MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 23



Makanan pun di hidang kan di atas meja.


Kkkrryyuuuukkkk..... Kkkrruuuuyuuuukkkk....


Suara perut Mika.


"Hahahahahaha..... Mama sudah lapal ya? ". Tanya Alvaro.


"Hehehe". Ucap Mika malu.


"Kamu makan saja Mika kalau sudah lapar banget". Ucap Raditya.


"Saya suapin Alvaro dulu tuan". Ucap Mika.


"Kamu bisa suapin dia sambil kamu makan". Ucap Raditya.


"Iya tuan". Ucap Mika.


Mika menyiapkan makanan buat Alvaro, mengaduk ngaduk dengan menambahkan sup ayam, sambil meniup nya.


Raditya melihat dengan jelas sekali apa yang di lakukan pengasuh nya itu.


"Keibuan sekali". Gumam nya dalam hati.


"Sayang buka mulut nya". Ucap Mika sambil memasukkan sendok berisi makanan ke mulut Alvaro.


"aaaaa... ". Alvaro membuka mulut nya.


"aaauummmmm". Ucap Mika.


"Kamu makan juga Mika". Ucap Raditya sambil menatap Mika sedari tadi.


"Papa juga makan donk, dayi tadi liatin mama mika teyus nih". Ucap Alvaro sambil mengunyah.


"Sayang kalau makan jangan bicara, ntar tersedak loh". Ucap Raditya sedikit malu.


Mika pun menuruti perkataan majikan nya. Karena Raditya sadar dengan Alvaro yang memandangi nya, dia pun akhir nya makan. Sekitar 30 menit mereka menghabis kan makanan nya.


"Mama, Valo mau pipis". Ucap Alvaro.


"Sayang ayo kita toilet bersama". Ajak Raditya.


"Gak mau, Valo mau sama mama Mika aja". Ucap Alvaro.


Raditya dan Mika sambil menatap.


"Gak apa apa tuan, biar saya yang menemani den Alvaro ke toilet". Ucap Mika.


Mika pergi ke toilet bersama Alvaro. Raditya pun menyusul ke toilet sendirian karena anak nya tidak mau ikut bersama nya.


Setelah melakukan pembayan makanan nya, Raditya dan lain nya melanjutkan perjalanan.


"Kamu gak hubungi keluarga mu kalau kamu lagi jalan pulang? ".Tanya Raditya.


"Hp dan tas saya ketinggalan di tempat penampungan tuan, dan saya juga tidak hapal nomor mereka". Ucap Mika sambil mengelus kepala Alvaro yang tidur terlelap dalam pangkuan nya.


"Ooohhh... ". Ucap Raditya sambil mengangguk.


Mereka sudah memasuki wilayah daerah pedesaan Mika.


Mika melihat ada seorang anak lelaki memakai seragam sekolah yang dia kenal sedang berjalan di pinggiran jalan itu.


"Tuan, tolong berhenti sebentar di depan itu tuan". Ucap Mika sambil menunjuk ke arah laki laki itu.


Raditya pun menghentikan mobil nya. Mika membuka kaca mobil nya yang berhenti di depan pelajar itu.


"Dimas". Panggil Mika.


Laki laki yang bernama Dimas itu melihat ke samping nya tempat asal suara itu.


"Kak Mika? ". Ucap Dimas.


"Ini kak Mika kan? ". Tanya Dimas heran.


"Iya sayang, ini kak Mika, kamu baru pulang sekolah? ". Tanya Mika.


"Iya kak, habis les matematika tadi". Jawab Dimas.


"Ya udah ayo masuk yuk, kita ke rumah bareng". Ajak Mika.


"Iya kak". Ucap Dimas. Dia membuka pintu bagian belakang nya dan langsung masuk.


"ayah dan ibu di mana mas? ". Tanya Mika.


"Di sawah kak". Ucap Dimas.


"Kalian gimana kabar nya?". Tanya Mika.


"Kami baik baik saja kok kak". Jawab nya.


"Kakak gimana? Kok gak pernah kasih kabar sama kami". Tanya Dimas balik.


"mmm.... Nanti kakak ceritain ya". Jawab Mika.


"Kak, ini mobil siapa, mereka siapa kak? Apa kakak udah menikah, kok kakak gendong anak kecil? ". Tanya Dimas beruntun karena penasaran.


Raditya kembali melirik Mika karena tertawa nya yang lepas.


