MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 49



"Tapi kamu gak apa-apa kan sayang? " tanya Mona gugup.


"Enggak kok oma, kan ada mama Mika. " ucap Alvaro.


"Seperti nya si Mika ini memang menyukai Alvaro. " gumam Mona.


"Ya udah sayang, oma kangen banget sama kamu, Valo kangen gak sama oma? " tanya Mona.


"Valo kangen banget oma, tapi kata papa mau ke lumah nenek." ucap Alvaro.


"Iya nak, papa kamu sudah bicara sama oma. " ucap Mona.


"Ya udah sayang, kasih telepon nya sama Mika nya donk. " pinta Mona.


"Mama, oma mau bicala lagi sama mama." ucap Alvaro pada Mika.


"Halo nyonya. " jawab Mika.


"Tolong jaga cucu saya, saya harap bisa secepat nya bertemu dengan mu. " ucap Mona, calon mertua Mika.


"Ba.. baik.. nyonya. " ucap Mika.


"Terimakasih. " ucap Mona.


Obrolan pun sudah berakhir.


Mika sedikit gugup dan takut bertemu dengan calon mertua nya.


"Selamat pagi tuan Adrian Ferdian. " ucap Raditya mengulurkan tangan nya.


"Selamat tuan Raditya Hermawan. " ucap Adrian menjabat uluran tangan Raditya.


"Silahkan duduk tuan Adrian. " ucap Raditya.


"Ternyata benar kata orang diluar, kalau anda ini ternyata sangat tampan, hehehehe. " ucap Adrian.


"Hahahahahaha... terimakasih tuan Adrian, anda juga sangat tampan. " balas Raditya.


"Terkadang ketampanan saja tidak cukup tuan Raditya, harus di ikuti dengan kekayaan, hahahahaha. " ucap Adrian.


"Hahahaha.... apa anda pernah punya masalalu menyedihkan tuan? " tanya Raditya dengan senyum.


"Ya ampun, Raditya berani banget bicara seperti itu. " gumam Dylan yang ikut meeting di ruangan.


"Yaahhh.... begitulah tuan Raditya... wanita-wanita kebanyakkan matrealis.. lebih memilih harta daripada cinta. " ucap Adrian menatap Raditya serius.


Adrian Ferdian kenal dengan Raditya, karena Clara, mantan isteri Raditya pernah menjalin hubungan dengan nya. Clara meninggalkan Adrian di saat Adrian tidak seperti sekarang ini. Akan tetapi Raditya tidak pernah tahu dan kenal dengan Adrian.


Sekarang, walaupun Raditya dan Clara sudah bercerai, walaupun Clara meminta untuk kembali kepelukan nya, Adrian tidak menerima nya lagi. Rasa sakit hati yang dia rasa akibat penghianatan Clara, membuat nya hanya mempermainkan Clara saya.


Tapi Adrian berniat balas dendam dengan Raditya.


"Tidak semua wanita yang matrealistis tuan Adrian, tidak semua.... " ucap Raditya menatap Adrian juga.


"Eeehhemm... baik lah, kita akan segera memulai rapat kita ini. " ucap Dylan.


Dylan merasakan suasana menegangkan dalam ruangan itu.


"Aku hanya mendengar suara Mika, tapi dari suara nya, dia sangat lembut dan sopan. " ucap Mona di dalam kamar nya, duduk di depan cermin hias nya.


"Dari awal dia bicara pada ku, tidak ada nada-nada sombong. " ucap nya lagi.


"Rasa nya aku ingin cepat-cepat bertemu dengan nya. " ucap Mona lagi.


"Ada apa ma, kenapa bicara sendiri. " ucap Hermawan.


"Papa, sejak kapan papa masuk? " tanya Mona yang baru sadar kedatangan suami nya.


"Papa sudah masuk beberapa menit yang lalu, tapi mendengar mama bicara sendiri. " ucap Hermawan.


"Papa, tadi mama bicara sama Mika dari telepon." ucap Mona.


"Lalu? " tanya Hermawan duduk di sofa empuk sambil membaca majalah bisnis.


"Waktu mama dengar suara Mika, mama rasa Mika anak yang sopan. " ucap nya mendekati suami nya duduk di sofa.


"Dan papa tahu gak? "tanya Mona.


"Papa gak tahu tuh." ucap Hermawan membuka halaman majalah nya.


"Ih.. papa, denger dulu donk." ucap Mona.


"Iya.. iya ma... bicara saja". ucap nya.


