MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 25



Malam hari saat Mika sedang bersama ibu nya di kamar, sementara yang lain nya berada di ruang tamu.


"Bu". Ucap Mika menghampiri ibu nya yang sedang melipat pakaian di atas kasur.


"Ini ada sedikit tabungan Mika, ibu pakai ya buat kebutuhan sehari hari". Ucap Mika sambil memberikan amplop coklat berisi uang.


"Kau juga harus memperhatikan diri mu juga nak". Ucap Ibu Mika sambil menerima amplop cokelat itu.


"Ibu gak usah khawatir, Mika gak kekurangan uang kok bu, tuan Raditya sangat baik, jadi kadang kadang dia kasih uang lebih sama Mika". Ucap Mika.


"Lagi pula Dimas bilang sama Mika, kalau uang sekolah nya sudah telat beberapa bulan, jadi ini pakai aja". Ucap Mika sambil tersenyum.


"Memang nak, hasil sawah ayah kamu juga memang lagi buruk, karena banyak hama yang merusak hasil sawah kita, jadi harga nya turun drastis". Ucap Ibu nya.


Mika meletakkan kepala nya di pangkuan ibu nya, ibu nya mengelus kepala anak gadis nya itu.


"Maafin ibu dan ayah ya, karena membebani kamu". Ucap ibu nya sedikit lirih.


Ibu jangan bicara seperti itu, itu udah kewajiban Mika sebagai anak ibu, Mika gak terbebani kok, Mika justru senang bantu ayah, ibu dan Dimas". Ucap Mika.


"Mama, nenek, Valo ngantuk, Valo mau bobok". Tiba tiba Alvaro masuk ke kamar sambil menguap.


"Valo udah ngantuk ya, ya udah sini bobok". Ajak Mika.


Alvaro datang ke kasur, naik dan langsung mengambil posisi di tengah tengah Mika dan 'nenek ' nya.


"Tuan Raditya, apakah saya bisa memiliki nomor telepon tuan?". Tanya Dimas ketika duduk bersama sambil memainkan Hp nya.


"Boleh". Ucap Raditya sambil memencet mencari nomor nya dan memberikan nya pada Dimas, Dimas pun langsung menyimpan nomor itu di Hp nya.


"Dimas minta nomor nya siapa tahu kak Mika tidak bisa di hubungi". Ucap Dimas.


"Iya, aku mengerti". Jawab Raditya.


"Ngomong ngomong jangan panggil aku dengan sebutan 'tuan', panggil saja kak Radit". Ucap Raditya.


"Baik lah kalau begitu kak Radit". Jawab Dimas tersenyum.


"Oh ya Dimas, kamu sudah kelas berapa? ". Tanya Raditya.


"Sudah kelas 2 SLTP kak, ini lagi persiapan ujian buat kenaikan kelas 3". Jawab Dimas.


"mmm.... , apa kamu nanti mau lanjut kuliah? ". Tanya Raditya lagi.


"Iya kak, tapi aku pengen sambil kerja juga". ucap Dimas.


"aku juga mau gantian bantu ayah dan ibu, biar kak Mika gak terbebani". Ucap Dimas serius.


"Baik lah, kalau kuliah nanti kamu mau ambil bagian apa? ". Tanya Raditya lagi.


"Antara Manajemen perbankan atau jadi guru kak, masih bingung, hehehehehe". Ucap dimas sambil menggaruk kepala nya.


"mm.... Iya, kamu gak usah terlalu terburu buru, yang penting kamu harus pilih sesuai kemampuan dan keinginan kamu, jangan sampai kamu tidak menyukai jurusan yang kamu ambil di tengah jalan". Ucap Radit.


"Iya kak, Dimas juga mengerti". Ucap Dimas.


Pukul 22.00 Wib semua nya sudah tertidur, kecuali Raditya yang masih berada di depan laptop nya. Dia masih sibuk mengecek Email, laporan laporan yang di kirim kan asisten nya Dylan.


Mika keluar dari kamar nya karena haus, dia melihat tuan nya belum tidur, lalu menghampiri nya.


"Tuan belum tidur? ".Tanya Mika.


"Eh... Belum Mika". Jawab Raditya yang kaget kalau Mika muncul.


