
Akhir nya mereka berhenti di warung makan pinggir jalan, makanan pecel lele. Bagaikan satu keluarga mereka keluar dari mobil, dan mengambil posisi duduk.
Semua yang sedang makan di situ juga memandang ke arah Raditya, sementara Raditya merasa tidak senang makan di pinggir jalan. Maklumlah, terlalu sering makan di restoran mewah.
"Mika, sebaik nya kau pakai jas ku ini, ini sudah malam dan cuaca nya sangat dingin". Ucap Raditya sambil menawarkan jas nya.
"Tidak usah tuan, saya tidak apa apa". Jawab Mika sungkan.
"Tolong jangan menolak nya, kalau kamu sakit, nanti siapa yang mengurus Alvaro". Ucap Raditya yang menggunakan anak nya sebagai alasan.
"Baik tuan". Jawab Mika sambil menerima jas dan memakai nya.
Alvaro duduk di tengah tengah mereka, segera memesan makanan.
***********************
"Apa kau tidak apa apa Clara? ". Tanya Andien yang menghampiri Clara.
Andien pergi mencari Clara setelah mengetahui kalau Clara sudah pergi dari acara pembukaan property tuan Beny.
Andien tahu di mana dia bisa menemukan Clara, yaitu sebuah club malam di Jakarta.
Andien melihat Clara sendirian sedang duduk sambil minum setengah mabuk.
"Andien.. Sahabat ku, kau sudah datang ternyata". Ucap Clara sedikit sempoyongan.
"Apa yang kau lakukan, sebaik nya aku antar kau pulang". Ajak Andien.
"Tidak.. Tidak.. Aku masih mau di sini. Kau tahu Andien, ternyata mantan suami ku semakin tampan saja, begitu juga dengan putra ku, hahahaha". Ucap Clara mabuk.
Andien hanya memperhatikan nya saja. Sesekali dia menggelengkan kepala nya melihat keadaan sahabat nya itu.
"Apa kau merasa menyesal?". Tanya Andien.
"Menyesal? Tentu saja aku tidak menyesal, aku hanya sedih saja kalau anak ku membenci ku, hahahaha". Ucap Clara tertawa sedih.
"Sebelum nya aku sudah memberitahu mu, supaya kau tidak gegabah dalam bertindak". Ucap Andien.
"Andien, aku harus bagaimana, aku ingin kembali lagi dengan Radity, kembali dengan putra ku". Ucap Clara.
"Ayo aku antar kau pulang dulu, besok kita bicarakan lagi". Ucap Andien sambil memapah Clara keluar dari tempat itu.
Andien mengantar kan Clara memakai mobil nya. Tidak berapa lama Clara tertidur di dalam mobil.
***************************
Pagi hari.....
"Pagi papa". Ucap Alvaro menhampiri Raditya di meja makan.
"Pagi sayang". Jawab Radity sambil memeluk dan mencium Alvaro. Mika mengikuti nya dari belakang.
Radit melihat ke arah Mika, Mika juga.
"Sayang, karena hari ini hari Minggu, bagaimana kalau kita ke taman hiburan? ". Tanya Radity.
"Ke taman hiburan? Ayo papa, Valo mau". Jawab Alvaro sambil melompat kegirangan.
"Ya udah kalau gitu, Mika sebaik nya kalian siap siap, jangan lupa apa saja yang harus di bawa jangan sampai ada yang kelupaan". Suruh Radity.
"Baik tuan". Ucap Mika senang.
Mika mengajak Alvaro ke kamar nya, dan menggantikan pakaian. Sementara Radity masih kembali melihat layar Hp nya.
"Aku tidak akan biar kan si Clara mengganggu atau merebut Alvaro dari ku". Gumam Raditya.
Mika dan Alvaro turun ke bawah.
Mika membawa tas kecil nya dan memakai pakaian casual nya dan Alvaro memakai tas gendong.
"Valo, mau di bikin bekal gak?". Tanya Mika.
"Mau ma". Ucap Alvaro.
"Mau makan apa?". Tanya nya lagi menuju dapur di ikuti Alvaro.
"Mau roti bakar, pisang cokelat keju aja deh ma, hehehehe". Ucap Alvaro yang berdiri di samping Mika.
Raditya hanya mendengarkan saja obrolan mereka.
"Kalau gitu den Valo duduk saja sama papa nya ya, biar mama Mika bikinin dulu". Suruh Mika.
"mm... Iya Ma". Jawab Alvaro pergi menghampiri papa nya.
