MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 35



Pagi hari Raditya bersiap siap berangkat ke Bandung. Sementara sekretaris nya Diana sudah menunggu di rumah bos nya.


"Selamat pagi tuan Raditya". Sapa Diana ketika melihat bos nya baru turun dari tangga.


"Pagi, apa kau sudah membawa semua keperluan di sana? ". Tanya nya.


"Sudah tuan, sudah saya cek juga jadi tidak ada yang ketinggalan". Jawab nya.


"Bagus lah, kau sarapan dulu, lalu kita langsung berangkat". Perintah nya.


"Baik tuan". Jawab Diana sambil meminum kopi yang di buat bi Sri.


"Papa... selamat pagi papa". Ucap Alvaro berlari kecil menghampiri papa nya. Raditya menyambut anak nya dan membawa nya kepangkuan.


"Pagi sayang, jagoan papa udah mandi belum? ". Tanya papa nya.


"Udah donk pa, mama Mika yang mandiin Valo". Ucap Alvaro gemas.


"mmmm... iya, anak papa udah wangi banget". Raditya mencium rambut anak nya.


"Mika". Panggil nya.


"Iya tuan". Jawab Mika.


"Hari ini aku akan berangkat ke Bandung untuk tiga atau empat hari, tolong kau jaga Alvaro". Ucap Raditya.


"Baik tuan, saya akan menjaga Alvaro". Jawab Mika.


"Papa mau pergi ya, Valo ikut". pinta Alvaro merengek.


"Sayang, papa pergi untuk bekerja, bukan buat jalan jalan, nanti kalau pekerjaan papa sudah kelar, baru kita jalan jalan lagi". Bujuk Raditya.


"Gak mau, Valo mau ikut sama papa". Rengek nya.


"Kalau kamu ikut, siapa yang nemenin mama Mika nya? ". tanya Raditya melirik Mika.


"Mama Mika ya ikut juga lah, kita kan keluarga". ucap Alvaro polos.


Mika dan Raditya saling melihat.


"Sayang, papa sibuk di sana, papa takut kalau nanti gak ada yang jaga Valo dan mama Mika nya". ucap Raditya membelai kepala anak nya.


"Kalau Valo gak ijinin papa kerja, nanti siapa yang ngurusin kerjaan, hhmm.., boleh ya". Bujuk nya.


Alvaro terdiam, melihat mata papa nya dengan polos.


"Ya udah deh, Valo ijinin papa pelgi, tapi papa janji, habis itu kita jalan jalan". Pinta Alvaro.


"Iya, papa janji sayang". ucap nya.


"Janji ya, mana janji kelingking nya". ucap Alvaro sambil memberikan jari kelingking nya, di susul dengan jari kelingking Raditya.


"Mama Mika dan tante jadi saksi nya ya". ucap Alvaro pada Mika dan Diana.


"hehehehe". jawab Diana.


Mika tersenyum lucu, Raditya pun tersenyum.


"Tapi, Valo juga harus janji, jangan nakal, jangan melawan sama mama Mika nya, jadi anak yang nurut". pinta Raditya.


"Valo janji". ucap nya lagi.


"Kalau begitu tuan saya bikin sarapan dulu buat den Alvaro". ucap Mika sambil melanglah ke dapur.


"Iya". jawab nya, pandangan nya tidak lepas melihat Mika.


Setelah mereka sudah selesai sarapan, akhir nya Raditya dan Diana berangkat bekerja, tentu saja sopir pribadi nya ikut, pak Sutrisno.


"Selamat pagi tuan". ucap Sutrisno sambil membuka pintu mobil buat majikan nya.


Pagi, kita langsung berangkat ya pak". ucap Raditya.


"Baik tuan". jawab nya.


Diana duduk di samping sopir, sementara Raditya duduk di belakang sambil membuka laptop nya.


"Dylan, apa kau sudah berangkat?". Tanya Raditya pada Dylan melalui telepon.


"Iya, ini sedang dalam perjalanan". Jawab nya.


"Bagus lah". ucap Raditya.


"Bagaimana dengan mu? ". tanya Dylan balik.


"Aku juga dalam perjalanan". jawab Raditya.


**************************


"Oh, jadi maksud mu Raditya sedang pergi keluar kota? ". ucap Clara dari telepon.


"Benar, seperti nya untuk beberapa hari". jawab Jeky.


"Baik lah, bagaimana rencana mu? ". tanya Clara.