"Apa mau saya bikin kan kopi tuan? ". Tanya Mika.


"oh... Boleh kalau kamu gak keberatan". Jawab nya.


"Saya gak keberatan kok tuan, yaudah kalau begitu saya ke dapur dulu ya tuan". Ucap Mika.


"mmm.... Mika, kalau boleh sekalian aku minta...". Ucap Raditya terpotong.


"Minta apa tuan? ". Tanya Mika.


"Minta singkong rebus nya juga, hehehehe". Ucap Raditya sambil menggaruk kepala nya.


Raditya hanya mengangguk kepala nya.


Mika pergi ke dapur, beberapa detik Raditya melihat Mika berjalan ke arah dapur, kemudian menatap laptop nya lagi.


"Dylan, kau ada di mana? ". Tanya Raditya dari panggilan telepon yang mendengar suara musik keras.


"Hallo Dit, aku lagi di club, kenapa? Apa ada masalah? ". Tanya Dylan.


"Kau jangan terlalu sering ke sana". Ucap Radit.


"Kenapa? ". Tanya Dylan balik.


"Di sana banyak wanita wanita yang haus akan uang". Ucap nya.


"Hahahaha, bukan cuma wanita, laki laki juga termasuk aku dan kau". Jawab Dylan.


"Sudah lah". Ucap Raditya.


"Apa ada masalah dalam kantor? ". Tanya Raditya.


"Tidak ada, aman terkendali di tangan sahabat mu ini, eh tapi kalau kau kembali ke kantor, gantian aku mau ijin liburan". Ucap Dylan.


"Boleh, paling tinggal potong gaji". Jawab Raditya enteng.


"Ah kau.... Masa gitu sih, berarti kau juga harus di potong gaji nya donk". Ucap Dylan.


"Apa kau lupa siapa aku? ". Tanya Raditya.


"Tau, kau adalah bos ku, pemilik perusahaan". Jawab Dylan santai.


"Jangan lupa juga, aku yang membayar gaji mu dan pekerja yang lain, jadi bagaimana aku potong gaji ku? ". Tanya Raditya.


"Baik lah... Baiklah tuan besar, anda lah bos nya, puas? ". Jawab Dylan ngeledek.


"Bagus". Ucap Raditya.


"besok pagi kami akan kembali ke jakarta, nanti kalau aku sudah sampai, kau siap kan laporan manual nya dan antar ke rumah". Ucap Raditya.


"Ok bosss". Jawab Dylan.


"Eh, ngomong ngomong gimana camer mu? ". Tanya Dylan sedikit tertawa.


"Diam kau, aku tutup telepon nya". Ucap Raditya sambil melihat Mika datang membawa kan nya kopi dan singkong rebus yang baru di masak nya.


"Tuan, ini kopi dan singkong rebus nya, tadi singkong nya saya masak lagi, soal nya tadi yang sudah mateng habis". Ucap Mika.


"Gak apa apa". Jawab Raditya.


"Tuan belum ngantuk? ". Tanya Mika sambil duduk di samping majikan nya.


"Belum, masih ada pekerjaan yang harus di cek". Jawab nya.


Raditya berhenti sejenak dan meminum kopi nya yang masih panas.


"auww..... Panas.. ". Ucap nya sambil memegang bibir nya yang kepanasan.


"Aduh maaf tuan, kopi nya masih panas, apa saya campur kan dengan sedikit air dingin?" tanya Mika.


"Gak usah, aku yang terlalu terburu buru". Ucap Raditya.


Dia kemudian melanjutkan memakan singkong rebus perlahan karena masih panas juga.


"Kita besok pagi kembali ke Jakarta, tidak apa apa kan? ". Tanya Majikan nya sambil memasukkan potongan singkong ke mulut nya dan menatap Mika.


"Gak apa apa kok tuan, ini saja saya sudah senang". Ucap Mika.


"Kalau begitu, saya kembali ke kamar dulu tuan, sudah ngantuk, hahahaha". Ucap Mika sambil menguap.


"mm... ". Ucap Raditya sambil menganggukkan kepala nya.


Mika pergi ke kamar nya.


Raditya kembali melakukan aktifitas nya setelah melihat masuk Mika masuk ke kamar nya