MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 18



Akhir nya orang orang itu berusaha mempe***** Mika, Mika hanya bisa memohon, berteriak dan menangis. Ada 6 orang laki laki yang sedang menyerang Mika.


Alvaro juga menangis, dia menggigit tangan salah satu kelompok itu.


"Aaaaaa..... Brengsek.... Kau mau mati bocah... ". Ucap laki laki berkepala botak.


Dia hendak memukul Alvaro, tapi Mika berlari sehingga Mika yang terkena pukulan itu.


"Mama.... Hiks... Hiks... ". Ucap Alvaro sambil memeluk Mika.


Kemudian para penjahat itu menarik Mika dan Alvaro, mereka masih ingin melanjutkan kegiatan yang belum selesai terhadap Mika.


Mika melihat ada kayu besar, dia mengambil kayu itu dan memukul dengan sekuat tenaga. Si penjahat pun teriak.


Alvaro tidak mau kalah, dia mengambil pasir dan melemparkan ke wajah salah satu kelompok itu.


"Aaaaaaa..... Sialan..... Tangkap mereka, jangan biar kan mereka kabur". Ucap nya.


Sisa penjahat itu mengejar Mika dan Alvaro. Mereka mengejar dengan mengharap kan cahaya dari Hp nya.


Mika menggendong Alvaro, berlari membawa jauh dari tempat itu. Dengan nafas terengah engah terus berlari.


"Aneh... Kenapa posisi nya jadi berubah? ". Ucap Raditya.


"Ada apa Dit? ". Ucap Dylan.


"Posisi mereka berubah, apa yang terjadi?ini sudah malam sekali, mau ke mana mereka? ". Ucap Raditya.


"Sebaik nya kita harus cepat cepat ke sana". Ucap Dylan.


"Coba telepon Dit". Suruh Dylan.


"oke". Ucap Raditya.


Ttuuttt.... Tttuutt... Tttuuuttt.....


"Hallo papa". Ucap Alvaro menjawab panggilan telepon.


"Sayang kalian ada di mana? ". Tanya Raditya.


"Papa kami di kejar penjahaattt... Tolong kami pa... ". Ucap Alvaro sambil di gendong Mika.


"Mana Mika? ". Tanya Raditya lagi.


"Mama mika lagi gendong Valo". Ucap Alvaro.


"Papa, mereka jahat banget, mereka mukul mama Mika, hiks... Hiks... ". Ucap Valo.


"Iya sayang, papa akan nolongin kalian, sabar ya, papa sama om Dylan lagi di jalan". Ucap Raditya.


Raditya mengakhiri panggilan nya. Sementara Mika dan Alvaro masih berusaha lari dari kejaran para penjahat itu.


"Dylan, segera hubungi pihak kepolisian di DAERAH XXX, dan sebar foto Mika dan Alvaro, aku takut kalau kita terlambat ke sana". Ucap Raditya.


"Oke Dit". Jawab nya.


Mika dan Alvaro berlari arah pepohonan, mereka sembunyi di balik pohon besar. Mika memeluk Alvaro, terdengar jelas detak jantung Alvaro di dengar Mika.


"Sayang, kita akan sembunyi di sini, kamu jangan takut ya.. Apa pun yang terjadi kakak akan tetap menjaga kamu". Ucap Mika menenangkan ketakutan Alvaro.


"Iya ma, huhuhuhu". Jawab Alvaro.


"Di sini gelap sekali, seperti nya mereka sudah tidak mengejar kami, tunggu matahari terbit kami baru melanjutkan perjalanan lagi". Gumam Mika.


Alvaro ketiduran di pangkuan Mika, sementara Mika masih terjaga, hingga akhir nya ikut tertidur juga.


"Posisi mereka berhenti di titik ini, sebaik nya kita segera ke sana". Ucap Mika.


"Ok" Jawab Dylan.


"Entah bagaimana sekarang kondisi Alvaro, sudah hampir 4 hari, masih belum bisa menemukan nya". Ucap Raditya pelan.


"Tenang lah Dit, aku yakin anak mu baik baik saja, apa lagi dia tidak sendirian kan? ". Ucap Dylan.


"Seperti nya Mika sangat menyayangi pengasuh nya, bahkan dia memanggil Mika dengan sebutan 'mama Mika'. ". Ucap Raditya.


"Wah.... Mungkin Alvaro merindukan sosok seorang ibu Dit". Ucap Dylan.


"Radit, apa kah pengasuh anak mu itu cantik? ". Tanya Dylan.


"mmm.... Iya.. Eh... Apa yang kau tanyakan? ". Ucap Raditya salah tingkah.


"Ya elah biasa aja kali nanyak nya, gak usah ngegas". Ucap Dylan.


