
Mika selesai mandi dan memakai jubah mandi berwarna putih. Semua make up dari acara pernikahan nya sudah menghilang dari wajah nya. Wajah nya yang cantik natural membuat Raditya tidak bisa mengabaikan nya.
"Kau sudah selesai mandi nya, cepat juga" ucap Raditya berjalan mendekat ke arah nya yang masih berdiri sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.
Raditya mengambil handuk kecil yang berada di tangan Mika. Mika kaget.
Lalu dia membantu mengeringkan rambut isteri nya itu.
"Rambut mu wangi sekali sayang, kau pakai shampo apa? " ucap Raditya mencium rambut Mika.
"Aku hanya memakai shampo yang ada di kamar mandi. " jawab Mika.
"Oh ya... wangi sekali. " ucap Raditya yang masih belum melepaskan hidung nya dari kepala Mika.
"Sa... sayang... sebaik nya kamu mandi, bukankah kamu bilang sudah gerah? " ucap Mika mengalihkan pembicaraan.
"Baik lah sayang, aku mandi saja dulu. " ucap nya melepaskan rambut Mika yang di sentuh nya.
Dengan senyuman Raditya, dia meninggalkan Mika dan beranjak ke kamar mandi.
"Gawat... bagaimana ini? aku.... aku belum siap... " gumam Mika.
"Apakah... apakah.. dia akan memaksa ku melakukan... melakukan itu? " gumam nya lagi.
Mika menyentuh dada nya, detakkan jantung nya sangat kencang. Khawatir, gugup dan malu bersatu berada dalam hati nya.
Dia melihat ranjang nya di penuhi kumpulan bunga mawar.
Mika duduk di depan meja rias, menyisir rambut nya yang masih setengah basa. Dia tidak mau memakai alat pengering rambut.
Dia melihat wajah nya di cermin. Menyisir dengan pelan.
Tidak berapa lama, Raditya muncul hanya memakai handuk sebatas pinggang. Sambil mengeringkan rambut nya, dia melihat isteri nya sedang berada di meja rias. Dia mendekati isteri nya. Mika gugup melihat suami nya mendekati nya.
"Kenapa? " tanya Raditya berbisik di telinga isteri nya.
"Ti... tidak.. apa-apa.. aku.. aku pakai baju dulu." ucap Mika gugup.
Dia baru sadar kalau belum memakai baju tidur nya.
"Kau tenang saja, aku tidak akan memaksa mu, jadi... aku harap sayang ku ini tidak gugup. " ucap Raditya menyandarkan kepala nya di bahu Mika.
Beberapa kali, Mika menelan ludah nya.
"Iya. " ucap Mika.
Dia berdiri, mengambil pakaian tidur berwarna biru nya, lalu pergi kekamar mandi. Raditya melihat nya hanya tersenyum.
Pandangan nya melihat ranjang nya.
"Ckckckck... siapa yang melakukan ini, hehehehe. " ucap nya tawa.
Raditya pun memakai pakaian tidur nya tanpa takut seseorang akan muncul di kamar nya.
Tidak berapa lama, Mika keluar, sudah memakai pakaian nya. Melihat Raditya yang juga menatapi nya.
"Bagaimana dengan ranjang kita ini sayang, banyak bunga mawar nya, apa kau mau aku menyingkirikan nya? " tanya Raditya.
Mika menanggukkan kepala nya kecil.
"Baik lah... kau tunggu sebentar ya. " ucap Raditya sambil menyingkir kan kelopak mawar itu.
Mika pun ikut membantu nya. Mereka saling tersenyum bersama. Setelah di rasa sudah tidak ada, Raditya langsung membaringkan tubuhnya di ranjang itu, sementara Mika masih berdiri di hadapan nya sambil menatap Raditya dengan gugup.
"Kemarilah... " ajak Raditya menunjuk ruang kosong di samping nya.
Mika berjalan perlahan. Mika merasa malu dan segan dengan senyuman yang di berikan Raditya setiap menatap nya. Raditya menarik tangan Mika, sehingga tubuh nya berada dalam pelukan Raditya. Wajah mereka sangat dekat. Tatapan mata yang sama.