"Mama juga bicara dengan Alvaro, Alvaro bilang, kalau Mika sudah menyelamatkan Alvaro dari penculikkan. " ucap Mona.


"Apa kamu bilang ma? " tanya Hermawan serius.


"Cucu kita pernah di culik pa, bahkan sampai dua kali loh. " ucap Mona.


"Apa? dua kali? kenapa Raditya tidak pernah bicara sama kita ma? " tanya Hermawan meletakkan majalah di atas meja.


"Mungkin karena anak kita gak mau kita khawatir. " ucap Mona.


"Bener tuh pa. " jawab Mona.


"Baiklah tuan Raditya, saya senang bisa bekerja sama dengan anda. " ucap Adrian mengulurkan tangan nya.


"Sama-sama tuan Adrian, saya harap kerja sama kita berjalan dengan lancar, dan tidak merugikan kedua belah pihak. " ucap Raditya menjabat uluran tangan Adrian.


Mereka berdua tersenyum dengan makna tersembunyi.


"Kalau begitu kami permisi dulu." ucap Adrian.


"Silahkan tuan Adrian.. " ucap Raditya.


Saat Adrian dan sekretaris nya hendak melangkah keluar...


"Tuan Adrian. " panggil Raditya.


Adrian berhenti, melihat kebelakang nya.


"Ada apa tuan Raditya? " tanya nya.


"Dalam waktu dekat ini saya akan melangsungkan pernikahan saya yang kedua. " ucap Raditya dengan senyum.


"Oh ya... kapan itu? " tanya Adrian.


"Secepat nya, nanti saya akan mengirim kan undangan pernikahan saya, saya harap agar tuan Adrian bisa menghadiri acara pernikahan saya. " ucap Raditya sambil tersenyum.


"Tentu... tentu saya akan datang tuan Raditya, hehehehe. " ucap Adrian.


"Terimakasih. " ucap Raditya.


Adrian dan sekretaris nya sudah keluar ruangan.


"Apa kau serius mengundang mereka? " tanya Dylan.


"Iya, memang nya kenapa? " tanya Raditya.


"Tidak... tidak apa-apa, aku hanya merasa kalau tuan Adrian aneh. " ucap Dylan.


"Aneh di mana nya? " tanya Raditya.


"Entah lah, seperti dia tidak menyukai mu. " ucap Dylan.


"Sudah lah, itu hanya menurut mu saja. " ucap Raditya.


"Mudah-mudahan saja ya. " ucap Dylan.


Dylan pun keluar dari ruangan meeting, tidak lama Raditya pun keluar, menuju ruangan nya.


"Ternyata orang itu sudah mau menikah, dengan siapa? "gumam Adrian di dalam mobil nya.


"Hallo Mika." ucap Raditya panggilan Video call.


"Halo Radity. " jawab Mika.


"Apa yang sedang kau lakukan sekarang? " tanya Raditya.


"Aku sedang menyiapkan makan siang buat Alvaro, apa kah anda sudah makan siang Radit? " tanya Mika.


"Hhmmm... belum. " jawab nya.


"Kenapa? ini sudah jam 12 siang, sudah waktu nya untuk makan siang kan? " tanya Mika.


"Iya, tapi tidak enak kalau makan nya cuma sendirian. " ucap Raditya senyum.


"Kan ada Dylan, ajak saja dia. " ucap Mika yang masih sibuk mempersiapkan makan siang Alvaro.


"Mika, kau tenang lah dulu, jangan mutar-mutar." ucap Raditya.


"Kenapa Dit? " tanya Mika.


"Aku tidak bisa melihat wajah manis mu dengan jelas. " ucap Raditya dengan senyum menawan nya.


"Hehehehe. " tawa kecil Mika.


"Aku mau kau menyuapi ku. " ucap Raditya iseng.


"Bagaiamana cara nya aku menyuapi mu makan? " tanya Mika.


"Iya yah.... " ucap Raditya tersenyum juga.


"Kalau tidak, suruh Dylan saja yang menyuapi mu, hahahahaha. " ucap Mika sambil tertawa menutup mulut nya dengan salah satu tangan nya.


"Sayang, kamu kalau tertawa jangan di tutup mulut nya ah.... " ucap Raditya.


"Ha? kenapa? " tanya Mika serius.


"Sayang mu ini tidak bisa melihat senyum manis mu itu sayang. " ucap Raditya menunjukkan gigi putih nya.


Sementara wajah Mika memerah seperti tomat.