MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 52



"Sayang, lusa aku akan mengajak mu bertemu dengan orang tua ku, setelah mendapat restu dari mereka, kita akan segera melangsungkan pernikahan. " ucap Raditya.


Mika hanya mendengar dan ikut melihat pemandangan malam itu.


"Sayang, kalau nanti kita punya anak, kamu akan tetap menyayangi Alvaro kan? " tanya Raditya.


"Tentu saja, apa yang kau pikirkan. " jawab Raditya.


Raditya senyum senang.


Raditya mendekati Mika, memeluk nya dari belakang Mika. Mika kaget tapi berusaha untuk tetap tenang.


Kedua tangan Raditya memeluk pinggang nya, meletakkan kepala nya di sisi kiri leher Mika, membuat nya merasa geli.


"Setelah kita menikah, kau harus percaya pada ku, dan saling terbuka. " ucap Raditya sambil mencium leher Mika.


Mika masih diam, bingung mau bicara apa.


"Hhmmm... rambut mu wangi sekali. " ucap Raditya mencium rambut Mika.


"Wangi dan lembut, seperti diri mu. " Bisik nya lagi.


"Radit, bisa kita hentikan? " tanya Mika.


"Apa? " tanya Raditya yang masih mencium rambut nya.


"Tolong lepaskan pelukan nya, aku masih belum terbiasa. " ucap Mika.


"Hhmmm... baik lah.... " ucap Raditya melepaskan pelukan nya.


"Apa kau takut padaku? " tanya Raditya.


"Ti... tidak... kenapa kau bicara seperti itu? " tanya Mika.


"Aku hanya merasa kalau kau jaga jarak pada ku. " jawab Raditya.


"Aku... aku hanya belum bisa terlalu dekat sebelum kita menikah. " ucap Mika.


"Berarti kalau kita sudah menikah, aku bisa lebih dekat lagi pada mu ya? hhhmmm? " tanya Raditya mengedipkan sebelah mata nya.


Wajah Mika memerah karena merasa malu.


"Tenang saja, aku tidak akan keterlaluan pada mu sebelum kita menikah. " ucap Raditya menggenggam tangan Mika dan mencium tangan nya.


Dua hari kemudian, Raditya, Mika dan Alvaro berangkat ke Bandung, ke rumah besar keluarga Raditya.


Mika sangat gugup, dan Raditya sadar itu.


"Kau tenang saja sayang, orang tua ku tidak galak kok, cuma sedikit cerewet kok, hehehe." ucap Raditya menggenggam tangan Mika.


Mika hanya membalas dengan senyuman.


"Bi, masakan nya sudah di siapkan? " tanya Mona, mama Raditya.


"Sedang di siapkan nyonya. " jawab bi Ijah, pelayan nyonya Mona.


"Bagus, sebentar lagi Raditya akan datang, dia akan membawa calon isteri nya, jadi tolong kerja sama nya ya bi. " ucap Mona.


"Baik nyonya. " ucap bi Ijah memberi hormat.


Mona tertawa melihat ekspresi pelayan nya yang sudah bekerja 10 tahun dengan nya.


"Papa, udah di mana mereka? " tanya Mona menghampiri suami nya yang sedang membaca koran.


"Sabar donk ma, mungkin mereka sedang berada di perjalanan. " ucap suami nya membalikkan halaman koran nya.


"Telepon donk pa, santai banget sih, ini anak kita sudah tiga tahun tidak pernah datang kerumah kita. " ucap Mona.


"Mama, jangan ganggu Raditya, mungkin dia sedang mengemudi mobil nya, nanti dia tidak bisa konsentrasi bawa mobil." ucap suami nya.


"Ih papa mah.... " ucap Mona sedikit kesal.


"Kita sudah sampai nih. " ucap Raditya.


Saat mobil nya berhenti di depan gerbang kayu berwarna cokelat tua yang tinggi.


Seseorang membuka gerbang dan mempersilahkan kan mobil Raditya masuk.


"Nyonya, tuan Raditya sudah datang. " ucap tukang kebun nya.


"Pa, anak kita sudah datang, ayo pa. " ucap Mona sambil menarik tangan suami nya.


"Ya Allah, aku sangat gugup. " gumam Mika.


"Selamat siang tuan Raditya. " ucap pelayan menyambut mereka.


"Siang bi, di mana mama sama papa? " tanya Raditya yang mencari sosok orang tuanya.


"Kami di sini sayang, heheheheh. " jawab papa nya yang berjalan menghampiri mereka.


Mona melihat Mika yang menggendong Alvaro yang sedang tertidur.


