MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 48



"Aku harus menghubungi papa dan mama, aku harus beritahu mereka sekarang. " gumam Raditya.


Raditya mengambil Hp nya, memencet nomor mama nya.


"Hallo sayang.... Masih ingat sama mama nih? " ucap wanita setengah baya di seberang panggilan telepon.


"Hahaha.. Hallo ma, gimana kabar mama dan papa di sana? " tanya Raditya.


"Yahh... Begitu lah nak, kami baik-baik kok, cuma merasa kesepian aja. Gimana cucu mama Alvaro? " tanya Mama Raditya.


"Alvaro baik juga ma. " ucap Raditya.


"Ma, Radit mau bicara sesuatu sama mama. " ucap Raditya.


"Apa nak? "tanya mama nya.


"Radity mau menikah. " jawab Raditya.


"Apa? Kamu mau menikah? Dengan siapa? Kenapa mama baru di kasih tahu? " tanya Mama nya semangat.


"Sabar ma.. Sabar... " ucap Raditya.


"Radit akan menikah dengan Mika, pengasuh Alvaro." jawab nya lagi .


"Pengasuh? Apa maksud nya? " tanya mama Raditya bingung.


"Mika itu awal nya pengasuh Alvaro, dia gadis baik-baik. Aku melihat dia sangat menyayangi Alvaro.. " ucap Raditya.


"Gini aja... Kamu coba bawa dia ke rumah kita. " ucap Mama nya.


"Rencana nya juga begitu... " ucap Raditya.


"Kalau begitu kapan kalian akan datang? " tanya nya lagi.


"Mungkin minggu depan ma, tunggu Radity menyelesaikan beberapa pekerjaan di sini. " jawab nya.


"Baik lah kalau begitu, mama tunggu. " ucap nya.


Raditya mengakhiri obrolan mereka.


Setelah itu dia turun ke bawah untuk makan malam bersama.


"Papa, ayo kita makan, Valo udah lapal." ucap Valo.


"Iya sayang, lagian kenapa gak duluan makan aja ?" tanya Raditya duduk di kursi.


"Mau nungguin papa, bial makan baleng." ucap Alvaro.


"Ok... ok... " jawab Raditya.


Mika mempersiapkan makanan nya.


"Pa, si Raditya kata nya mau nikah. " ucap mama Raditya.


"Oh ya, bagus donk. " jawab papa Raditya.


"Tapi pa, si Raditya nya mau menikahi pengasuh anak nya, kalau gak salah... Mika nama nya. " ucap Mona mama Raditya.


"Kalau wanita itu mencintai dan menerima anak kita, apa masalah nya ma. " ucap Hermawan, papa Raditya.


"Yyaaahhhh.... Wanita mana sih yang gak menyukai anak kita pa, walaupun dia duda, tapi kan dia tampan dan kaya lagi. " ucap Mona.


"Anak kita itu sudah dewasa ma, dia tahu mana orang yang tulus atau tidak. " ucap Hermawan membaca koran.


"Apalagi selama ini dia tidak pernah bicara pernikahan, dan tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. " ucap Hermawan.


Mona, mama Raditya diam mulai mengerti.


Esok hari Raditya tiba di kantor.


"Selamat pagi tuan Raditya. " ucap karyawan serentak.


"Hhhmm.... " jawab Raditya sambil berjalan melewati mereka.


"Selamat pagi bos. " Dylan menghampiri Raditya.


"Ikut aku keruangan. " ajak Raditya.


Dylan pun mengikuti bos nya.


"Diana, laporkan jadwal ku." ucap nya pada sekretaris nya, Diana.


"Baik tuan." jawab Diana.


Lucifer duduk di kursi empuk nya.


"Permisi tuan Raditya. " ucap Diana mengetuk pintu.


"Mmmm.... " jawab Raditya.


"Tuan, hari ini jam 10 pagi, anda ada pertemuan dengan tun Adrian Ferdian. " ucap Diana.


"Siapa itu? " tanya Raditya.


"Pengusaha tekstil dari Bandung. " jawab Diana.


"Hhhmmm.... Baiklah, berikan pada ku laporan nya, aku mau lihat. " pinta Raditya.


"Ini tuan. " ucap Diana menyerahkan berkas yang sudah di bawa nya tadi.


"Kembali lah keruangan mu. " suruh Raditya.


"Baik tuan, saya permisi. " ucap Diana melangkah keluar ruangan.


"Adrian Ferdian... " ucap nya.


"Apa kau mengenal nya Dylan?" tanya Raditya.


