
Setelah beberapa hari dan kedua belah pihak keluarga sudah bertemu, mereka setuju dan sepakat dengan pernikahan anak nya.
Semua keperluan, mulai dari pakaian, makanan, kartu undangan juga sudah selesai. keputusan lokasi pernikahan nya adalah salah satu hotel terkenal di Jakarta.
Malam, sebelum esok hari pernikahan...
"Malam ini adalah malam terakhir aku tidur sendiri, tapi mulai besok dan seterus nya, akan ada kamu yang akan menemaniku di setiap hari-hari ku Mika. " gumam Raditya di dalam kamar.
"Nak, mulai besok kamu akan menjadi pengantin, menjadi seorang isteri dan seorang ibu. Jadi lah isteri dan ibu yang baik nak. " ucap ayah Mika memberi nasehat.
"Suami mu akan menjadi kepala keluarga, dan imam mu, berbaktilah pada nya, jangan mengecewkan nya, harus menemani dan mendukung nya dalam suka dan duka. " ucap nasehat ibu Mika.
"Baik ayah, ibu, Mika akan ingat dengan semua nasehat kalian, Mika akan berusaha menjadi ibu dan isteri yang terbaik, dan akan menemani suami Mika. " jawab Mika dengan senyum nya.
Tanggal 15 pukul 10 pagi, acara pernikahan akan berlangsung. Semua tamu undangan dan keluarga lain nya sudah menunggu.
Raditya dengan memakai pakaian pengantin berwarna putih sudah duduk menunggu di depan penghulu, mereka tinggal menunggu kedatangan Mika.
Biasa nya Raditya sangat santai dan tenang, bahkan ketika pernikahan sebelum nya dengan Clara, dia tidak merasa gugup atau panik, tapi di pernikahan nya yang kedua ini, entah kenapa dia merasa gugup. Walaupun dia tersenyum tapi orang terdekat nya tahu apa yang dia rasakan sebenar nya.
"Tenang lah pengantin, wajah mu terlihat kaku dan gugup, hahahahahaha. " bisik Dylan yang melihat wajah teman nya.
"Diam kau. " balas Raditya.
Tidak berapa lama, sang pengantin wanita turun dari tangga dengan di dampingi ibu Mika. Mika memakai pakaian yang berwarna sama dengan pria yang akan menjadi suami nya. Yaitu berwarna putih. Makeup yang tidak terlalu tebal namun tetap terlihat kecantikan nya. Semua mata termasuk Raditya menatapi kehadiran nya. Raditya ada perasaan senang dan lega melihat kehadiran pengantin nya.
Mika pun tidak bisa menutupi ekspresi gugup dan panik. Maklumlah, ini adalah pernikahan nya yang pertama kali. Beberapa kali dia mengeluarkan senyum manis nya. Dan pandangan nya pun sesekali menuju Raditya yang terang-terangan melihat tanpa henti pada nya.
"Silahkan pengantin wanita duduk di samping pengantin laki-laki nya. " ucap pak penghulu yang sudah duduk di hadapan Raditya.
Dengan di tuntun ibu Mika, Mika duduk sesuai arahan pak penghulu nya.
Diantara tamu undangan itu, jauh di sudut, empat mata sedang mengamati mereka, Clara dan Adrian.
"Akhir nya kau menikah Raditya, hhmmm.... " gumam Clara.
"Aku kalah cepat dari Raditya, harus nya aku yang pertama kali bertemu dengan mu Mika. " gumam Adrian.
Alvaro berada dalam pelukan Opa nya, papa Raditya.
"Sah? " tanya pak Penghulu.
"Sah. " jawab beberapa orang yang hadir di acara itu.
Kedua pengantin dan kedua keluarga menjadi senang, bahagia dan lega. Acara itu berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Mika mencium tangan Laki-laki yang sudah sah menjadi suami nya, dan Raditya mencium kening isteri nya. Mereka berdua tersenyum dengan bahagia.
"Mama.... " ucap Alvaro menyambut mama baru nya.
"Sayang, anak mama. " ucap Mika memeluk Alvaro.
Raditya pun ikut memeluk mereka berdua.
