
Raditya sudah memarkirkan mobil nya. Dia membangunkan Mika.
"Mika, sudah sampai... Bangun lah". Ucap Raditya.
Mika pun bangun, dia kemudian keluar dari mobil dan menggendong Alvaro yang masih tertidur.
"Sayang, Alvaro sayang, ini mama nak, mama datang sayang". Ucap Clara yang ternyata sudah menunggu kepulangan Raditya.
"Clara? Apa yang kau lakukan di sini? ". Tanya Raditya.
"Radit, aku merindukan Alvaro, maka nya aku datang kesini". Jawab nya.
"Kamu gak usah datang ke sini lagi, buat apa? Gak ada guna nya, percuma". Ucap Raditya kesal.
"Tapi Dit, aku mama nya Alvaro, mama kandung nya". Ucap Clara.
"Diam, jangan ngomong yang nggak masuk akal". Ucap Raditya.
"Mika, kamu masuk dulu, bawa Alvaro ke kamar". Suruh Raditya.
"Baik tuan". Jawab Mika membawa Alvaro ke dalam.
"Radit... Kau jangan seperti ini". Ucap Clara.
"Seperti apa? Ha?...siapa yang dulu meninggalkan kami? ". Tanya Raditya.
"Dit, itu masa lalu dan sekarang aku mau kembali lagi aku..
"Cukup Clara!, aku tidak suka dan tidak mau kau ada di sini". Ucap Raditya.
"Tapi Dit...
"Apa kau baru mengenal ku Clara? Sekarang tolong keluar dari sini, aku tidak mau kau ada di sini". Perintah Raditya.
"Dit, Alvaro itu anak ku, aku mama kandung nya, kau tidak berhak memisahkan kami". Ucap Clara.
"Apa?? Memisahkan kalian? Apa maksud mu haa?? Bukan kah kau yang meninggalkan kami? ". Tanya Raditya yang sudah marah.
"Kasih aku kesempatan Dit, aku mohon, aku tidak akan menyia nyiakan nya lagi, tolong Dit, aku masih mencintai kalian". Ucap Clara memohon.
"Sudah tidak bisa di perbaiki lagi Clara, pergilah". Ucap Raditya menggelengkan kepala nya.
"Dit.. Ku mohon...
"Aku bilang pergi! ". Ucap Raditya keras.
"Security... Security.. ". Panggil Radity.
"Iya tuan". Beberapa security nya datang.
"Apa yang kalian lakukan, kenapa wanita ini bisa masuk? ". Tanya Raditya.
"Maafkan kami tuan, kami pikir...
"Usir wanita ini, mulai sekarang aku tidak mau dia masuk ke rumah ini, kalau sampai dia masuk lagi, kalian akan saya pecat". Ancam nya.
"Baik tuan". Jawab mereka.
"Ayo nona, kami harap anda bisa mengerti". Ucap Security itu sambil menari lengan Clara.
"Lepas kan aku, aku bisa berjalan sendiri". Jawab Clara menarik tangan nya.
"Ingat Dit, aku pasti akan kembali lagi, akan ku rebut apa yang menjadi milikku". Ucap nya sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu.
Raditya menatap kepergian nya dengan amarah dan kebencian. Dia kemudian masuk dalam keadaan marah.
"Pak Usman... Bi Sri... ". Panggil Radity.
"Iya tuan". Ucap Bi Sri dan pak Usman sedikit berlari.
"Ada apa tuan?". Tanya Pak Usman.
"Siapa yang suruh wanita itu masuk? ". Tanya Raditya dengan emosi.
Pembantu itu merasa ketakutan.
"Maafkan kami tuan, nyonya Clara yang memaksa kami, kata nya dia...
"Dengar ya.. Apa pun yang terjadi jangan biarkan dia masuk ke dalam rumah ini lagi, apapun alasan nya.. Aku tidak mau di hadir dan mendekati Alvaro". Ucap Raditya.
"Apa kalian mengerti?". Tanya nya.
"Kami mengerti tuan". Jawab pembantu itu.
"hhhmmm... Sekarang kalian lakukan tugas kalian". Ucap Raditya, dia kemudian pergi ke kamar nya.
Sebelum nya dia menghampiri kamar Alvaro. Dia melihat Alvaro masih tidur dan di samping nya masih ada Mika yang menemani nya.
