MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 36



"Halo tuan." jawab Mika setelah hp nya berbunyi.


Tidak ada jawaban.


Raditya hanya diam.


"Hhmmm... suara nya adem banget." Gumam Raditya senyum sendiri.


"Halo tuan Raditya? " tanya Mika.


Tetap tidak ada jawaban.


"hhhmmmm." Raditya masih diam.


"Tuan Raditya, apakah anda baik baik saja? " tanya Mika panik.


"Hallo Mika" Jawab Raditya kasihan.


"Oh syukurlah anda menjawab telepon saya tuan." ucap Mika lega.


"Kenapa? apa kamu khawatir pada ku? " tanya Raditya menggoda.


"Iya tuan, saya sangat khawatir pada tuan Radit." Jawab Mika polos.


"Apa, benar kah? " tanya Raditya senang.


"Iya tuan, kalau tuan kenapa-kenapa nanti Alvaro bisa sangat sedih." Jawab Mika.


"Dan kau... apa kau akan sedih? " Pancing Radity.


"Mmm... maksud nya tuan? " Tanya Mika.


"Maksud ku, apa kau tidak sedih kalau terjadi sesuatu pada ku? " Tanya Raditya.


"Tentu saja tuan, karena anda adalah majikan saya yang paling baik." Jawab Mika jujur.


"Apa? majikan? " Gumam Raditya.


"Halo tuan.. halo? " Tanya Mika lagi karena tidak ada jawaban.


"Iya, aku mendengar mu." Jawab Raditya males.


"Ada apa tuan menelepon saya? " Tanya Mika.


"Karena aku merindukan mu." Ucap Raditya pelan.


"Apa tuan, saya tidak jelas mendengar nya? " Tanya Mika.


"hhmmm... lupakan lah" Ucap Raditya pelan.


"Apakah Alvaro sudah makan siang? " Tanya Raditya mengalihkan topik pembicaraan.


"Sudah tuan." Jawab Mika.


"Sekarang apa yang sedang dia lakukan? " Tanya nya lagi.


"Den Alvaro nya lagi tidur siang tuan." Jawab nya.


"Dan kau, apa kau sudah makan siang? " Tanya Radity.


"Sudah tuan, apa kah tuan sudah makan siang? " Tanya Mika.


"hhmm... seneng banget kalau kamu nanyak gini pada ku." Gumam Raditya sambil tersenyum.


"Tuan? " Tanya Mika.


"Aku... aku belum makan siang." Jawab Raditya.


"Loh... kenapa tuan? " Tanya Mika.


"Aku mau kau yang menyuapi ku." Ucap Raditya malu dan suara pelan.


"Tuan, maafkan aku, tapi aku tidak bisa mendengar jelas suara anda tuan?" Ucap Mika.


"Hhhmmm... apa kamu sengaja atau memang kau budeg Mika." Gumam Raditya sedikit kesal.


"Tuan... tuan... " Tanya Mika lagi.


"Lupakan lah Mika, kalau begitu aku matikan dulu telepon nya, aku mau makan siang dulu." Ucap Raditya sedikit kesal.


"Baik tuan, sampai jumpa." Ucap Mika sambil mematikan telepon nya.


"hhhmmm.... dia yang matiin dulu telepon nya ya... berani ya... " Ucap Raditya sambil menatap Hp nya.


"Kenapa aku seperti ini, aku... aku sangat merindukan nya... " Ucap Raditya, yang duduk di sofa, mengangkat kepala nya menghadap atap ruangan.


Sesekali dia tersenyum kecil.


"Cara kita bertemu juga unik sekali Mika, kalau kau tidak masuk ke mobil ku, kita tidak akan bisa bertemu... dan kau.. dan kau tidak bisa menjaga Alvaro ku, mungkin Alvaro ku tidak selamat dari kejadian itu." Gumam Raditya.


"Ini memang sudah di takdirkan, biasa nya aku gak pernah gak kunci pintu mobil ku, tapi kau bisa masuk.. hehehehehe." Gumam Raditya lagi tertawa kecil.


"Kau... kau.. gadis yang cantik, lugu.. dan baik hati... apakah kau mau kalau aku... kalau aku...akkhhh... sudah lah." Gumam Raditya gelisah.


**************************


Malam hari pukul 20.00 Wib.


"Mama, papa kata nya kapan pulang? " Tanya Alvaro.


"Mungkin dua hari lagi sayang, udah rindu ya? " Tanya Mika pada Alvaro sambil membelai rambut Alvaro.


"Iya ma, valo udah lindu banget, mama gak lindu sama papa? " Tanya Alvaro balik.


"Hehehehe... iya.. iya... " Jawab Mika.


Alvaro tersenyum.


"Ma, Valo mau bicala sama papa. " Pinta Alvaro.


"Papa nya mungkin sudah istirahat sayang. " Jawab Mika.


"Bialin aja, pasti nanti papa bangun juga kok. " Pinta Alvaro lagi.


