MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 10



"Andi, kita ke hotel XXX". Perintah Joko pada Andi yang sedang membawa mobil.


"Ke hotel? ". Gumam Mika.


"Loh kok ke hotel bang? ". Tanya Mika penasaran.


"Karena kerja kamu ya di situ". Ucap Joko yang duduk di samping kemudi mobil, sementara anto dan mika berada di kursi belakang.


"Kok, perasaan aku gak enak ya". Gumam Mika.


"Gimana Joko, udah sampai? ". Tanya Ince melalui Hp.


"Ini lagi di jalan nyonya". Jawab nya.


"Kamu tahu kan, ini adalah pelanggan yang gak sembarangan, jangan sampai orang itu kecewa". Ucap Ince.


"Iya nyonya saya mengerti". Balas joko.


"Bang, sebenar nya saya bekerja di mana dan tugas saya apa". Tanya Mika takut.


Akan tetapi Joko hanya diam saja.


"Bang, tolong jawab bang, saya takut". Ucap Mika gemetaran.


"Berisik banget sih, kamu tuh hari ini harus nemenin seseorang di hotel, tenang aja, dia punya banyak uang, nanti kamu pasti di kasih tip". Ucap Joko menjawab dengan jujur karena kesal dengan pertanyaan si Mika.


"Ya Tuhan bang, maksud nya apa bang? Saya mau di jual? ". Tanya nya lagi.


"Ckckckckckck... Masih nanyak lagi, udah lah, ntar juga kamu terbiasa, tenang aja". Ucap Joko tanpa melihat mika.


"Gak bisa, aku harus keluar dari mobil ini, aku harus kabur". Gumam mika dalam hati.


Tiba tiba........


Cekkklllleeekkk.....


Guuuubbrrrraaakkkk......


Mika nekad membuka pintu mobil nya, dan segera melompat keluar dari mobil nya. Saat itu kondisi jalan raya tidak terlalu ramai kendaraan. Beberapa pengendara melihat nya, berusaha membantu, namun Mika mengabaikan nya dan berusaha lari dari Joko dan kawan kawan nya.


Dan Joko, Anto berusaha mengejar Mika, sementara Andi sedang memarkirkan mobil nya.


Terlihat lah adegan 2 orang laki laki yang berbadan besar berlari mengejar mika yang sudah berada di depan nya.


Mika masuk ke parkiran salah satu toko roti, sambil bersembunyi di belakang mobil mobil yang parkir, dengan tubuh gemetaran dan ketakutan.


Hingga akhir nya keberuntungan membantu Mika, saat mika hendak membuka pintu salah satu mobil berwarna silver, Mika pun langsung masuk, bersembunyi di bawah kursi penumpang.


Ya Allah, tolong Mika, hiks... Hiks... ". Ucap nya dalam hati sambil menangis.


Sementara Joko, Andi, dan Anto pun masuk ke parkiran mobil, mengecek setiap mobil mobil...


Hingga sampai di depan mobil silver tempat mika sembunyi. Mereka mengintip mobil itu melalui kaca kaca di mobil itu.


Saat tangan si Joko hendak membuka pintu tempat mika sembunyi, tangan nya di tarik oleh seseorang....


"Maaf bung, apa yang hendak anda lakukan? ". Tanya laki laki si empunya mobil.


"Bukan urusan mu, pergi kau! ". Jawab Joko keras.


"Tapi ini urusan ku, karena ini mobil ku, dan kalian sedang mengamati mobil ku, apa kalian mau mencuri atau apa??? ". Tanya Raditya tegas.


"Oh ini mobil mu, tolong buka pintu mobil anda!". Perintah nya.


"Untuk apa? Sebaik nya kalian pergi atau saya laporkan ke polisi atas kasus upaya pencurian". Ancam Raditya.


Tiba tiba Anton hendak memukul Raditya, tapi dia berhasil menangkap tangan itu, menggenggam nya dengan erat sambil memutar pergelangan tangan Anto. Anto pun merasa kesakitan.


