
"Hallo, ma? " ucap Raditya memanggil kembali nomor mama nya.
"Hallo sayang, kamu lagi sibuk ya? " tanya Mama nya.
"Sekarang tidak, ada apa ma? " tanya Raditya.
"Mama mau minta alamat calon besan mama donk nak." ucap mama nya.
"Untuk apa ma? " tanya Raditya.
"Kami hanya ingin berkenalan saja, sekalian mempersiapkan pernikahan kalian. " jawab mama nya.
"Lagi pula kan tidak mungkin kami tidak berkenalan dulu sebelum hari pernikahan kalian. " ucap Mama nya lagi.
"Hhhmm.... benar juga. " gumam Raditya.
"Hanya itu kan ma? " tanya sindir Raditya.
"Hey nak, apa maksud mu? " tanya mama nya.
"Tidak ada, memang nya apa yang ada dalam pikiran mama? " tanya Raditya.
"Justru mama mau nanyak, apa yang ada dalam pikiran mu tentang mama? " ucap mama nya menahan kesal.
"Hahahahahaha, apa mama marah? " ucap Raditya tertawa.
"Sudah ah... kirimin alamat nya, yang lengkap ya, jangan nanti kami salah datangi rumah orang, terus salah besan, salah mantu juga, kan repot." ucap Mama nya.
"Iya..iya.. ma, nanti aku kirim kan alamat nya, aku minta dulu dengan Mika. " ucap Raditya.
"Oh ya nak, kalian akan melangsungkan pernikahan kalian di mana? " tanya mama nya.
"Seperti nya di Jakarta saja ma." jawab nya.
"Oh bagus lah, hahahaha. " jawab mama nya senang
" Ya udah lah kalau begitu, kirim kan alamat nya ya, mama tunggu sekarang. " ucap mama nya.
Panggilan pun berakhir.
"Beberapa hari lagi kita akan menikah sayang, hehehehehe. " gumam Raditya sambil tersenyum.
*********************************
"Hallo Clara." ucap Adrian dalam panggilan telepon menghubungi Clara.
"Hallo Adrian, tumben kau menghubungi ku terlebih dahulu, ada apa? " ucap Clara yang sedang berada di salon.
"Kau lagi ada di mana? " tanya Adrian.
"Biasa, aku lagi ada di salon sayang." jawab Clara.
"Hhmmm.... kebiasaan wanita ini... " gumam Adrian.
"Ada apa sayang? " tanya Clara.
"Aku ingin bertemu dengan mu." ucap Adrian.
"Apa? apa kau kangen pada ku? " tanya Clara sedikit manja.
"Menjijikkan. " gumam nya.
"Ada yang ingin aku bicarakan pada mu. " ucap Adrian.
"Ooohhh.... ok lah, jam berapa? " tanya Clara.
"Jam 7 malam, sekalian kita makan malam." ucap Adrian.
"Baik sayang, di tempat biasa kan? " tanya Clara.
"Hhmmm.... " jawab Adrian.
"Ok sayang, aku akan ke..... " ucap Clara yang panggilan telepon nya sudah di akhiri Adrian.
"Kenapa dia langsung mematikan telepon nya. " gumam Clara bingung.
"Ah sudah lah, yang penting dia mau bertemu dengan ku, aku sudah senang, hehehehehehe. " gumam nya lagi.
Hari sudah mulai sore, semua karyawan Raditya bersiap-siap pulang meninggalkan kantor. Termasuk Raditya, dia sangat senang dan semangat bersiap pulang.
"Ciiieee.... senang banget mau pulang, mau ketemu calon isteri nih." ledek Dylan.
Raditya tidak menggubris nya, pura-pura tidak mendengar.
"Dit, tadi ngapain tuan Adrian di ruangan mu? " tanya Dylan.
"Tidak ada hal yang teralu penting, hanya sekedar mengobrol saja. " jawab Raditya.
"Hanya mengobrol? " tanya Dylan seakan tidak percaya.
"Iya, menurut mu apa lagi? " tanya Raditya.
"Aneh saja sih." ucap Dylan.
Mereka berpisah di area parkiran mobil.
"Sayang, rambut nya di sisir sini, biar rapi. " ucap Mika.
"Biar ganteng kayak papa ya ma. " ucap Alvaro.
"Iya sayang, biar ganteng kayak papa, hehehehe. " ucap Raditya yang baru masuk rumah.