"Boleh ya ma. " Rengek Alvaro.


"Ya udah, mama ambil handphone nya dulu ya. " Ucap Mika.


"Ok mama. " Ucap Alvaro.


Mika berjalan menjauh dari ranjang Alvaro, mengambil handphone nya dan memencet nomor Raditya.


Sementara itu Raditya sedang berada di acara makan malam rekan bisnis nya.


"Sebentar, saya angkat telepon dulu. " Ucap Raditya sambil berjalan menjauhi kerumunan nya.


"Hallo sayang, anak papa yang paling ganteng. " Ucap Raditya dengan kerinduan yang mendalam buat anak nya.


"Hallo papa ku yang paling tampan juga, hehehe." Ucap Alvaro.


"Papa, Valo kangen sama papa, papa kapan pulang nya? ". Tanya Alvaro.


"Mungkin dua hari lagi sayang, kamu lagi ngapain? " Tanya Raditya.


"Lagi mau bobok pa. " Jawab Alvaro.


"Sama siapa? " Tanya Raditya lagi.


"Sama mama Mika. " Jawab Alvaro polos.


"Mending aku ajak video call aja." Gumam Raditya.


"Sayang, video call aja ya, papa kangen sama kamu. " Ucap Raditya.


"Kangen sama Valo atau mama Mika? hehehehehe. " Ledek Alvaro.


"Hahahaha.. kamu udah mulai nakal sekarang ya. " Ucap papa nya.


"Emang nya papa gak boleh kangen nih sama mama Mika nya?" Tanya Raditya.


"Tuh kan papa. Tapi mama Mika juga kangen kok kata nya. " Jawab Alvaro.


"Ya udah pa, biar video call aja. " Ucap Alvaro.


Panggilan nya pun di akhiri dan berlanjut dengan video call.


Alvaro mengangkat telepon nya. Sebuah video langsung terlihat.


"Hallo pa. " Jawab Alvaro.


"Papa tampan sekali, papa lagi ada di mana?" Tanya Alvaro.


"Papa lagi di acara rekan kerja sayang, oh ya, mama Mika nya ada di mana? " Tanya Raditya.


"Mama Mika, papa mau ngomong sama mama, kata papa, papa kangen sama mama, hehehehe. " Ucap Alvaro.


"Eeeeeehhhhh" Ucap Raditya malu.


"Hallo tuan Radit. " Jawab Mika.


"Halo Mika, kamu lagi apa? " Tanya Raditya canggung.


"Lagi nemenin den Alvaro tidur tuan, tuan lagi ada di mana? " Tanya Mika.


"Ooohhh... aku lagi ada di acara teman kerja. " Jawab Raditya.


"Kata Alvaro, tuan kangen sama saya, kenapa tuan? " Tanya Mika polos.


"A... a.. apa? " Tanya Raditya canggung lagi.


"Ooohhh... mmmm.... itu... itu.... karena Alvaro, hehehe. " Ucap Raditya salah tingkah menggaruk kepala nya.


"Ooh.." Ucap Mika.


"Mmmm... apa kamu tidak merindukan ku? " Tanya Raditya.


"Rindu? tidak tuan, kenapa? " Ucap Mika polos.


"Apa?? " Ucap Raditya kaget.


"Ada apa tuan, apa ada yang salah? " Tanya Mika.


"Ti.. tidak... kau tidak salah. " Ucap Raditya.


Kemudian tidak ada obrolan lagi diantara mereka, tapi mereka hanya saling memandang saja. Mika hanya menganggap Raditya sebagai majikan nya. Sedangkan Raditya sudah mulai merasa ada getaran getaran perasaan, belum bisa di katakan perasaan cinta.


Suasana menjadi diam. Tiba-tiba Alvaro mengambil handphone yang ada di tangan Mika.


"Papa, kenapa kalian jadi bengong? " Ucap Alvaro.


Raditya kaget. Dia sadar kalau yang dia lihat bukan Mika, tapi Alvaro, putra nya.


"Hahaha.... sayang, udah malam, kamu tidur ya. Minta di temani sama mama Mika nya saja kalau kamu takut. " Ucap Raditya.


"Iya pa, papa.. cepat pulang nya ya. " Ucap Alvaro.


"Iya sayang, kasih handphone nya sama mama Mika nya lagi. " Ucap Raditya.


Alvaro memberikan handphone nya pada Mika.


"Iya tuan? " Ucap Mika.


"Adem banget aku lihat wajah kamu itu sayang. " Gumam Raditya senyum.


"Tuan..? " Tanya Mika.


"Eh.. iya.. kamu temenin Alvaro tidur ya, biar dia gak takut. " Ucap Raditya.


"Baik tuan, kalau begitu telepon nya saya matikan ya tuan. " Ucap Mika.


Mika mematikan telepon nya tanpa jawaban dari Raditya.


"Whattt??? dia matiin duluan telepon nya... hhhmmm" Ucap Raditya.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENT YO.. GRACIAS