
"Pagi papa". Ucap Alvaro berlari menghampiri papa nya di meja makan.
"Pagi sayang, kamu jangan lari lari donk, nanti kamu bisa terjatuh".
Ucap Raditya setelah meminum kopi nya, dan langsung memeluk anak nya.
"Dewi, kamu udah kasih sarapan buat Alvaro? ". Tanya Raditya pada Dewi. , babbysitter Alvaro.
"Belum tuan, ini saya lagi mau mempersiapkan sarapan nya". Ucap Dewi sambil melangkah menuju dapur.
"Kamu jangan terlambat kasih sarapan, makan siang dan makan malam Alvaro ya, kamu saya bayar untuk mengurus anak saya, jadi kamu harus bener bener kerja nya, jangan bikin saya kecewa". Ucap Raditya dengan tegas.
"Baik tuan, saya mengerti". Ucap Dewi sedikit ketakutan.
"Sayang, kamu sarapan dulu ya sama mba Dewi nya, kamu harus nurut apa kata mba Dewi". Perintah nya pada anak nya.
"Iya papa ku sayang, hehehehehe". Ucap Alvaro manja.
Pukul 08.00 Wib, Raditya bersiap siap hendak pergi ke kantor nya. Tak lupa memeluk dan mencium kening putra kesayangan nya.
"Papa pergi bekerja dulu ya sayang". Kata Raditya.
"Iya papa, hati hati di jalan ya, valo sayang papa". Ucap Alvaro imut.
"Papa juga sayang sama valo". Balas nya.
Raditya berjalan keluar menuju mobil nya, sementara pak Trisno sang sopir pribadi nya sudah menunggu, sambil membuka pintu mobil nya. Raditya masuk ke mobil dan duduk di belakang sopir nya.
"Jalan pak". Perintah Raditya.
"Baik tuan". Jawab pak trisno.
Sepanjang perjalanan Raditya membuka laptop mini nya, sambil mengecek ngecek email yang masuk. Sesekali dia sibuk juga dengan hp nya.
**********
"Ince, kirim kan 5 orang perempuan yang kamu bawa kemaren, kirim ke alamat ini". perintah Burhan kepada ince melalui pesan wa.
"Perempuan yang mana pak yang akan saya kirim kan? ". Tanya ince.
" Terserah, tapi yang cantik ya". Jawab Burhan.
"Mau yang perawan atau janda? " tanya ince lagi.
"Ada donk pak, ada sekitar 3 orang ini". jawab ince.
"Ok, yang perawan nya kamu simpan dulu, kasih yang janda aja, lagi pula ini hanya di kirim ke SPA PIJIT PLUS PLUS kok". Perintah Burhan.
"Baik pak Burhan". Jawab Ince.
"Oh ya, kamu kirim kan nomor rekening kamu, biar saya transfer pembayaran nya". perintah Burhan.
"Baik pak, tapi ini sekalian ganti ongkos kami kan pak? hehehehehe". Tanya Ince.
"Hhhmmm, iya. Tapi yang lain nya masih kamu jaga dan awasi ya, jangan ada yang macem macem, kalau gagal, saya gak mau bayar lagi". Ancam Burhan.
"Iya pak, tenang aja saya punya banyak anak buah kok". Jawab Ince.
Tak lama Ince mengirim kan nomor rekening nya. Sebenar nya Ince ingin meminta bayaran nya pada pak Burhan, ternyata Burhan sudah menyadari nya terlebih dahulu. Dan itu membuat hati Ince senang.
"Hhmmm, mau pilih yang mana ya? ". gumam Ince sambil mengecek ngecek koleksi foto gadis gadis yang di bawa nua dari desa.
Saat melihat foto Mika,
"Kamu jangan dulu, kamu yang paling mahal, jadi kamu aku simpan dulu, hahahahahaha". gumam ince .
"Ah, ini aja lah, Surti, Iyem, Desi, Ria, dan Wati, mereka gak terlalu cantik sih, keliatan udah emak emak yang pernah nyusui". gumam Ince.
"Jangan sampai mereka mengecewakan aku, kalau sampai terjadi, aku bisa rugi besar". bisik ince sendiri.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih masih setia membaca dan mengikuti cerita nya ya, jangan lupa like, vote kritik dan saran nya....