Semua proses sudah di laksanakan, bahkan sudah memberi salam pada kedua orang tua masing-masing, mereka memberikan nasihat pada pasangan suami isteri itu.
"Raditya, mulai sekarang sudah ada yang menemani mu, kau yang memilih isteri mu, dan ini semua keputusan mu, kau harus menjaga dan membahagiakan dia yang akan mendampingimu. " ucap papa Raditya.
"Benar nak, mama dan papa bahagia akhir nya kamu menikah, dan memiliki seseorang untuk mu. " ucap mama Raditya.
"Nak Mika, sekarang kau adalah bagian dari keluarga Hermawan, kau adalah nyonya Raditya Hermawan. Jadi, aku harap kamu bisa menerima kami." ucap mama Raditya membelai rambut Mika.
"Terimakasih ma, pa, Mika janji akan terus berusaha untuk menemani dan setia pada suami Mika, Raditya. " ucap Mika memberikan senyum manis nya.
"Selamat ya bro, akhir nya sudah menemukan tambatan hati, hehehehehe, bulan madu kemana nih, " ledek Dylan sambil menyalami mempelai.
"Terimakasih, kau juga harus segera menemukan pasangan mu, mau sampai kapan kau begini terus." ucap Raditya.
"Nanti pasti akan tiba waktu nya bro, tenang aja, kau adalah orang pertama yang akan aku undang, hehehehe." ucap Dylan.
"Mika, selamat ya, sudah jadi isteri Raditya sekarang." ucap Dylan pada Mika.
"Gak usah takut sama Raditya sekarang, kalau dia marah-marah, gak usah kasih jatah malam, hehehehehe. " ucap Dylan.
Mika merasa malu, dan wajah nya menjadi merah seketika. Sementara Raditya melemparkan tatapan sinis nya.
"Jangan racuni pikiran isteri ku Dylan. " ancam Raditya.
"Ciieeee.... isteri sekarang panggilan nya ya, hehehehe. " ucap Dylan berjalan turun dari lokasi.
Satu persatu tamu naik ke atas untuk memberikan salam dan ucapan selamat pada pengantin. Hingga Raditya melihat ada Adrian bersama dengan Clara.
"Clara? kenapa dia ada di sini? siapa yang mengundang nya? " gumam Raditya.
Adrian tahu apa yang ada dalam pikiran Raditya. Raditya tidak memberitahukan apalagi memberi undangan pada Clara atas pernikahan nya, karena dia gak mau ada hambatan atau keributan.
Clara menggandeng tangan Adrian, berjalan mendekati Raditya dan Mika.
"Apa? Adrian kenal dengan Clara? " gumam Raditya lagi.
"Selamat tuan Raditya, selamat atas pernikahan anda. " ucap Adrian mengulurkan tangan nya.
"Terimakasih tuan Adrian. " ucap Raditya menjabat tangan.
"Selamat ya Raditya, akhir nya kau menemukan pengganti ku. " ucap Clara tersenyum sinis.
"Terimakasih." ucap Raditya mengabaikan tangan mantan isteri nya.
"Selamat nona Mika, seandainya aku bergerak lebih cepat untuk mendapatkan anda, hehehehe. " ucap Adrian memberi ucapan.
"Terimakasih tuan Adrian ." jawab Mika.
"Apa Mika dan Adrian pernah bertemu? kapan? " gumam Raditya.
"Selamat ya, akhir nya seorang pelayan bisa naik level juga, hahahaha." ucap Clara dengan sombong nya.
"Terimakasih nona." ucap Mika dengan senyum tulus nya.
"Asal kau tahu, kalau nanti Raditya bosan dengan mu, kau juga pasti akan di campakkan sama seperti ku sebelum nya. " bisik Clara di telinga Mika.
Mika hanya terdiam mendengar ucapan mantan isteri suami nya.
Raditya melihat mantan isteri dan isteri nya dari samping.
Clara turun dari tempat mempelai, dengan tatapan sinis nya melihat pasangan itu.
Ada perasaan benci dan marah dengan mereka berdua.
Clara melihat Alvaro sedang berada di pangkuan nenek nya.
"Sayang, anak mama." ucap Clara menghampiri Alvaro.
Alvaro tampak takut, dan tidak mau berada di sekitar itu.