"Cantik banget. " gumam Mona.


"Selamat siang nyonya, tuan. " ucap Mika sedikit menundukkan kepala nya.


Nyonya Mona dan tuan Hermawan saling menatap.


"Sudah lah...sudah lah... jangan seperti itu, hahahaha, ayo...ayo.. masuk." ajak Hermawan papa Raditya.


Raditya mengajak Mika masuk ke dalam rumah.


"Sayang, kamu bawa Alvaro tidur di kamar ya. " ucap Raditya pada Mika.


"Baik Dit. " jawab Mika.


"Baik nyonya." jawab Mika.


Raditya dan Hermawan melihat Mona dan Mika menuju kamar.


"Apa dia calon isteri mu Radity? " tanya Hermawan.


"Iya pa, bagaimana menurut papa? " tanya Raditya.


"Dia cantik dan sopan. " jawab papa nya.


Bi Ijah datang membawa dua gelas kopi untuk mereka berdua.


"Terimakasih bi. " ucap Raditya setelah menerima gelas kopi nya.


Dia langsung meminum nya.


"Dari mana kamu mengenal nya? " tanya Papa nya.


"Panjang cerita nya pa, tapi yang jelas karena dia aku jadi ingin menikah, hehehehehe. " ucap Raditya.


"Hhhmmm.... semua keputusan itu ada pada mu, dan kau yang akan merasakan dan menjalani nya. " ucap papa nya sambil minum kopi.


"Mika. " panggil Mona.


"Iya nyonya." jawab Mika setelah meletakkan Alvaro di atas ranjang yang masih tertidur pulas.


"Jangan panggil nyonya donk, aku kan calon mertua mu, panggil saja... mama.. " ucap Mona senyum.


Mika memandang wanita yang sebaya dengan ibu nya.


"Tapi nyonya.... " Mika tidak melanjutkan bicara nya.


"Masih manggil nyonya? apa saya membatalkan pernikahan nya? " ancam Mona tidak serius.


"Baik... ma. " ucap Mika sedikit gugup.


"Bagus... " ucap Mona senang.


"Apa kau mencintai anak ku? " tanya Mona lagi.


"Saya akan berusaha menjadi isteri dan ibu yang baik nyo... ma. " ucap Mika.


"Baiklah... aku percaya pada mu. " ucap Mona.


"Sebenar nya waktu Radity bilang dia mau menikah, kami sangat senang, walaupun kami penasaran dengan siapa dia akan menikah. " ucap Mona.


"Setelah kami melihat mu, jujur saja kami menyukai mu, kau begitu menyayangi Alvaro. " ucap Mona lagi.


"Jadi... aku senang kalau kau menikah dengan putra ku." ucap Mona lagi.


"Sebaiknya kita kebawah." ajak Mona.


"Iya ma. " ucap Mika.


Mika dan Mona turun kebawah. Mona menggandeng tangan Mika.


Raditya dan Hermawan melihat mereka berdua turun tangga.


"Seperti nya, mama menyukai Mika." gumam Raditya.


"Kalian kok lama sekali." ucap Hermawan.


"Maklum lah pa, ngobrol-ngobrol dulu sama calon mantu." ucap Mona duduk di samping suami nya.


Mika duduk di samping Raditya.


"Jadi bagaimana ma? " tanya Hermawan.


"Mama ya setuju-setuju saja, yang penting mereka bahagia. " jawab Mona.


"Baiklah... jadi kapan kalian akan menikah? " tanya Hermawan serius.


Mika dan Raditya saling menatap.


"Rencana nya tanggal 15 bulan depan pa, ma. " ucap Raditya.


Mereka bertiga yang ada di situ kaget, apalagi Mika.


"Kok cepat banget Dit? " tanya Mika.


"Iya gak apa-apa kan, biar aku bisa dekat sama kamu sayang. " ucap Raditya genit.


"Eheemmm..... berarti sekitar 20 hari lagi? " tanya papa nya.


"Iya pa. " jawab Raditya.


"Baiklah kalau begitu, kita persiapkan saja." ucap papa nya.


"Kalian berapa lama tinggal di sini? " tanya Mona.


"Besok kami akan kembali ke Jakarta ma. " jawab Raditya.


"Cepat sekali, mama masih belum puas lepas kangen sama cucu mama. " ucap Mona.


"Banyak pekerjaan di kantor ma. " jawab Raditya.



HAI.... HAI..... IJIN PROMO YA... SILAHKAN MAMPIR DI NOVEL TERBARU KU.


CERITA NYA GAK KALAH SERU LOH