"Cantik". Gumam nya dalam hati.


Setelah 15 menit akhir nya mereka sampai di rumah sederhana nya. Semua tetangga melihat kehadiran mobil mewah itu masuk, apalagi ketika berhenti di hadapan rumah Mika.


"Eh bu, itu mobil siapa, berhenti nya di rumah Mika? ". Tanya ibu ibu yang sedang duduk menggosip.


"Gak tahu, tapi kok ada Dimas keluar dari mobil? ". Tanya rekan nya.


Dimas keluar dari mobil, di susul Raditya sambil membuka pintu tempat Mika duduk.


Semua tetangga heran dan terkaget kaget melihat kedatangan Mika.


"Eh... Itu Mika kan? Itu dia sudah menikah? Apa itu anak nya? Ya ampun suami nya ganteng sekali". Ucap semua kumpulan ibu ibu penggosip.


"Kak, Dimas panggil ayah dan ibu dulu ya, pasti mereka senang dengan kedatangan kakak". Ucap Dimas tanpa mendengar jawaban dari Mika.


"Tuan, sebaik nya kita duduk di teras dulu, adik saya akan segera pulang dengan ayah dan ibu". Ucap Mika sambil menggendong Alvaro.


"Sini biar aku saja yang gendong Alvaro, pasti kamu sudah lelah sekali". Ucap Raditya sambil berusaha mengambil Alvaro.


"Tidak apa apa tuan, biar saya saja, nanti Alvaro nya bangun". Jawab Mika.


Raditya dan Mika duduk di kursi kayu sederhana.


"Mika, kamu sudah pulang ya, kamu sama siapa tuh? ". Ucap Ibu ibu yang sengaja lewat di depan mereka.


"Udah kok bu". Jawab Mika.


"Siapa cowok tampan itu Mika? ". Tanya teman nya sambil mata nya melirik ke arah Raditya.


"Oh tuan ini majikan saya bu". Ucap Mika.


"Maksud nya? Kamu kerja jadi pembantu? ". Ucap tetangga itu.


"Pengasuh anak bu". Ucap Mika menjelaskan.


"Sama aja kan". Ucap Tetangga yang paling sering nyinyir itu.


Tidak lama ayah dan ibu Mika pulang di ikuti Dimas dari belakang sambil membawa peralatan ke sawah nya. Masih dalam keadaab memakai topi kerucut dan memikul pacul.


"Mika sayang, kamu sudah pulang nak". Ucap Ibu Mika menghampiri cepat.


"Ibu, ayah". Jawab Mika masih menggendong Alvaro.


Raditya ingin mengambil Alvaro tapi Alvaro tidak mau melepaskan pelukan nya dengan Mika. Raditya hanya menggeleng gelengkan kepala nya.


"Nak, udah lama kamu pulang? ". Tanya Ayah nya.


"nggak lama kok yah, sekitar 20 menitan, hahaha". Ucap Mika.


Tiba tiba Alvaro terbangun dari gendongan Mika. Dia mengucek mata nya. Melihat ke sekitar nya.


Ayah dan ibu Mika melihat heran ke anak itu.


"Mama, kita udah sampai? ". Ucap Alvaro polos.


"Apa??? mama??? ". Ucap Ayah dan ibu nya kaget.


Mereka menatap ke arah Mika dan Raditya kemudian Alvaro.


Dan para tetangga pun berdatangan.


"Ayah, ibu kita masuk dulu ya, nanti Mika jelas kan semua nya". Ucap Mika.


Mereka pun semua masuk ke dalam. Tetangga yang kepo saling berbisik bisik.


Mereka duduk, masih suasana hening. Belum ada yang berani berbicara.


"Mama, ini nenek, kakek dan paman Dimas? ". Tanya Alvaro polos.


"Paman? setua itu kah aku? ". Ucap tanya Dimas pada Mika.


"Nak, sebaik nya kamu cepat jelas kan pada kami apa yang terjadi sebenar nya, sebelum ayah kamu kumat jantung nya". Ucap ibu Mika.


Mika pun menceritakan semua kejadian nya dari awal berangkat bersama rombongan tante Ince sampai bertemu dengan Raditya dan Alvaro.


Akhir nya mereka mengerti dan bernafas lega. .


.


.


.


.


JANGAN LUPA KLIK LIKE VOTE KOMENT



JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA.... CERITA NYA GAK KALAH MENARIK KOK