MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 28



Pagi hari Raditya bersiap siap berangkat kerja. Dia turun ke bawah, selama menyusuri tangga rumah nya dia melihat Alvaro berada dalam pangkuan Mika sambil menonton tv. Raditya senyum.


"Pagi sayang". Ucap Raditya menghampiri Alvaro dan Mika.


"Pagi tuan, eh... ". Ucap Mika malu.


Karena yang seharus nya menjawab adalah Alvaro Mika jadi malu.


Raditya pun melihat Mika.


"Pagi papa". Ucap Alvaro, tapi tidak menghampiri papa nya.


Raditya menghampiri Alvaro di hadapan nya sambil sedikit jongkok karena masih berada di pangkuan Mika.


Sebenar nya Mika sangat canggung dengan keadaan seperti itu.


"Kenapa papa nya datang bukan nya di peluk atau di cium? ". Tanya Raditya sambil mencubit kecil pipi anak nya.


"Papa, jangan manja deh... Valo lagi asik nonton doya(dora)". Ucap Alvaro sambil minum susu di dalam botol.


Raditya kaget karena di bilang manja, melirik Mika.


"Sayang.. Papa mau berangkat kerja nih, gak mau peluk dan cium papa nya? ". Ucap Raditya.


"Untuk saat ini Valo lagi gak mau pa, jadi


"Bial mama Mika aja yang wakilin". Jawab Alvaro cuek.


"eeehhh.... ". Respon Mika kaget.


Raditya langsung melihat ke Mika, Mika merasa malu.


"Kenapa harus mama Mika yang melakukan nya sayang? ". Tanya Raditya yang masih melihat Mika.


"Kayena Valo masih sibuk nonton papa". Ucap Alvaro cuek.


"mmm... Emang nya Valo gak marah kalau papa peluk dan cium mama Mika nya? ". Tanya Raditya masih melirik Mika.


Mika gugup sampai sedikit keringatan.


"Gak". Jawab Alvaro santai geleng kepala.


"Tapi kalau mama Mika nya gak mau papa peluk gimana? ". Tanya Raditya sedikit senyum nakal.


"Ya ampun tuan... Tolong jangan berbicara seperti itu". Gumam Mika dalam hati.


"Berarti mama Mika gak suka sama papa". Ucap Alvaro polos.


Raditya kaget saat Alvaro mengatakan itu, Mika tersenyum kecil, Raditya melirik.


Raditya menggelengkan kepala nya melihat anak nya.


"Memang nya mama Mika gak suka sama papanya Alvaro ya? ". Tanya Raditya nakal pada Mika


"suka kok tuan, eehh.... ". Ucap Mika tanpa sadar dan merasa malu dengan jawaban nya.


"Maksud saya....


Raditya tersenyum nakal lagi.


"Kalau begitu........ ". Ucap Raditya.


"Tapi saya gak suka di peluk dan di cium tuan Raditya". Ucap Mika spontan dan cepat.


Raditya terdiam, tidak ada perasaan tidak suka di dalam hati nya. Beberapa menit mereka saling menatap.


"Papa, gak beyangkat keyja nya? ". Tanya Alvaro.


"Oh.. Iya, papa berangkat dulu ya sayang". Ucap Raditya.


Raditya tanpa sadar mencium kepala anak nya Alvaro yang masih dalam pelukan Mika. Mika sangat gugup sekali, karena itu sangat dekat dengan nya.


Hampir mengenai dada Mika karena Alvaro yang bersandar di dada Mika. Raditya tersadar dan dia pun merasa malu dan canggung apalagi mereka sering saling bertatapan.


"mm....kalau begitu papa pergi ya, aku pergi dulu Mika". Ucap Raditya sambil menggaruk kepala nya.


"I...iya.. Tuan". Ucap Mika salah tingkah.


Raditya pergi meninggalkan mereka berdua yang masih asik menonton tv. Baru beberapa langkah kaki, Raditya berbalik melihat ke arah Mika, kemudian melanjutkan langkah nya lagi ke mobil.


Pak Sutrisno membuka pintu mobil, memberi salam pada majikan nya. Mereka pun pergi menuju perusahaan nya. Di dalam mobil yang biasa nya Raditya membuka laptop atau mobil nya, kini dia hanya duduk terdiam sambil melipat ke dua tangan nya.


Entah apa yang ada di pikiran nya.


"Harum banget". Ucap Raditya pelan sambil tersenyum.


