MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 59



Satu bulan Raditya dan Mika sudah menikah.


Walaupun mereka belum melakukan hubungam suami isteri, Raditya masih bersabar.


Karena yang meminta untuk menikah adalah Raditya sendiri.


"Mika, sebentar lagi Alvaro masuk TK. Kau mau dia sekolah di mana? " tanya Raditya sedang memakai dasi nya.


"Apa tidak terlalu terburu-buru mas Radit? seperti nya dia masih suka bermain. " ucap Mika membereskan ranjang mereka.


"Justru itu, dia akan bertemu dengan banyak teman, dan bisa belajar sambil bermain." ucap Raditya.


"Kalau begitu aku tanya Alvaro dulu ya? " ucap Mika.


"Sekalian, aku mau mengajak nya untuk jalan-jalan di taman. " ucap Mika.


"Boleh, tapi kau harus di ikuti salah satu pembantu kita, dan biar pak Sutrisno yang mengantar dan menjemput kalian. Okey. " ucap Raditya mengelus kepala isteri nya.


Mika menganggukkan kepala nya.


"Oh ya.. seperti nya aku pulang agak malaman. Ada undangan makan malam dari rekan kerja. " ucap Raditya memeluk Mika.


"Asal kan kamu jaga kesehatan. Jangan sampai sakit. Kalau semua nya sudah selesai, segera pulang. " ucap Mika.


"Tentu saja Mika. " ucap Raditya mempererat pelukan nya.


"Jangan lupa bawa kartu yang ku berikan kemarin ya. " ucap Raditya.


"Tapi aku...


"Mmuuaacchh... " Raditya mencium bibir Mika untuk menghentikan kalimat Mika isteri nya.


"Tidak ada tapi-tapian. Ijinkan aku sebagai suami mu untuk menafkahi mu lahir dan batin. "bisik nya di telinga Mika.


"Pin nya tanggal dan tahun lahir Alvaro ya. " ucap Raditya.


Mika menganggukkan kepala nya. Mereka turun menuju lantai dasar. Tampak Alvaro duduk di ruang depan, tentu saja sudah mandi dan sarapan. Sebelum mengurua suami nya, Mika mempersiapkan Alvaro dulu.


"Pagi papa mama. " sapa Alvaro yang sedang memakan buah apel yang sudah di potong bi Sri.


"Pagi sayang. " Raditya menghampiri putra nya dan mencium pipi nya.


"Papa berangkat kerja dulu ya. Kamu jangan nakal. Jangan bikin mama nya kerepotan ya sayang." ucap Raditya mengelus kepala anak nya.


"Siap pa." Alvaro memberi hormat dengan senyum.


"Hahahahaha.... pintar anak papa ini ya. " Raditya mencium kembali pipi anak nya.


"Sayang, aku pergi dulu ya. " ucap Raditya.


"Hati-hati ya mas Radity. " Mika dan Alvaro mengantar sampai depan teras.


"Pak, bapak temani Mika saja. Dia mau pergi keluar, jadi biar saya yang bawa mobil nya sendiri." ucap Raditya.


"Baik tuan. " pak Sutrisno memberikan kunci mobil pada Raditya.


****************


"Sayang, ayo jalan-jalan yuk." ajak Mika.


"Ayo ma, kita mau kemana? " tanya Alvaro.


"Kita beli kue, eskrim. Dan beberapa buku-buku bergambar. Kamu mau kan sayang? " ucap Mika.


"Tentu mau ma. " Alvaro sangat senang.


"Ya udah mama ganti baju dulu ya. Alvaro tunggu di sini. " Mika menuju kamar nya di atas. Sementara Alvaro menonton film kartun untul anak kecil.


******************


"Pak, kita ke toko buku dulu ya. " ucap Mika.


"Baik nyonya. " jawab pak Sutrisno.


"Mama kita ngapain ke toko buku?" tanya Alvaro duduk di samping Mika.


"Mau membeli buku bergambar. Untuk kamu. " ucap Mika setengah memeluk Alvaro.


"Yang ada gambar binatang nya ya ma? " tanya Alvaro lagi.


"Iya, nanti Alvaro pilih sendiri di sana. " jawab nya dengan tersenyum.


Sekitar satu jam kemudian mereka tiba di toko buku. Mika membantu Alvaro turun dari mobil. Sementara bi Sri mengikuti nya dari belakang, dan Sopir nya menunggu di mobil.


