Raditya.
"Baik tuan". Ucap Mika.
Mika pun mengmbil piring nya dan makan bersama dengan majikan dan anak majikan nya. Sementara Alvaro tersenyum kecil.
"Mika, di mana kampung mu? ". Tanya Raditya.
"Kampung saya di XXX tuan". Jawab nya.
"Wah... Aku dengar itu desa yang sejuk". Ucap Raditya.
"Iya tuan, masih alami dan asri di sana, banyak sayuran dan buah buahan segar, air sungai nya juga masih murni, kami punya pohon jeruk, pepaya, mangga, rambutan, pisang dan...... ". Ucap Eva semangat, sampai dia berhenti bicara karena sadar sudah terlalu banyak bicara.
Sementara Raditya tersenyum kecil, Alvaro tertawa jelas.
"Mama mika, nanti ajak Valo lihat pohon nya ya". Ucap Alvaro.
"Tentu saja sayang". Ucap Mika sambil tersenyum.
"Kamu tahu jalan ke rumah nya kan? ". Tanya Raditya lagi.
"Tahu kok tuan". Jawab nya.
"Baik lah, besok kita jalan jam 10 pagi". Ucap Raditya.
"Terimakasih tuan". Jawab Mika sedikit menunduk.
Mereka melanjutkan makanan nya.
Raditya sesekali mencuri pandang terhadap Mika.
"Ketika dia banyak ngomong kelihatan lucu, hahahaha". Gumam Raditya dalam hati.
Dimas menggantikan pakaian sekolah nya, dan pergi ke sawah menyusul orang tua nya. Tiap hari itulah yang di lakukan nya, karena dia sudah janji dan di beri pesan untuk membantu orang tua nya.
"Ayah ibu". Ucap Dimas.
Ayah dan ibu nya sedang menanam padi.
"Kamu udah pulang nak". Ucap ayah nya.
"Udah yah". Jawab nya.
"Bagaimana dengan sekolah mu nak? ". Tanya ibu nya.
Sambil mengajak suami nya untuk istirahat kembali dan berbicara dengan anak nya.
"Mmm.... Sebenar nya, bu guru minta pembayaran uang sekolah Dimas yang sudah 3 bulan nunggak bu". Ucap Dimas.
"Oh iya ya.... Waduh bagaimana ini yah? ". Tanya ibu nya.
Terlihat dari wajah ayah nya memancarkan kebingungan, karena mereka tidak memiliki banyak uang lagi.
.
.
.
.
.
PERHATIAN.. PERHATIAN... JANGAN LUPA KLIK LIKE VOTE KOMENT YA... BIAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT. TERIMAKASIH
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA, CERITA NYA JUGA GAK KALAH MENARIK KOK... TERIMAKASIH