Kemudian Andi dan Joko pun melawan Raditya, sehingga terjadi lah perkelahian antara 3 lawan 1. Akan tetapi Raditya bukan orang yang lemah, karena dari dia SMP sudah belajar bela diri, mulai dari KARATE, TAEKWANDO, MUANGTHAI, semua sudah di pelajari nya. Maka nya dia yakin bisa mengalahkan anak buah Ince itu.


2 Security pun datang karena melihat perkelahian itu.


"Ada apa ini, tolong jangan bikin keributan di sini". Ucap mereka sambil melerai.


Akhir nya mereka pun mengakhiri nya.


"Pak, mereka dari tadi mengamat ngamati mobil saya, mungkin mereka adalah pencuri". Ucap Raditya.


"Sialan... ". Ucap Joko.


Joko mangajak ke 2 rekan nya untuk pergi, mereka berlari meninggal kan Raditya dan ke 2 security itu. Raditya tidak mengejar nya.


"Apa yang mereka lakukan di mobil ku? ". Gumam nya.


Raditya pun mengambil bungkusan roti yang dia beli tadi, masuk ke mobil tanpa merasa curiga dengan mobil nya. Akhir nya Raditya pergi meninggal kan parkiran toko roti itu.


"Bos, bagaimana ini, apa gak sebaik nya kita kejar mobil itu? ". Tanya Andi.


"Gak usah, nanti kita ketahuan, kita laporkan aja dulu sama Ince". Jawab nya.


Mereka melihat mobil yang di kendarai Raditya berjalan melewati mereka.


"Orang itu sangat kuat sekali, kita pasti kalah, dan kita bisa di lapor kan ke kantor polisi, semua rencana kita bisa ketahuan". Jawab Joko.


Di sepanjang perjalanan Raditya tidak curiga, masih mengendarai mobil nya dengan sunyi.


"Hhhaaaccciiimmmm..... "


Tiba tiba Raditya mendengar ada suara di belakang kursi nya, masih dalam keadaan mobil berjalan, dia melirik kebelakang, tapi tidak melihat apa pun. Dia yakin kalau dia tidak salah dengar.


"Suara apa itu, aku gak salah dengar kan, seperti suara perempuan, aku harus cek". Ucap nya dalam hati.


Tak berapa lama dia pun memarkirkan mobil nya, dan keluar dari mobil. Dia berjalan ke arah asal suara yang dia dengar.


Ceeekkllleekk........


Saat Raditya membuka pintu...


"Gak ada apa apa...... Tapi kok, jas ku jatuh?". Ucap nya.


Saat Raditya mengambil jas yang jatuh itu tiba tiba....


Aaaaaaaaaaaaaaa...........


Mereka saling bertatap dengan makna yang berbeda.


"Siapa perempuan ini, apa yang sedang di lakukan nya di mobil ku? ". Ucap nya dalam hati.


"Ya Allah, tolong mika". Ucap Mika dalam hati.


"Kamu keluar dari mobil ku". Suruh Raditya.


Akan tetapi mika hanya berdiam tanpa menjawab.


"Kamu dengar gak? Atau kamu saya bawa ke kantor polisi karena kasus pencurian? Atau kamu buronan? ". Tanya Raditya lagi.


"Tidak tuan, saya gak bersalah". Ucap Mika.


"Akhir nya nih orang bisa bicara juga, kirain bisu". Gumam nya.


"Cepat turun". Ucap Raditya, dia membiar kan gadis itu keluar lewat pintu sebelah nya.


Saat mika keluar,


Raditya kaget, karena melihat wanita yang ada di depan nya memakai pakaian dress merah dia atas lutut, dengan tali sebesar tali bra. Dandanan yang menor, rambut yang acak acakkan,Tanpa alas kaki.


Sadar di lihatin seperti itu, Mika sangat risih.


"Tuan, tolong jangan bawa saya ke kantor polisi, saya bukan buronan, saya orang baik baik". Ucap nya sedikit menunduk karena malu.