"Maksud nya tuan? ". Tanya Sutrisno yang mendengar suara tuan nya.


"ha... Aa.. Tidak apa apa pak, silahkan jalan aja". Ucap Raditya.


"Oh iya tuan". Jawab nya.


"Mama, suka Doya gak? ". Tanya Alvaro.


"Suka sayang". Jawab Mika.


"Valo juga suka, doya pintay". Ucap Alvaro.


"Valo juga pintar kok". Puji Mika.


"Iya... Ya, hehehehe". Tawa Alvaro.


Akhir nya Raditya sampai di kantor, melangkah menuju ruangan nya, kebetulan bertemu dengan Dylan.


"Pagi tuan Raditya Hermawan". Ucap Dylan dengan senyum manis nya.


"mmm... ". Jawab Raditya cuek.


"Ada apa tuan? Seperti nya sedang tidak senang? ". Tanya Dylan.


"Sudah lah Dylan, aku tahu maksud pertanyaan mu". Jawab nya.


"Hehehehe". Tawa nya.


"Oh ya, hari ini ada undangan pembukaan property dari pak Beny". Ucap Dylan.


"Jam berapa? ". Tanya Radit.


"Jam 7 malam, tapi.... ". Ucap nya ragu.


"Kenapa? ". Tanya Radit.


Sambil mereka keluar dari lift dan menuju ruangan nya.


"Tapi, ada Mantan isteri mu juga di sana, Clara". Ucap Dylan.


"Apa yang di lakukan nya di sana? ". Tanya Raditya membuka laptop nya.


"Dia sebagai model nya". Jawab Dylan sambil duduk di kursi depan meja kerja Raditya.


"mmm... Oke". Ucap Raditya.


"Apa kau akan menghadiri nya? ". Tanya nya.


Beberapa menit Raditya diam.


"Dit? Apa kau akan menghadiri nya? ". Tanya Dylan lagi.


"Iya... Aku akan datang". Jawab nya.


"Bagus lah kalau begitu, aku akan ikut dengan mu". Jawab Dylan.


"Tidak, aku akan pergi dengan Mika". Jawab nya santai.


"Apa??, maksud mu? ". Tanya Dylan kaget.


"Maksud ku, aku akan pergi bersama Mika". Jawab nya mengulangi.


"Apa kau bawa Alvaro juga? ". Tanya Dylan lagi.


" Ya enggak lah". Jawab Raditya.


"Apa, gak apa apa tuh Dit? ". Tanya nya lagi.


"Tenang saja". Ucap nya santai.


"Apa kau mulai menyukai nya, ha?". Tanya Dylan meledek.


"Seperti nya kau tidak ada pekerjaan ya, atau kau sudah bosan bekerja dengan ku? ". Tanya Raditya sinis.


"Hohoho... Ok... Ok.. Aku akan keluar, tapi aku akan tetap pergi ke acara pembukaan itu". Ucap Dylan.


"Terserah kau saja". Ucap Raditya.


"Kalau begitu aku kembali ke ruangan ku dulu, bye". Ucap Dylan melangkah ke pintu.


Saat Dylan sudah keluar dari pintu, dia berhenti dari aktifitas nya. Bersandar dalam kursi nya.


"Apa yang aku lakukan? Mengajak Mika? Apa aku sudah gila? Bagaimana cara ku mengajak nya? Kalau dia tidak mau bagaimana? Aku juga nanti yang akan malu dan Dylan akan menertawakan ku? Aahhhh.... Pusing.. Pusing... ". Ucap Raditya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


"Hhaacciiimmm". Bersin Mika. Seperti nya ada yang sedang membicarakan ku". Ucap Mika sambil menggosok hidung nya.


"Clara, malam ini kau akan menghadiri pembukaan properti dari pak Beny kan? ". Tanya Andien.


"Iya". Jawab Clara.


"Apa kau tahu kalau mantan suami mu ada di sana juga? ". Ucap Andien.


"Oh ya.. Aku gak tahu tuh". Ucap Clara.


"Bagus lah kalau begitu, sekalian bersilahturahmi, hahahaha". Tawa Clara.


"Aku mau lihat bagaimana keadaan dan wajah nya sekarang, setelah 5 tahun tidak bertemu". Ucap nya lagi.


.


.


.


.


JANGAN LUPA KLIK LIKE KOMENT AND VOTE NYA YA.


.


.


.



JANGAN LUPA BACA NOVEL KU BOS MAFIA JATUH CINTA YA... CERITA NYA GAK KALAH SERUH