"Yang aku tahu dia pengusaha yang sukses di Bandung, dan baru datang dari luar negeri. " jawab Dylan.


"Hhhmmm.... " gumam nya.


"Sudah. " jawab Raditya masih mengecek berkas.


"Lalu? " tanya Dylan mendekat ke arah meje kerja Raditya.


"Mereka ingin aku membawa Mika ke rumah, dan memperkenalkan nya. " jawab Raditya masih serius.


"Kapan kau akan kesana? " tanya Dylan lagi.


"Mungkin minggu depan. " jawab nya.


"Wah... Seperti nya kau akan sibuk untuk mengurus pernikahan kedua mu ini. " ucap Dylan.


Raditya melihat Dylan.


"Ada apa? " tanya Dylan yang bingung dengan pandangan Raditya.


"Kau benar, dan untuk beberapa hari ini kau akan menggantikan pekerjaan ku ." ucap Raditya.


"Haduhh.... Melelahkan pasti. " ucap Dylan.


"Iya, sangat melelahkan. " ucap Raditya menekankan.


Tttuuuttt.... ttttuuuuttt....


"Halo selamat pagi " ucap Mika mengangkat telepon di rumah Raditya.


"Halo, ini siapa? " tanya Mona, mama Raditya.


"Ini dengan Mika, maaf, ini dengan nyonya siapa? " tanya Mika.


"Oh ini yang nama nya Mika? " gumam Mona.


"Hallo nyonya. " panggil Mika.


"Aku ingin berbicara dengan cucuku Alvaro. " ucap Mona.


"Cucu? apa ini orang tua Raditya? " gumam Mika.


"Iya, aku adalah mama nya Raditya. " ucap Mona seakan tahu pertanyaan yang ada dalam pikiran Mika.


"Ma.. maaf nyonya... sebentar saya panggilkan. " ucap Mika.


"Tunggu sebentar. " ucap Mona.


"Iya nyonya? " tanya Mika.


"Apa kamu Mika, calon isteri anak saya? " tanya Mona.


"I.. iya.. Nyonya. " jawab Mika gugup.


"Kamu kenal anak saya di mana, sudah berapa lama? " tanya Mona.


"Saya.. saya sebelum nya pengasuh Alvaro Nyonya. " jawab Mika gugup.


"Sudah berapa lama bekerja? " tanya Mona lagi.


"Sekitar 6 bulan nyonya" jawab Mika.


"Apa saja yang sudah kamu lakukan sama Raditya? " tanya Mona lagi.


"Ma... maksud nya nyonya? " tanya Mika.


"Maksud ku apa kau menggoda anak ku? " tanya Mona.


"Astaga Nyonya, saya tidak melakukan seperti itu, demi Tuhan nyonya." ucap Mika.


"Baiklah.. aku juga belum pernah bertemu dengan mu, tolong kau panggilkan cucuku." ucap Mona.


"Baik nyonya, tunggu sebentar. " jawab Mika.


Mika pergi keluar mencari Alvaro yang sedang bermain robot-robotan.


"Sayang, ada yang mau bicara sama Valo." ucap Mika.


"Siapa ma? " tanya Alvaro.


"Oma Alvaro. " ucap Mika.


"Oma..... " ucap Alvaro.


Alvaro berlari menuju panggilan telepon.


"Sayang, kamu jangan lari-lari. " ucap Mika.


"Hhmmmm.... dia sudah memanggil Alvaro dengan kata sayang." gumam Mona yang menenggar suara Mika sedikit jauh.


"Hallo Oma.... " ucap Alvaro mengangkat telepon di atas meja.


"Hallo sayang, cucu kesayangan oma, bagaiamana kabar cucu oma ini? " tanya Mona.


"Valo baik-baik aja oma, ada mama Mika yang ngulus Valo." ucap Alvaro jujur.


Mika berdiri di samping Alvaro.


"Mama Mika? apa Valo suka dengan mama Mika? " tanya Mona.


"Iya donk oma, Valo sayang banget sama mama Mika, hehehehe. " ucap Alvaro


"Kenapa sayang sama mama Mika nya? " tanya Mona lagi.


"Kalena mama Mika sudah menjaga Valo dali om penculik. " ucap Alvaro jujur.


Mika kaget karena Alvaro memberitahukan kejadian itu pada nenek nya.


"Apa sayang? om penculik? " tanya Mona.


"Iya oma, waktu itu Valo ama mama Mika di culik, udah dua kali malah" ucap polos Alvaro.


"Tapi mama Mika selalu bisa jaga Valo. " ucap Alvaro.