
"Apaaa?????? Mika hilang?, kenapa bisa begitu Joko? ". Teriak Ince.
"Maaf nyonya, dia melompat dari mobil pada saat mobil masih jalan". Jawab Joko.
"Kenapa gak kalian kejar, terus ini bagaimana, aku harus jawab apa sama Burhan". Ucap Ince marah.
Dia sangat marah sekali karena rencana nya gagal.
"Kami sudah mengejar nya nyonya, tapi dia seperti nya masuk ke salah satu mobil di parkiran, kami ingin memeriksa nya tapi yang punya mobil datang, dan tidak mengijin kan kami untuk mengecek mobil nya". Jelas Joko.
"Terus? ". Tanya Ince lagi.
"Kebetulan beberapa security datang, kami takut kalau kami di laporkan ke kantor polisi nyonya". Jawab Joko sambil sedikit menunduk.
"Gawat ini.... Gawat.... Burhan pasti marah. Aku harus kasih tahu dia". Ucap Ince.
"Ada apa ini, Mika kabur, kabur dari mana? ". Tanya Lilis pada teman teman nya ketika mereka mendengar obrolan Ince dan Joko.
"Apa mungkin Mika gak mau kerja? ". Tanya siti.
"Tidak mungkin, Mika bukan orang yang milih milih pekerjaan, kecuali pekerjaan nya yang gak bener". Jawab Lilis.
***********************
"Papa...... ". Ucap Alvaro menyambut papa nya yang baru masuk rumah. Sementara Mika mengikuti nya dari belakang.
"Kamu jangan lari lari sayang, nanti jatuh, papa kan sudah pernah bilang sama kamu". Ucap Raditya sambil menggendong Alvaro.
"Papa, siapa kakak cantik ini? ". Tanya Alvaro saat melihat Mika.
"Oh dia temen papa". Jawab Raditya sambil menurun kan Alvaro dari gendongan nya.
"Hallo kakak, saya Valo, anak nya papa yang paling ganteng". Ucap Alvaro sambil menawarkan tangan nya.
"Hallo sayang, nama saya Mika, panggil aja kak Mika". Jawab Eva sambil menyambut salam dari Alvaro.
"Kakak ini dari mana, kok pake baju pendek banget, gak pake sepatu lagi". Tanya Alvaro sambil melihat lihat Mika.
"Hhmmmm...... ".
"Kakak ini sedang nyasar nak, gak tahu jalan mau pulang kemana". Ucap papa nya cuek.
"Oohhhh... Ternyata orang dewasa bisa nyasar juga ya papa". Ucap Valo.
"Iya sayang, hehehehehe". Kata Raditya.
"Kamu ganti baju dulu, nanti pakaian nya di antar sama mba dewi". Perintah Raditya.
"dewi.... Dewi". Panggil Raditya.
"Iya tuan". Jawab nya setengah berlari.
"Wi, tolong kamu kasih sepasang baju kamu buat Mika, dia gak bawa baju, biar dia bisa ganti pakaian nya". Suruh Raditya.
"Baik tuan". Jawab Dewi.
"Mari nona". Ajak Dewi.
"Terimakasih tuan, terimakasih mba Dewi". Jawab Mika sambil mengikut di belakang Dewi.
"Papa, kak Mika cantik ya, hahahaha". Tanya Raditya sambil tertawa.
"Oh ya, papa gak lihat tuh, hehehehehe". Balas Raditya.
"Nona, kamu bisa pilih mau pakai baju saya yang mana". Suruh Dewi sambil membuka lemari pakaian nya.
"Saya pakai yang ini saja mba". Jawab Mika sambil memilih rok panjang dan kemeja panjang tangan juga.
"Ok kalau begitu". Ucap Dewi.
"Sekali lagi saya ucap kan terimakasih mba Dewi". Ucap Mika.
"Sama sama mba". Ucap Dewi.
Setelah Mika mandi dan pakai baju di kamar Dewi, Mika mengikuti nya ke dapur.
Menghampiri 2 pembantu bagian masak masak.
"Bi, biar Mika bantu masak ya". Ucap Mika.
"Jangan nona, nanti kami di marahi tuan Raditya". Tolak bi Sri, bi Sri sudah bekerja 12 tahun di keluarga Raditya Hermawan, usia nya juga sudah menginjak 50 tahunan.
"Gak papa bi, saya sudah biasa masak masak kok bi". Ucap Eva sambil mulai membantu masak.