"Nona Mika, biar kami saja yang mengerjakan nya". Ucap bi Sri.
"Gak apa apa kok bi, biar saya saja, hehehe". Ucap Mika sambil tersenyum.
Mika membawa air panas dalam termos mini dan membawa susu bubuk buat persediaan untuk Alvaro. Mika benar benar mengerti apa yang di perlukan Alvaro. Mika tidak sadar kalau pergerakan nya selalu di perhatikan majikan nya itu.
"Semua nya sudah siap, ayo kita berangkat". Ucap mika dengan sangat senang.
"Horree... ". Ucap Alvaro.
"Pak Usman, kami akan pergi dulu keluar ya, pak Usman jaga rumah". Ucap Raditya.
"Baik tuan". Jawab Usman.
Akhir nya mereka bertiga pergi memasuki mobil nya.
"Pak Sutrisno sebaik nya istirahat saja, seperti biasa.
Mobil nya biar saya yang bawa". Ucap Raditya.
Seperti biasa, Mika duduk di depan dengan Alvaro di pangkuan nya.
"Mama". Ucap Alvaro.
"mmm". Jawab mika.
"Mama bisa nyanyi lagu pelangi pelangi gak?". Tanya Alvaro.
"Bisa donk, kenapa sayang? ". Tanya Mika.
"Coba mama nyanyiin, Valo mau dengar". Ucap nya.
"Ehem.. Ehem... Pelangi pelangi... Alangkah indah mu, merah kuning hijau... Di langit yang biru... Pelukis mu agung, siapa gerangan, pelangi pelangi ciptaan Tuhan". Mika menyanyikan lagu itu sambil menepuk tangan nya.
Alvaro mengikuti bernyanyi dan sambil bertepuk tangan. Raditya tersenyum sambil melirik.
"Bahagia sekali". Ucap Raditya pelan.
"Kenapa tuan? ". Tanya Mika yang mendengar suara majikan nya.
"Oh.. Tidak apa apa, hehehehe". Jawab nya salah tingkah.
Akhir nya mereka bertiga mulai bernyanyi bersama lagu nya pun sudah di ganti beberapa kali, lihat kebun ku, balon ku ada lima, beberapa lagu anak kecil lain nya.
Penuh dengan tawa dan canda.
Setelah beberapa jam dalam perjalanan, mereka sampai di taman hiburan, dan Berusaha memasukkan mobil nya ke parkiran.
"Yyyeeee.... Kita sudah sampai". Ucap Alvaro senang.
Mika tersenyum melihat Alvaro, Raditya tersenyum melihat Mika.
"Tiket nya 3 orang mba". Ucap Raditya yang sudah ada di antrian pembelian tiket, sementara Mika dan Alvaro menunggu di luar antrian.
Penjual tiket hanya diam sambil memandang orang yang ada di depan nya.
"Mba, tiket nya... Saya mau beli tiket nya". Pinta Raditya lagi.
Sekali lagi si penjual tiket tetap terdiam dan terpesona dengan kharisma Raditya.
"Mba.. Jualan tiket atau cuma duduk duduk aja di sini? ". Tanya Raditya sambil memukul meja sedikit keras karena kesal.
Semua yang ikut mengantri di sana pun ikut kaget.
"Aahhh... Iya iya tuan.. Ti.. Tiket nya mau berapa?". Tanya nya gugup.
"Dari tada saya sudah bilang, saya mau pesan tiket nya untuk tiga orang". Jawab nya ketus.
"Ma.. Maaf tuan... Ini tiket nya". Ucap penjual tiket sambil memberikan tiket itu.
Raditya pun mengambil dan berbalik mengambil tiket itu, dia berjalan menghampiri tempat Mika dan Alvaro berdiri. Semua mata pengunjung baik laki laki, perempuan, anak kecil terpesona dengan ketampanan Raditya.
Tapi Raditya mengabaikan nya.
"Ini tiket nya, ayo kita masuk". Ajak nya.
Penjaga tiket menerima tiket mereka bertiga dan mengijinkan mereka masuk.
"Papa, kita mau main apa sekarang?". Tanya Alvaro.
"Alvaro mau naik apa?". Tanya papa nya.
"bom bom car". Jawab Alvaro.
"Ok, ayo kita cari, dimana bom nom car ini". Ajak Raditya.
Tangan kiri Alvaro menggandeng tangan kanan papa nya, sementara tangan kanan Alvaro menggandeng tangan kiri Mika. Benar benar satu keluarga yang harmonis. Dan mereka sangat bahagia sekali.