"Aku akan membawakan nya pada mu". jawab Jeky.


"kapan? ". tanya Clara lagi.


"Besok pagi pagi". jawab Jeky.


"Baik, ingat jangan sampai ketahuan, aku tidak mau terlibat masalah". ucap Clara.


"Kau tenang saja, kau juga jangan lupa sisa bayaran nya". ucap Jeky.


Mereka mengakhiri telepon nya.


"Sayang, mama akan menjemput mu nak, dan mama akan bawa jauh kamu bersama mama". Ucap Clara.


******************************


"Hallo nenek". ucap Alvaro menelepon ibu Mika.


"Hallo cucu nenek yang paling tampan". jawab ibu Mika.


"Nenek apa kabal". tanya Alvaro.


"Nenek baik baik sayang, gimana cucu nya nenek nih? ". tanya ibu Mika.


"Valo, juga, nenek, Valo kangen sama nenek". ucap Alvaro.


"Oh.. nenek juga sayang". ucap nya.


"kapan nenek sama kakek datang ke Jakarta? ". tanya Alvaro.


"Nanti ya sayang, tunggu kak Dimas selesai ujian sekolah nya". ucap nya.


"Nenek janji ya". ucap Alvaro.


"Iya sayang, nenek bisa bicara sama mama Mika? ". pinta ibu Mika.


"iya bental ya nek,... mama nenek mau bicaya". ucap Alvaro sambil memberikan telepon nya.


"Hallo bu". jawab Mika.


"Hallo nak, gimana keadaan kamu di sana nak? ". tanya ibu nya.


"Mika baik baik kok bu, gimana ayah dan Dimas? ". tanya Mika.


"Kami baik baik juga kok nak, oh iya, rencana nya habis adik mu Dimas selesai ujian, apa kami bisa datang ke rumah nak Radity? ". tanya ibu nya.


"Boleh bu, tapi sekarang tuan Raditya nya lagi kerja keluar kota bu". ucap Mika.


"Oh iya, gak apa apa.. kalau begitu nak, ibu matikan dulu telepon nya ya, ibu mau ke warung dulu".ucap ibu nya.


"iya bu". ucap Mika.


Setelah mereka selesai berbicara, Mika kembali menemani Alvaro bermain.


"Aku merindukan Mika, sedang apa dia sekarang". Gumam nya.


Raditya memikirkan Mika, sesekali melihat layar Hp nya.


"Tuan Raditya, bagaimana menurut anda laporan prosedur yang saya berikan?". tanya tuan Santoso.


"Saya rasa tidak ada yang kurang tuan Santoso, kita bisa melanjutkan nya". ucap Raditya.


"Kalau begitu, mari kita tandatangani kontrak kerja kita tuan Raditya". pinta Santoso.


"Baik". jawab nya..


"Berapa lama proyek ini selesai dibangun? " tanya Raditya.


"Kalau tidak ada kendala sekitar dua atau tiga tahun tuan". jawab Santoso.


"ok". jawab singkat Raditya.


Asisten Santoso memberikan kontrak kerja untuk di tandatangani Raditya, sedangkan asisten Raditya, Diana memberikan kontrak kerja untuk di tandatangani Santoso.


Setelah itu mereka berjabat tangan.


"Senang bekerja sama dengan anda tuan Raditya". ucap Santoso.


"Saya juga tuan Santoso". ucap Raditya.


"Baik lah kalau begitu, mari kita istirahat dulu tuan, apalagi ini sudah menunjukkan jam makan siang". ajak Santoso.


"Anda benar tuan, kalau begitu saya permisi dulu". ucap Raditya.


"Oh iya tuan, dua hari lagi kita akan melakukan acara makan malam buat peresmian kerja sama kita". ucap Santoso.


"Baik tuan Santoso, saya mengerti". ucap nya.


Mereka keluar dari ruangan meeting tuan Santoso.


"Akhir nya kita dapat kerja sama lagi Diana". ucap Raditya pada sekretaris nya.


"Anda benar tuan, selamat buat tuan Raditya". ucap Diana.


"Selamat buat kita semua, ini hasil kerja keras kita bersama". ucap Raditya senang.


"Hhmm... saya senang, kalau tuan Raditya senang, kalau tuan lagi Badmood, saya yang gak nyaman". gumam Diana.


.


.


.


.


.


JANGAN LUA KLIL LIKE, VOTE, KOMENT YOOO........ GRACIASSS......