Mika membawa Alvaro ke bagian buku anak-anak. Tidak lupa selalu menggenggam tangan Alvaro.


Sepasang mata laki-laki sedang mengamati nya.


"Hai....nyonya Mika. " sapa Laki-laki itu menghampiri keberadaan Mika.


"Oh... hay... tuan Adrian. " Mika membalikkan badan nya melihat Adrian.


"Jangan panggil nyonya, panggil Mika saja. " ucap Mika.


"Okey, anda juga jangan panggil saya tuan. Panggil Adrian. " balas Adrian.


Mereka membalas dengan senyuman.


"Aku baik-baik saja Adrian, lalu bagaimana dengan mu?" tanya Mika.


"Sebenar nya aku merasa tidak enak dengan kejadian di hari pernikahan kalian waktu itu. " ucap Adrian.


"Aahhh.... lupakan saja. Karena aku pun sudah melupakan nya. " ucap Mika.


Adrian menganggukkan kepala nya.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini? " tanya Adrian.


"Aku hanya ingin membeli beberapa buku untuk Alvaro. Sebentar lagi dia akan masuk sekolah TK. Jadi buat persiapan. " jawab Mika.


"Seperti nya kau sangat menyayangi nya anak ini ya Mika." ucap Adrian.


"Bukan seperti nya, tapi memang aku sangat menyayangi nya. " ucap Mika dengan senyum.


Mereka mengobrol sambil mencari-cari buku.


"Ma... Valo mau buku ini. " ucap Alvaro membawa buku yang dia suka.


"Coba mama lihat sayang." Mika mengambil buku yang ada di tangan Alvaro.


Buku tentang jenis tumbuhan dan bunga. Mika menganggukkan kepala nya, sementara Adrian selalu menatap wajah Mika yang ada di hadapan nya.


"Dari tadi tuan ini selalu saja menatap Mika. Aku sangat tidak suka. " gumam bi Sri.


"Boleh kan ma? " tanya Alvaro.


"Boleh sayang. Kita beli ya. " jawab Mika.


"Assikk.. makasih ma. " Alvaro melompat riang.


Kemudian Alvaro berlari kecil mencari-cari buku lagi. Dan bi Sri mengikuti nya dari belakang.


Mika pun asik mencari beberapa buku tentang resep masakan.


"Kamu suka memasak juga? " tanya Adrian.


"Iya, kalau di kampung aku selalu memasak, kadang-kadang membantu ibu ku memasak juga. " ucap Mika sambil membuka halaman buku yang ada di tangan nya.


"Oh ya, apa yang Adrian lakukan di sini? " tanya Mika.


"Aku... aku sedang lewat saja tadi. Juga ada urusan pekerjaan. Lalu aku melihat mu ada di sini sekalian bertegur sapa. " jawab nya santai.


Mika menganggukkan kepala nya.


"Habis ini kalian mau kemana? " tanya Adrian.


"Mau beli beberapa kue dan es krim. " jawab Mika.


"Bagaimana kalau aku mengantar mu? " tanya Adrian.


Bi Sri mendengar tawaran Adrian. Sangat tidak suka.


"Maaf, aku bawa sopir kok. " tolak Mika lembut.


"Oooouuu.... kalau begitu aku ikut dengan mu." pinta Adrian.


"Ikut dengan kami? bukan kah anda sedang bekerja? "tanya Mika.


"Aku sudah bekerja terlalu keras, jadi ingin agak santai dikit. " alesan Adrian.


"Sekalian ada teman, jadi bisa melepas lelah sambil minum kopi." ucap nya lagi.


"Tenang saja, aku bawa mobil sendiri, jadi aku mengikuti mobil mu dari belakang. " ucap Adrian.


"Bagaimana? " tanya Adrian dengan besar harapan.


Sebenar nya Mika berasa tidak nyaman. Hanya saja dia tidak enak untuk menolak nya.


"Baiklah. Kau boleh ikut. " jawab Mika setelah berpikir.


"Terimakasih Mika. " Adrian tersenyum senang.


Setelah Alvaro selesai memilih buku bergambar kesukaan nya. Dan Mika juga membeli beberapa buku resep makanan. Mika mengeluarkan kartu kredit yang di berikan Raditya.


"Biar aku aja yang bayar Mika. " tawar Adrian.


"Tapi...


"Tidak apa-apa, okey. " Adrian tetap membayar tagihan buku-buku yang di beli Mika.