MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 41



Raditya duduk di samping Mika yang sedang menyuapi Alvaro. Mika berada di tengah-tengah antara Alvaro dan Raditya. Bahkan Raditya berusaha duduk lebih dekat lagi dengan Mika. Tapi Mika seperti tidak merasakan apa pun. Raditya merasa di abaikan.


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. " ucap Raditya pelan menganggukkan kepala kecil.


"Ada apa tuan? " tanya Mika yang mendengar ucapan tuan nya.


"Oh.. Tidak apa-apa Mika, hehehehe. " ucap Raditya.


Mika kembali menyuapi Alvaro makan. Mereka sangat bahagia sekali. Seperti satu keluarga yang utuh.


Setelah Mika menyelesaikan pekerjaan mengurus Alvaro, Raditya mengajak Mika ke ruangan nya. Sementara Alvaro di tinggal sendiri bersama dengan pembantu di rumah itu.


Mika mengikuti majikan nya di depan.


"Kamu duduk dulu. " ucap Raditya mempersilahkan kan Mika duduk setelah dia duduk terlebih dahulu.


Mika pun duduk. Mereka berbicara di ruangan kerja Raditya.


Raditya beberapa saat hanya menatap Mika yang duduk di hadapan nya.


"Ada apa tuan? " tanya Mika membuyarkan lamunan majikan nya.


"Oohh... " Raditya kaget.


"Ada yang mau aku bicarakan pada mu. " ucap Raditya.


"Apa itu tuan? " tanya Mika penasaran.


Raditya kembali diam.


"Begini, ada yang mau aku tanyakan pada mu, tapi kau harus menjawab dengan jujur." ucap Raditya.


"Iya tuan? " ucap Mika bingung.


"Apa... Apa.. Apa kau memiliki kekasih? " tanya Raditya sedikit malu.


"Tidak ada tuan. " jawab Mika dengan cepat.


"hhhmmm.... Apa... Kau sedang menyukai laki-laki lain? " tanya Raditya lagi.


"Menyukai... Maksud nya tuan? " tanya Mika.


"Maksud nya...mmmm... Jatuh cinta gitu? " tanya Raditya menggaruk kening nya.


"Tidak ada tuan. " jawab Mika dengan jujur.


"Bagaimana menurut mu tentang Dylan? " tanya nya lagi.


"Tuan Dylan? " tanya Mika.


"Iya? " jawab Raditya.


"Tuan Dylan orang yang tampan dan baik. " ucap Mika dengan senyum malu-malu.


Raditya tidak senang dengan respon Mika.


"Ada apa dengan mu, kenapa kau senyum-senyum dengar nama Dylan? " gumam Raditya.


"Apa kau menyukai nya? " tanya Raditya.


"mmmmm...? " tanya Mika.


"Aku tanya, apa kau menyukai nya? " tanya Raditya sedikit kesal.


"Saya menyukai nya tuan... " Ucap Mika.


Tampak wajah Raditya menahan kesal.


"Tapi saya tidak jatuh cinta atau mencintai nya tuan, kenapa? " ucap Mika.


Raditya senang mendengar nya.


"Tidak apa-apa. " jawab nya.


"Lalu..... Lalu bagaimana tentang aku? " tanya Raditya sedikit gugup.


Dia merasa khawatir dengan hasil jawaban yang kurang puas dari Mika.


"Tuan Raditya orang nya tampan dan baik. " jawab Mika.


Raditya senang di bilang tampan dan baik. Sementara Mika berwajah datar yang hanya menjawab dengan jujur dan polos.


"Mmmmmm... Apa.... Apa.. Kau.. Kau menyukai ku? " tanya Raditya sedikit menundukkan wajah nya karena malu.


"Aakkhhh... Gila... Aku benar-benar gila bertanya seperti ini, apa lah yang ada di pikiran nya tentang aku sekarang. " gumam nya.


"Aku menyukai tuan kok, tuan majikan saya yang baik, yang ramah, royal, sayang anak, tidak.... " ucapan Mika terpotong oleh ucapan Raditya.


"Apa kau mencintai ku? " Tanya Raditya malu.


"Matilah aku.. Oh my god... Apa yang aku bicarakan... Habis.... Habislah... Hhuuuu. " gumam Raditya menundukkan kepala nya.


Mika diam. Sebenar nya dia tidak mengerti maksud dari tuan nya.


"Kenapa dia tidak menjawab nya? " gumam Raditya.


"Mika...? " tanya Raditya.


