
Pagi hari yang cerah.....
"Den Alvaro, sini sarapan dulu sayang, biar papa nya gak marah nanti". Ucap Mika sambil membawa makanan Alvaro.
"Iya kak Mika". Jawab Alvaro.
Raditya keluar dari kamar berjalan turun ke lantai bawah, dengan mengancing kancing di pergelangan tangan kanan nya.
Dia melihat anak nya sangat dekat dengan pengasuh nya.
"Hhmmmm.... Alvaro sangat senang dengan pengasuh baru nya, Mika juga menikmati nya". Gumam Raditya.
"Pagi papa". Ucap Alvaro.
"Pagi sayang". Jawab Raditya menghampiri Alvaro yang masih di suapin Mika.
Raditya berjongkok memeluk anak nya, sementara tatapan antara Raditya dan Mika saling berhubungan.
"Pagi tuan". Ucap Mika.
"Hhmm... pagi juga Mika". Jawab Raditya.
"Papa berangkat kerja dulu ya nak". Ucap Raditya sambil mencium pipi anak nya.
"Iya pa, hati hati di jalan ya pa". Ucap anak nya.
"Tuan, saya mau minta ijin mau ke taman bersama Alvaro, apa boleh tuan? ". Ucap Mika meminta ijin.
"Mmm.... Boleh, tapi jangan lama lama ya". Ucap nya sambil melihat anak nya.
Kemudian Raditya pergi di sambut sopir nya.
"Kak, apa kita mau ke taman? ". Tanya Alvaro.
"Iya, kamu mau kan? ". Ucap Mika.
"Iya Valo mau kak, assiikkkk". Ucap Alvaro senang.
"Habisin dulu makanan nya, terus minum susu baru kita pergi, ok? ". Ucap Mika.
"Ok, hehehe". Jawab Alvaro sambi menunjukkan jempol nya.
Mereka tertawa bersama sama.
"Pak Usman, kami ke taman dulu ya pak". Mika meminta ijin.
"Iya nona". Jawab Pak Usman.
Beberapa bulan Mika bekerja sebagai pengasuh Alvaro, Mika sangat menikmati pekerjaan itu.
Mika dan Alvaro saat di taman bermain. Alvaro berlari lari kecil bermain wahana yang ada di taman itu, mulai dari ayunan, perosotan, dan bermain pasir. Mika tak lupa mengabadikan moment anak asuh nya dengan kamera handphone nya.
"Valo sayang, senyum donk, kak Mika lagi mau foto Valo". Ucap Mika.
Alvaro mendengar mau di foto menjadi sangat senang, karena dia senang di foto. Beberapa kali dia bergaya layak nya model cilik dan dengan senyuman manis nya.
mungkin sudah turunan juga dari mama nya yang seorang model juga.
"Kak mika". Panggil Alvaro.
"Iya sayang". Jawab Mika sambil menyimpan Hp nya.
"Kakak punya ayah ibu gak? ". Tanya Alvaro.
"Punya sayang, kenapa? ". Tanya Mika sambil membelai kepala Alvaro.
"Berarti kak Mika lebih beruntung ya masih punya ayah dan ibu, gak kayak Valo". Ucap Alvaro sedih.
"Loh kok bilang gitu den? ". Tanya Mika sambil memandang Alvaro.
"Iya, soal nya Valo gak punya mama". Jawab nya sedih.
"Hhhmmmm... Tapi kan Valo masih punya papa". Ucap Mika menenangkan hati Alvaro.
"Tapi papa sibuk mulu, gak pernah ada waktu buat main sama Valo, waktu nya cuma bekelja". Ucap nya sambil menunduk.
"Papa bekerja juga kan buat den Valo, Valo jangan sedih, di luar sana masih banyak yang dari kecil sudah tidak memiliki orang tua, tidak memiliki rumah, tidak bisa makan yang enak, Valo harus lebih banyak bersyukur, berdoa sama Allah agar papa nya panjang umur, sehat selalu.. Hhmm". Ucap Mika.
Valo pun menganggukkan kepala nya.
Sementara itu ada beberapa orang sedang mengamati mereka dari dalam mobil di seberang taman.
"Kau lihat anak kecil itu? ". Tanya laki laki berbadan besar sambil menunjuk ke arah Mika dan Alvaro.
"Lihat, kenapa? ". Tanya rekan nya.
"Kita culik dia, lalu kita jual organ organ dalam nya, mmm? ". Tanya laki laki itu.