Raditya memeluk Mika semakin dalam.
"Aku tidak bisa bernafas" ucap Mika.
"Hahahaha.... maafkan aku sayang.. hahahaha" ucap Raditya melonggarkan pelukan nya.
Mika terdiam, dia tidak tahu harus berbicara apa.
"Apa kau tidak tanya, kenapa aku senang? " tanya Raditya.
"Ke... kenapa? " ucap Mika.
"Hahahahaha.... karena aku bisa menikah dengan mu. " jawab Raditya.
"Oh.. " jawab Mika.
" Oh? hanya itu?" tanya Raditya.
"Apa kau tidak senang menikah dengan ku? " tanya Raditya.
"Aku... aku.. senang kok." ucap Mika sedikit menunduk.
"Sayang... kalau kau berbicara pada ku, kau harus menatap ku, agar aku bisa melihat wajah mu dan kau juga bisa melihat wajah ku. " ucap Raditya.
Perlahan Mika mengangkat wajah nya. Tapi bola mata nya berputar ke kiri dan kekanan.
"Hahahaha... kau lucu sekali. " ucap raditya sambil mencium pipi Mika.
Mika kaget, melihat Raditya dengan tatapan malu.
Sementara Raditya hanya tersenyum.
"Karena aku sudah mencium pipi mu, kau juga harus mencium ku." pinta Raditya.
"Hah? " ucap Mika kaget.
Raditya menganggukkan kepala nya dengan senyum menggoda nya.
"Ayo.. " ucap Raditya mendekatkan pipi nya agar Mika mencium nya.
Mau tidak mau Mika mencium pipi suami nya itu. Sehingga membuat Raditya senyum senang.
"Baik lah, sekarang aku mencium kening mu, berarti sekarang kau harus balik mencium nya" ucap Raditya.
Mika masih malu.
"Ayo... " pinta Raditya.
Mika pun mencium kening Raditya. Dan Raditya pun tersenyum lagi.
"Sebenar nya.. aku juga ingin mencium bibir mu, tapi... aku lihat sayang ku ini masih grogi... jadi.. lain waktu saja." ucap Raditya.
Dia mengerti dengan tingkah isteri nya itu. Karena dia tahu, kalau diantara mereka masih belum ada rasa cinta.
Bahkan rasa suka dan ingin memiliki yang di rasakan Raditya, tidak sama dengan apa yang di rasakan Mika.
"Sesuai janji ku sebelum nya, kita akan membiarkan waktu ini yang akan memberikan kita hubungan itu. " ucap Raditya.
Mika menganggukkan kepala nya.
"Mulai sekarang dan sampai seterus nya kita akan tidur seperti ini. " ucap Raditya mempererat pelukan nya.
"Sebaik nya kita istirahat, kita sama-sama kelelahan hari ini. " ucap Raditya memejam kan mata nya.
Mika masih menatap nya, seperti tatapan tidak percaya dengan sosok laki-laki di hadapan nya yang sudah menjadi suami nya sekarang.
"Sayang... tidur lah... pejam kan mata mu, aku tidak terbiasa tidur dengan di tatapin terus. " ucap Raditya berbicara dengan menutup mata nya.
Mika mendengar itu, merasa panik. Dia langsung segera menutup mata nya.
Beberapa saat kemudian akhir nya Mika sudah tidur dengan lelap. Bahkan terdengar suara mendengkur nya yang kecil.
Raditya membuka mata nya, melihat wajah Mika di hadapan nya. Dengan jari nya, mengelus wajah Mika, menyentuh hidung nya, dan berhenti di bibir Mika. Ada rasa ingin mencium nya sekali saja. Lalu dia mengalihkan keinginan nya itu.
"Aku tidak akan memaksa mu, yang penting sekarang kau sudah menjadi milik ku, sudah menjadi isteri ku, dan tidak akan ada yang mengambil mu dari ku. " gumam Raditya.
Raditya menarik selimut nya, dan memakaikan pada tubuh isteri dan diri nya. Tidak berapa lama dia pun ikut tertidur dengan meletakkan tangan nya di pinggang isteri nya.
LIKE... VOTE.... LIKE..... VOTE.... LIKE.... VOTE...