"Dia udah punya pacar belum, kalau belum aku pengen pendekatan sama nya, hehehehe, bisa kan? ". Tanya Dylan.


"He... Bukan nya kau sudah memiliki pacar?". Tanya Raditya kesal.


"mmm....yang nama nya pacaran itu, penyeleksian untuk jadi mempelai wanita nya, mana yang cocok.. Langsung ajak nikah, hahahaha". Ucap Dylan menggoda.


"Jangan gitu, Mika itu gadis yang polos, baik, ramah, dia juga sangat perduli pada Alvaro". Ucap Raditya.


"Ckckckckc.... Maksud pertanyaan mu apa? ". Ucap Raditya serius.


"Maksud ku adalah,.. KAU MENYUKAI MIKA ATAU TIDAK???? KALAU KAU TIDAK MENYUKAI NYA... AKU AKAN MELAKUKAN PENDEKATAN..... ". Ucap Dylan tegas.


"Kau.... Kau belum pernah bertemu dengan nya kan, udah ngomong gitu aja". Ucap Raditya kesal.


"Tapi...... ". Ucap Dylan belum selesai bicara.


"Udah lah... Gak usah ngomongin yang lain, sekarang inti nya harus menemukan mereka dulu". Ucap Raditya kesal.


Dylan hanya menatap lucu terhadap sahabat nya itu. Sesekali dia tersenyum kecil.


Pagi hari nya Mika dan Alvaro terbangun karena cahaya matahari.


"Sayang, kamu udah bangun? ". Tanya Mika.


"Udah ma". Jawab Alvaro sambil mengucek mata.


Mika dan Alvaro segera melanjutkan perjalanan mereka. Alvaro tidak mau di gendong, dia mau berjalan kaki sambil menggandeng tangan Mika.


Mika berdua mengitari jalan.


"Mama, Valo telepon papa lagi? ". Tanya Alvaro.


"Sayang, batre Hp nya lowbat sayang, kalau Hp nya mati, GPS nya juga mati, nanti papa susah menemukan kita". Ucap Mika.


"Kalau gitu gak jadi deh mah". Jawab Alvaro.


"Dylan, posisi mereka sudah berubah lagi, seperti nya mereka mulai berjalan". Ucap Raditya.


"Kemana mereka Dit? ". Tanya Dylan.


"Mereka berjalan ke depan nya, berarti ke arah kota XXX, ayo kita segera ke sana". Ucap Raditya.


Dylan pun segera melaju kendaraan nya.


"Tuan, batrai Hp saya sudah lowbat, saya dan Alvaro akan terus berjalan ke depan". Isi Sms Mika yang akan di kirim ke Raditya.


"Gawat, batre Mika lowbat lagi". Ucap Raditya setelah menerima pesan Sms itu.


"Sayang masih kuat kan? ". Tanya Mika.


"Masih ma". Ucap Alvaro.


"Yah, perasaan ibu kok gak tenang ya, bagaimana kabar anak gadis kita ya yah". Ucap ibu Mika.


"Ibu, kamu gak usah khawatir, Mika bisa jaga diri". Ucap ayah Mika.


"Coba telepon yah?". Pinta ibu Mika.


Ayah Mika mengambil Hp dari dalam rumah, dan kembali duduk bersama isteri nya, melakukan panggilan. Hingga 3 kali mencoba tapi nomor yang di hubungi tidak aktif.


"Nomor nya gak aktif bu, mungkin Mika lagi nya lagi sibuk". Ucap Ayah nya.


"Kita cuma bisa mendoakan Mika, biar tetap aman dan di lindungi Allah bu". Ucap Ayah Mika.


2 jam Mika dan Alvaro berjalan, mereka berdua sangat kelelahan, sudah tidak ada yang mereka bawa, makanan atau minuman pun sudah habis.


"Mama... ". Ucap Alvaro.


"Iya sayang". Ucap Mika.


"Valo dah capek banget ma, Valo udah gak kuat". Ucap Alvaro lemas.


"Sayang, biar mama gendong ya". Ucap Mika. Mika menggendong Alvaro.


"Tuan Raditya, cepat lah datang selamat kan kami". Gumam Mika. Dia sangat berkeringat dan lemas.


"Raditya... Kenapa di jalan sepi kayak gini ada orang yang jalan kaki". Tunjuk Dylan.


Raditya melihat nya. Dia melihat seseorang sambil menggendong sesuatu tapi masih belum terlihat dengan jelas.


.


.


.


.


.


.


PERHATIAN..... DI MOHON KLIK LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMENT... PLEASE....



JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI JUGA YA..... CERITA NYA GAK KALAH SERU LOH