
"Hehehehe.... Kau jangan melihat ku seperti itu, kesan nya aku tuh kayak orang jahat aja. " ucap Dylan.
"Kau kan sudah punya beberapa pacar, nikahi saja salah satu nya. " ucap Raditya.
Mereka berdua sedang menuju lift untuk turun ke lantai parkiran mobil.
"Pacar ku itu belum ada yang mau serius, lagi pula aku juga belum ada kepikiran untuk menikah. " jawab nya.
"Berarti bukan pacar mu yang gak serius, tapi kamu nya sebenar nya yang gak serius, masih mau main-main. " ucap Raditya.
"Hehehehe.... Ya begitu lah. " ucap Dylan.
Mereka sampai di parkiran. Dan berpisah ketika Raditya sampai di mobil nya.
"Aku pulang duluan. " ucap Raditya .
"Hati-hati calon pengantin, hehehehe. " ucap Dylan.
Raditya hanya membalas dengan senyuman. Dan segera pergi keluar dari tempat itu.
Sabtu pukul 10.00 wib Raditya, Mika dan Alvaro berangkat ke rumah orang tua Mika.
Sesuai janji Raditya sebelum nya pada Mika.
"Valo senang banget, akhilnya kita bisa pelgi ke lumah kakek dan nenek. " ucap Alvaro di pangkuan Mika.
"Iya sayang, papa juga senang, hehehehe. " ucap Raditya mengusap kepala anak nya.
Mika hanya tersenyum.
"Mama Mika senang gak? " tanya Raditya.
"Saya... Saya senang.. Hehehehe. " jawab Mika malu.
"Ayah, Mika bilang mereka akan datang hari ini ke rumah, ada apa ya yah? " tanya ibu Mika.
"Ayah juga tidak tahu, mungkin ada hal penting yang mau di bicarakan. " jawab ayah Mika.
"Dimas, kamu jangan kemana-mana dulu ya, kakak kamu mau datang nih. " ucap ayah Mika.
"Apa cuma kak Mika saja? " tanya Dimas.
"Mereka bertiga akan datang. " jawab Ayah nya.
"Wah... Berarti bisa ketemu dengan Alvaro nih. " ucap Dimas.
"Iya, ibu kangen banget sama si Alvaro, lucu dan periang. " ucap ibu nya.
"Apa Raditya benar-benar tidak menyesal? " tanya Mika gugup.
"Aku pasti akan menyesal. " ucap Raditya.
"Haaa?? " ucap Mika kaget.
"Iya.. Aku pasti akan menyesal kalau tidak menikahi mu, hehehehe? " ucap Raditya menggoda.
"Ahh.... Hahahaha. " tawa Mika malu.
"Sayang, kamu harus percaya pada ku, akan akan selalu membuat kamu bahagia... Mmmm.... " ucap Raditya mencium tangan Mika.
Mika hanya tersenyum malu.
"aku kan sudah memanggil mu dengan kata 'sayang'kamu juga donk. " ucap Raditya menggoda.
Mika tidak menjawab, hanya diam.
"Aduh... Kamu diam lagi nih. " ucap Raditya.
"Maaf kan saya, saya masih belum terbiasa, karena saya rasa ini masih terlalu cepat dan membuat saya kaget. " ucap Mika pelan.
Raditya sesekali melihat ke arah Mika.
"Mmm.... Ya udah.. Gak apa-apa kok, aku gak akan memaksa kamu, biar kita jalani sesuai dengan pergerakkan waktu." ucap Raditya.
"Kamu mau menerima aku menikahimu, menjadi suami mu, menjadi isteri ku, itu saja sudah membuat ku senang kok. " ucap Raditya, sesekali melirik Mika karena sedang membawa mobil.
"Mmm... Raditya, boleh saya bertanya sesuatu? " tanya Mika.
"Apa sayang. " ucap Raditya yang masih fokus jalan.
"Sebenar nya saya ingin menanyakan ini dari beberapa hari yang lalu. " ucap Mika.
"Apakah... Apakah... Raditya.. Mmm.... "
"Apa, ada apa sayang? Katakan saja. " ucap Raditya penasaran.
"Apakah.. Raditya men.. Mencintai saya? " tanya Mika malu, gugup dan menundukkan wajah nya sedikit.
Giliran Raditya yang diam, dia tidak bisa menjawab, karena dia sendiri pun tidak tahu.