"Apa kalian tidak apa apa tadi? ". Tanya Raditya.
"Eh.. Tuan.. Tidak... Tidak apa apa kok". Jawab nya.
"Bagus lah". Jawab Raditya.
"Ada apa Mika? ". Tanya majikan nya.
"Seperti nya, nyonya Clara sangat merindukan den Alvaro, apa kah sebaik nya...
"Cukup Mika, tolong kamu jangan ikut campur, ini urusan keluarga ku". Ucap nya.
"Sebaik nya kau istirahat saja, sebentar lagi makan malam, aku juga mau kembali kekamar". Ucap Raditya sedikit kesal.
"Baik tuan". Jawab Mika.
Raditya tak kuasa menahan amarah nya di depan Mika, dia berjalan menuju kamar nya.
Membuka pakaian nya dengan paksa. Mika sedikit takut dan khawatir dengan majikan nya itu.
Sementara itu Clara masih di dalam mobil di sekitar rumah Raditya.
"Hallo... aku butuh bantuan kalian". Terdengar suara obrolan Clara dengan seseorang melalui hp nya.
"Temui aku di cafe Lovely jam 8 malam". Ucap nya.
"Aku tidak bisa diam, aku tahu bagaimana sifat Clara, aku harus memperketat penjagaan". Gumam Raditya sambil merokok.
Setelah beberapa lama Radity tidak pernah menyentuh rokok, entah kenapa karena melihat Clara, dia jadi melampiaskan kemarahan nya pada rokok.
tok... tok...
"Papa, papa.. ayo kita makan malam". Panggil Alvaro dari luar.
"Iya sayang, papa akan turun, kamu turun duluan aja sama mama Mika nya". Jawab Raditya.
"Jangan lama ya pa, Valo sama mama Mika tunggu di bawah". Ucap Alvaro.
"Iya sayang". Jawab Raditya.
Raditya mematikan rokok nya, membersihkan mulut nya agar tidak tercium bekas rokok.
"Mama, papa kenapa sih? ". Tanya Alvaro.
"Papa, gak kenapa kenapa kok sayang, mungkin karena lelah". Jawab Mika.
"ini mama siapin makanan kamu ya". Ucap Mika.
Tidak berapa lama Raditya turun. Menghampiri Mika dan Alvaro.
"Papa kenapa pa? ". Tanya Alvaro.
"Kenapa sayang? ". Tanya balik Raditya.
"Papa kayak habis marah marah gitu". Jawab anak nya.
"Hahahaha, papa tidak apa apa kok nak, tadi papa habis kelelahan, tapi sekarang udah segar kok". Jawab Raditya sambil memeluk Alvaro.
"Ayo kita makan". Ajak nya.
"Mika, tadi aku minta maaf sama kamu". Ucap Raditya.
"Oh.. tidak apa apa tuan, saya ngerti perasaan tuan, saya juga minta maaf karena bicara seperti itu". ucap Mika.
Mereka mengakhiri pembicaraan dan dengan tenang memakan makan malam nya.
********************************
"Apa yang harus aku lakukan Clara? ". Tanya Jeky, teman Clara.
"Aku mau kau membawa Anak kecil pada ku". Jawab nya.
"Anak kecil? siapa? ". Tanya Jeky.
"Kau tahu mantan suami ku kan? Raditya Hermawan? ". Tanya Clara.
"Ya. aku tahu, apa maksud mu, kau mau aku menculik anak mu? ". Tanya Jeky.
"Itu bukan menculik, tapi kau hanya membawa nya pada ku, karena aku adalah ibu kandung nya". Ucap nya.
"Tapi kan....
"Aku akan membayar mu dengan harga mahal, kau hanya perlu membawa anakku pada ku, dan aku akan pergi membawa nya". Ucap nya.
Jeky berpikir, sesekali melihat Clara.
"Baik lah, tapi aku mau pembayaran setengah nya". Jawab nya.
"Aku tidak masalah, asal kan anak itu kembali pada ku". Ucap nya.
"Kenapa kau mau anak itu? bukan kah dulu kau tidak menginginkan nya? ". Tanya Jeky.
"Itu dulu.. ketika aku masih bodoh.. dan sekarang, aku ingin mengambil anak ku". Jawab Clara.
"Baik lah, aku akan membawakan anak itu pada mu". ucap nya