"Boleh juga, sekalian sama ibu nya tuh, cantik kan? ". Tanya rekan nya.
Mereka saling bertatapan.
"Pinter juga kamu, kita bisa jual emak nya ke laki laki hidung belang, ayo kita jalan kan". Ucap nya.
"Tunggu kita puas dulu baru kita jual emak nya, hahahahaha". Ucap rekan nya.
"Ok... ok.. ". Jawab nya.
Dua orang pemuda itu keluar dari mobil nya, berjalan menuju tempat Mika dan Alvaro.
"Siapa orang ini, kenapa datang ke sini dan memperhatikan kami? ". Gumam Mika. Mika merasa aneh dan khawatir.
"Permisi mba, kami mau tanya alamat ini di mana ya? ". Tanya Lelaki bertubuh besar sambil mengeluar kan kertas.
"Coba lihat alamat nya pak? ". Tanya Mika sambil berdiri.
"Eehhh.... Pak... Pak... Itu anak saya mau di bawa ke mana, kalian siapa.... Turun kan anak itu". Ucap Mika sambil menarik narik laki laki itu.
"Kakak... Hhhhuuuuu..... Hhhhuuuu.... Tolongin Valo". Teriak Alvaro ketika di gendong.
"Lepasin anak saya pak, kalau tidak saya lapor kan polisi kalian". Ancam Mika.
"Diam kamu". Ucap si berbadan besar sambil memukul leher belakang Mika, dan dia pun pingsan.
Kedua laki laki itu berjalan membawa Mika dan Alvaro masuk ke dalam mobil mereka.
Mereka mengikat tangan dan menutup mulut Mika dan Alvaro. Alvaro masih menangis. Sementara Mika masih pingsan.
"Om, lepasin kak Mika sama Valo om, hhiikkkss.... Hhiikkkss.... ". Ucap Alvaro menangis.
"Diam kau bocah". Bentak laki laki itu.
Sementara di kantor Raditya.....
Pppprrraaakkkkk.....
Bingkai foto Alvaro yang ada di meja kerja Raditya jatuh.
"Kenapa foto nya bisa jatuh ya?". Tanya Raditya.
Tttuuutttt...... Tttttuuuuuttt...
"Iya tuan Radit?". Pak usman menjawab panggilan telepon rumah.
"Pak Usman, apa Mika dan Alvaro sudah pulang? ". Tanya Raditya.
"Belum pak, mereka masih di luar". Jawab Usman.
"Loh kok, mereka berangkat dari jam berapa? ". Tanya nya lagi.
"Sekitar 3 jam yang lalu tuan? ". Jawab Usman.
apa??? ". Cepat hubungi mereka, suruh security susul mereka di taman". Perintah Raditya panik.
"Baik tuan". Jawab Usman.
Telepon pun di matikan.
Raditya sangat panik sekali.
"Diana... Kamu segera ke ruangan saya". Panggil Raditya melalui telepon.
"Baik tuan". Jawab sekretaris nya.
"Dylan, kamu ke ruangan saya sekarang". Perintah Raditya melalui telepon.
"Baik bos". Jawab Dylan.
"Kemana mereka". Gumam Raditya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Ada apa tuan? ". Tanya Diana setelah masuk ruangan atasan nya.
"Kamu pending dulu semua acara pertemuan saya, saya mau keluar dulu". Ucap Raditya sambil memakai jas nya.
"Tapi tuan.... ". Diana.
"Tidak ada tapi tapi.... Ok! ". Ucap nya.
"Ada apa bos Radit? ". Tanya Dylan baru sampai.
"Kamu ikut aku, Mika dan Alvaro belum pulang kerumah". Ajak Raditya.
"Memang nya mereka kemana? ". Tanya dylan.
"Nanti di jalan aku ceritakan". Alvaro mengambil hp nya. Dylan dan Raditya keluar ruangan sambil terburu buru. Dylan pun terlihat panik.
"Siang tuan". Sapa Sutrisno.
"Mmmm..., pak kita ke taman yang di deket rumah ya". Ajak Raditya.
"Baik tuan". Jawab nya.
Mereka pun pergi dengan perasaan khawatir.
.
.
.
.
.
.
.
Wah.... ada apa ini.... siapa yang menculik Mika dan Alvaro... Bagaimana ini??? tunggu episode selanjut nya ya..
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, TIP, FAVORITE, KOMENT NYA YA.... BIAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT LAGI...