"terus kamu siapa, dan kenapa ada di dalam mobil ku? " Tanya nya.


"Saya mau di jual ke orang yang genit tuan, maka nya saya kabur, saya gak sengaja masuk ke mobil tuan, karena pintu nya tidak di kunci, karena saya ketakutan". Jawab Mika.


"Hhhmmmm, kenapa aku bisa lupa kunci pintu mobil biasa nya gak pernah terjadi". Gumam nya.


"Apa orang orang yang tadi yang mengejar nya". Gumam nya lagi.


"Siapa nama kamu, tinggal di mana biar saya antar kamu pulang". Tanya Radit ke Mika.


"Nama saya Mika tuan, saya dari kampung, di ajak ke kota sama tante Ince, kata nya mau ngasih saya pekerjaan, maka nya saya ikut tuan. Tapi saya gak tahu saya harus pulang ke mana tuan, hiks... Hiks... ". Jawab mika sedikit menangis.


"Hhhmmm, nangis lagi". Gumam nya sambil mengalihkan perhatian nya.


"Ingat alamat kampung mu kan, biar saya antar". Tanya nya.


"Eh bentar, mana lah aku sempat, apa apaan aku ngomong gitu". Gumam nya lagi.


"Jangan tuan, saya gak mau pulang dengan keadaan seperti ini, saya malu tuan, nanti orang tua saya bisa marah besar sama saya tuan". Jawab nya.


Tiba tiba Hp Raditya berdering..


"Hallo". Jawab Raditya.


"Papa di mana?". Tanya Alvaro yang menghubungi...


"Papa lagi di jalan sayang, ini mau pulang". Jawab Raditya.


"Kamu tunggu aja ya". Ucap nya lagi.


"Ok papa". Jawab Alvaro.


Raditya bingung sekarang, sesekali dia melirik Mika, bingung harus berbuat apa.


"Kamu pakai jas saya tadi, baju kamu itu pendek banget, lain kali jangan pakai pakaian yang kurang bahan kayak gitu, apa kamu gak malu? ". Tanya Raditya.


"Hiks... Hiks.... Hiks... Sebenar nya saya malu sekali tuan, ini tante Ince yang suruh saya pake baju ini, tuan jangan salah paham". Jawab nya sambil menunduk, masih belum berani menatap laki laki yang ada di depan nya.


Kruyyuuukkkk.... Kkkrrruuyyyuuukkkk.....


Perut Mika bunyi tanda minta di isi, dia lapar sekali dan belum makan.


"Seperti nya dia sangat lapar, kasihan juga ya udah lah, bawa pulang dulu aja kali ya". Gumam nya.


"Ya udah kamu ikut saya pulang ke rumah saya". Ajak nya.


"Tapi tuan? ". Tanya mika


"Ada apa? Jangan bilang kamu takut? ". Tanya Raditya yang sadar kalau mika ketakutan.


"aku rasa tuan ini orang nya baik, aku ikut aja". Gumam nya.


"Baik tuan, saya ikut". Ucap nya.


Akhir nya Mika masuk ke mobil penumpang, sementara Raditya kembali ke kursi pengemudi.


"Eh, kamu duduk di mana? Duduk di depan aja, ntar di kira saya sopir kamu lagi, padahal kan kamu yang numpang". Ucap Raditya ketika hendak membuka pintu kemudi.


"Baik tuan?". Ucap Mika, dia turun dari kursi belakang dan duduk di samping Raditya.


Tidak lupa dia memakai jas yang di berikan Raditya.


Akhir nya Mika ikut dengan laki laki yang baru dia kenal. Tanpa ada pembicaraan, hanya kesunyian.


"Ya allah, mika harap orang ini bukan orang jahat". Ucap Mika dalam hati. .


.


.


.


.


.


.


.


Akhir nya Mika bertemu dengan Raditya, apa yang akan terjadi, bagaimana nasib nya....


Jangan lupa LIKE, VOTE, FAVORITE, KOMENT nya ya, biar Author nya lebih semangat lagi