"Tapi non". Ucap bi Sri.
Akhir nya 2 pembantu itu tidak bisa berkutik, hanya membantu apa yang di butuh kan gadis yang bernama Mika.
Menu yang di masak Mika adalah opor ayam dengan santan dan potongan kentang.
"Mmmm..... Bau nya enak banget non". Ucap bi Sri.
"Makasih bi, hehehehehe". Ucap Mika tertawa kecil.
"Hhhmmmmm.... Wangi banget, tumben bi Sri masak nya wangi banget, aku jadi laper". Ucap Raditya sehabis mandi dan turun tangga ke lantai bawah.
"Kakak, masakan nya wangi banget, pasti enak nih". Ucap Alvaro menghampiri Mika.
"Terimakasih sayang". Ucap Mika jongkok di hadapan Alvaro.
"Bi, saya lapar, tolong siap kan makan malam nya". Ucap Raditya sambil menarik kursi untuk makan, Alvaro pun mengikuti papa nya duduk di samping.
Mika, Dewi dan 2 pembantu nya ikut membantu menghidang kan makanan. Sesekali Raditya memandangi Mika.
"Hhmmm.... Ternyata wajah nya begini ya kalau tanpa make up". Gumam nya.
"Bibi masak opor ayam ya, bibi bisa masak? ". Tanya Raditya saat melihat hidangan opor ayam di meja.
"Tidak tuan, ini yang masak nona Mika". Jawab bi Sri sambil menunjuk Mika.
Raditya melihat Mika sejenak, Mika tersenyum kecil.
"Tapi bibi ikut bantu kok tuan". Jawab Mika.
"Oh... ". Ucap kecil Raditya.
Bi sri kembali ke dapur Mika pun mengikuti nya dari belakang.. Tiba tiba...
"Kamu makan di sini aja Mika". Perintah Raditya.
"Tidak usah tuan, saya makan di dapur saja". Jawab Mika.
"Saya gak suka mengulang omongan loh". Ancam Raditya.
"mmmm..... Baik lah tuan". Jawab Mika. Mika berjalan dan mengambil kursi di depan Alvaro. Alvaro hanya tersenyum manis melihat Mika.
"Kak Mika cantik banget, mau gak sama papa Valo?". Tanya Alvaro sambil menyendok makanan ke mulut nya.
"Uhk.. Uhukk... Sayang, kamu bilang apa, kok ngomong nya gitu". Ucap Raditya dengan wajah yang sedikit merah.
"Gak apa apa kok pa, biar papa ada yang nemenin". Balas Alvaro.
"kamu jangan dengerin omongan anak saya". Ucap Raditya.
"Iya tuan". Jawab Mika.
"Ya udah kamu makan juga, laper kan? ". Tanya Raditya.
Mika menyendokkan nasi ke piring nya, kemudian tanpa sadar dia menyendokkan nasi ke piring Raditya Juga, hingga akhir nya mereka saling bertatapan.
"Maaf tuan, maaf, saya terbiasa seperti ini di rumah saya". Ucap Mika sedikit malu.
"Hhmmmm... Tidak apa apa, ya udah makan lah, nanti habis makan saya mau bicara sama kamu". Ucap nya sambil makan.
**************************
"Bagaimana ini Ince, kamu udah bikin saya rugi besar, saya kan sudah bilang jangan sampai gagal, dasar *****!!!! ". Bentak Burhan melalui Hp.
"Pak Burhan, saya minta maaf, saya juga gak nyangka akan seperti ini". Ucap Ince.
"Gini aja, saya kan masih punya beberapa wanita, bagaimana kalau saya ganti saja dengan yang lain". Tawar Ince.
"Ganti kepala mu???? Pelanggan kita udah menyukai si Mika itu, gak mau yang lain". Bentak nya lagi.
"Gini aja pak, coba bapak tawarin aja dulu sama pelanggan bapak untuk menggantikan nya, kirim foto lagi aja". Ucap Ince.
"Baik, coba saya tawarin lagi, tapi ingat, saya gak jadi kirim kamu 100 juta". Ucap nya sambil mematikan Hp nya.
"Hhhmmmm..... Sialan kau Mika, gara gara kau aku jadi rugi besar". Ucap nya sambil mengepalkan tangan nya. .
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggal kan LIKE, VOTE KOMENT YA... BIAR AUTHOR NYA MAKIN SEMANGAT...