"Papa..." teriak Alvaro sedikit berlari menuju papa nya.
Raditya berlutut sambil merentangkan tangan nya agar anak nya masuk dalam pelukan nya.
"Hep... " ucap Raditya berhasil memeluk anak nya, lalu menggendong nya.
"Papa tumben cepat pulang nya?" tanya Alvaro dalam pelukan papa nya.
"Iya sayang, Valo seneng gak kalau papa nya udah pulang? " tanya Raditya.
"Tentu saja Valo senang." jawab Alvaro.
"Anak papa udah wangi banget. " ucap Raditya mencium pipi anak nya.
"Iya donk pa, kan udah mandi Valo nya, papa juga buruan mandi nya." ucap Valo.
"Iya.. iya.... " ucap Raditya menurunkan anak nya.
"Hai sayang. " ucap Raditya sambil tersenyum.
"Hai juga... " jawab Mika senyum.
"Panggil sayang donk. " ucap Raditya mendekati Mika.
Mika merasa malu.
"Sa... sa... sayyyaaannngg. " ucap Mika dengan wajah memerah nya.
"Hahahaha.... bagus... biar terbiasa, iyakan sayang." ucap Raditya senang.
"Ii.. iya... " ucap Mika.
Raditya menunggu Mika mengucap kan kata itu lagi.
"Ii... i.. iya.. sayang. " ucap Mika lagi.
Raditya tersenyum lebar.
"Kalau begitu, aku mandi dulu ya. " bisik Raditya di telinga Mika.
Mika semakin memerah wajah nya. Sementara Raditya melangkah menuju kamar nya dengan senyum lebar di wajah nya.
"Mama, jadi sisirin rambut Valo gak? " tanya Alvaro yang berada di belakang nya.
"Eehh... iya sayang, hehehehe, sini mama sisirin dulu. " ucap Mika yang sudah memegang sisir.
"Mama, mama suka gak sama papa Valo? " tanya Alvaro yang berada di pangkuan Mika setelah selesai di sisir.
"Tentu saja sayang. " jawab Mika.
"Kalau sama Valo? " tanya Alvaro lagi.
"Tentu donk sayang, kan karena mama sangat sayang sama Alvaro maka nya mama suka sama papa nya." ucap Mika.
"Makasih ya sama mama, mama udah mau jadi mama nya Valo, Valo janji gak akan jadi anak nakal, Valo mau jadi anak baik." ucap Alvaro yang membalikkan badan nya, sehingga berhadapan dengan Mika.
"Valo juga suka sama mama Mika, Valo sayang banget sama mama. " ucap Alvaro memeluk Mika.
"Iya sayang, mama juga sayang sama Valo. " ucap Mika sambil memeluk Alvaro.
Raditya melihat Mika dan Alvaro saling memeluk, membuat nya sangat senang melihat nya.
"Tidak sia-sia aku memilih mu Mika sayang." gumam Raditya.
Raditya turun menghampiri dua orang yang sangat di sayangi.
"Hhhmmm...... papa nya kok gak ikut di peluk sih? " ucap Raditya menghampiri mereka.
Mika mendengar dan berdiri sambil memeluk Alvaro.
"Papa, sini donk, papa kan laki-laki, papa aja yang meluk kami." ucap Alvaro.
Raditya menghampiri mereka berdua dan langsung memeluk mereka berdua. Raditya yang paling tinggi. kepala Mika hanya sampai di dada Raditya saja.
"Wah...... seperti nya tuan kita menyukai nona Mika. " tanya bi Sri pada pak Usman yang melihat adegan itu.
"Benar, seperti nya begitu. " ucap Pak Usman.
"Aku berharap mereka memiliki hubungan yang serius. " ucap bi Sri.
"Oh iya sayang... mama papa mau ke rumah ayah dan ibu di kampung, apa kau tahu alamat lengkap nya? " tanya Raditya.
"Kok papa masih tanya alamat sih, kan kita sudah beberapa kali ke rumah nenek dan kakek. " ucap Alvaro yang masih di gendong.
"Papa kan cuma ingat jalan nya saja sayang, bukan alamat nya. " jawab Raditya mencubit kecil pipi anak nya.
"Kamu turun donk, kasihan mama nya gendongin kamu. " ucap Raditya.
"Mama, turunin Valo." ucap Alvaro.
Mika menurunkan Alvaro.