"Saya tidak jatuh cinta atau mencintai tuan Raditya. " jawab Mika polos.


"Apa??? " tanya Raditya dengan sedikit keras suara nya sambil berdiri.


Sebenar nya Raditya merasa kaget.


"Kau tidak mencintai atau jatuh cinta padaku? " tanya Raditya lagi.


"Iya tua, apa ada masalah? " tanya Mika.


"Ini cewek gak ngerti maksud ku? Pake nanyak, ' apa ada masalah ' ?" gumam Raditya.


"hhhmmmm...... " Raditya membuang nafas nya dengan berat.


"Ada apa tuan? " tanya Mika.


"Kenapa kau tidak jatuh cinta pada ku? " tanya Raditya.


"Karena tuan adalah majikan saya, bos saya. " jawab Mika.


"Seandainya aku bukan bos atau majikan kamu, apa kamu akan jatuh cinta pada ku? " tanya Raditya.


Mika terdiam. Tak berani menatap majikan nya.


"Kenapa kamu diam lagi? " tanya Raditya lagi.


"Tuan, perasaan menyukai berbeda tipis dengan mencintai, dan saya hanya menyukai tuan." Ucap Mika pasti.


"Kalau untuk mencintai, tidak boleh sembarangan. " ucap Mika lagi.


Raditya memandang wajah Mika. Dia tidak menyangka kalau Mika bisa memberikan jawaban seperti itu.


"Mika, apa kamu menyayangi Alvaro? " tanya Raditya.


"Saya sayang, sangat menyayangi den Alvaro tuan. " jawab Mika dengan pasti.


"Kau tahu, kalau Alvaro membutuhkan mama baru. " ucap Raditya memberi kode.


" Mama baru? " tanya Mika.


Raditya kembali duduk.


"Kenapa? Apa kamu cemburu? " gumam Raditya.


"Iya...Alvaro masih kecil, jadi harus ada yang mengurus nya selain dari pengasuh nya. " ucap Raditya.


"Oh... Kalau begitu tuan segera carikan mama baru buat den Alvaro. " jawab Mika dengan polos.


Raditya kaget dengan jawaban Mika.


"Apa?? " tanya Raditya berdiri lagi.


"Hahahahahaha.... " tawa Raditya galau.


"Ada apa tuan? " tanya Mika bingung dengan majikan nya.


Raditya menatap Mika, seakan-akan dia tidak percaya dengan jawaban Mika.


"Mika.. Begini... Aku mau langsung saja. " ucap Raditya.


Raditya menghampiri Mika, mengajak nya berdiri di hadapan nya.


Ke dua tangan nya memegang bahu Mika.


Mika gugup, apalagi di tatap dekat majikan nya.


"A... A... Ada apa tuan? " tanya Mika.


"Mika, aku mau... Aku mau menikah dengan mu. " ucap Raditya.


"Kalau aku di tolak... Aku akan tetap paksa... Aku udah mengumpulkan keberanian sebesar ini, awas aja kalau kau menolak nya. " gumam Raditya.


Mika diam beberapa menit, mereka saling menatap.


"Me.. Menikah? " tanya Mika.


"Iya, dan kau harus mau menikah dengan ku. " ucap Raditya.


"Tapi tuan... "


"Tidak ada kata tapi-tapi an, kau harus mau. " ucap Raditya.


"Kita harus menikah, supaya Alvaro punya mama baru yang sah, lagi pula aku tidak percaya dengan siapa-siapa lagi, dan tidak ada yang lebih dekat dengan anak ku selain diri mu. " ucap Raditya membelakangi Mika.


"Tapi tuan, saya tidak mencintai.... " Ucap Mika.


"Aku tidak perduli, dan aku tidak akan memaksa nya. " ucap Raditya.


"Aku akan kasih kamu waktu untuk berpikir, besok pagi kau harus memberikan ku jawaban nya, dan aku harap, jawaban mu tidak mengecewakan ku. " ucap Raditya.


Belum ada jawaban dari Mika.


"Sudah lah, kau kembali lah pada Alvaro, aku masih memiliki pekerjaan. " ucap Raditya.


Mika dengan perasaan bingung berjalan menuju luar ruangan.


"Mika... Ingat.. Aku tidak main-main.. Aku serius ingin menikahi mu." ucap Raditya.


Mika tetap tidak menjawab. Dia pergi meninggalkan Raditya yang masih duduk di kursi nya.


"Kalau Mika menolak nya bagaimana? Kalau dia mengundurkan diri dan minta pulang ke kampung nya bagaimana? " gumam nya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.