Sementara Mika masih menunggu jawaban dari calon suami nya.
Beberapa waktu keadaan diam.
"Saya sudah tahu jawaban tuan. " ucap Mika kembali menatap ke depan.
"Oh yah... Apa jawaban nya? " tanya Raditya.
Mika kembali melihat Raditya.
"Kalau... Kalau anda tidak mencintai saya. " ucap Mika.
"Mmmm.... Itu... Itu... Sebenar nya aku juga mmmm.... Masih belum tahu. " ucap Raditya menggaruk kepala nya.
"Tapi.. Aku membutuh kan dan menginginkan mu Mika, untuk saat ini aku pastikan kalau aku menyukai mu, sangat menyukai mu. " ucap Raditya pasti.
"Apa kau menyukai ku.. Atau tidak? " tanya balik Raditya.
"Aku menyukai tuan.. Eh.. Raditya... Hanya saja sekedar menghormati." ucap Mika.
"Tidak apa-apa, kita akan sama-sama saling menyukai dulu, lalu sama-sama saling mencintai, hahahahaha. " ucap Raditya.
"Iya kan sayang? " lirik Raditya.
"Iya.." jawab Mika malu.
Alvaro sedang tidur dalam pangkuan Mika. Mika memeluk Alvaro dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Sesekali, Raditya memegang tangan calon isteri nya sambil tersenyum.
"Adrian, berapa lama kau tinggal di Jakarta? " tanya Clara.
"Mungkin sedikit lebih lama, kenapa? apa kau masih merindukan pelukan ku? " goda Adrian.
"Apa aku di mata mu? " tanya Clara pada Adrian di depan meja makan restoran.
"Wanita penghibur ku, hehehehehe. " jawab Adrian sambil memasukkan makanan nya ke mulut.
"Apa? aku serius Adrian. " tanya Clara lagi serius.
"Memang nya mau mu apa? " tanya Adrian.
"Apa.. apa kau tidak mau hubungan kita ini di bawa serius? " tanya Clara.
Adrian menatap Clara dengan tatapan rendah.
"Kau jangan terlalu berharap tinggi sayang, aku tidak menyukai mu. " ucap Adrian.
"Kau dan aku hanya sekedar hubungan saling melengkapkan dan membutuhkan dalam hal ranjang. " ucap Adrian lagi.
"Kau....? " ucap Clara kesal.
"Suami dan anak mu saja bisa kau tinggalkan, padahal kan itu adalah hubungan yang serius. " ucap Adrian.
"Itu karena aku tidak mencintai nya. " jawab Clara.
"Terus kenapa kau menikahi nya? karena harta nya?" tanya Adrian serius.
"Kau menghianati ku dan menikah dengan Raditya. " ucap Adrian geram.
"Itu karena kau yang meninggalkan ku duluan, kau tidak mengenalkan ku pada keluarga mu. " balas Clara ikut kesal.
"Dan asal kau ingat, aku meninggalkan Raditya, karena kau.. ingat.. karena kau!! " ucap Clara kesal.
"Kau kembali pada ku setelah bisnis ku sukses, iya kan? " ucap Adrian sambil minum.
"Adrian.. cukup omong kosong mu ini, asal kau tahu kalau anak....... " Clara tidak melanjutkan omongan nya.
Dia mengalihkan pandangan dan pembicaraan nya.
Adrian hanya diam dan mencoba mengerti apa maksud dari Clara.
"Aku benar-benar tidak mencintai Raditya, aku menikahi nya, karena aku pikir dia bisa membantu ku dalam berkarier di dunia modeling. " ucap Clara.
"Ternyata aku salah, dia malah lebih mengekangku, dan tidak memberikan ruang dalam karier ku. Dia mengikat ku dalam pernikahan yang membosankan. " ucap Clara.
"Kebetulan kau baru datang dari Singapore, dan aku juga merindukan mu. " ucap Clara.
"Lalu kau mulai mendekati ku, iya kan? " ucap Adrian.
Clara diam. Membuang nafas dengan berat.
"Aku mendekati mu karena aku mencintai mu. " ucap Clara.
"Hahahahahaha..... " tawa Adrian.
"Apa kau pikir aku bercanda? kau adalah cinta pertama ku Adrian, kalau tidak buat apa aku meninggalkan keluarga ku. " ucap Clara lagi.