
"Bujuk guru kamu nak, bilang untuk minta waktu sebentar, nanti biar ayah coba pinjam sama tetangga". Ucap ayah nya.
"Iya yah". Ucap Dimas pelan.
"yah bu, sebenar nya kalau 3 hari lagi kalau Dimas belum bisa bayar uang sekolah, Dimas akan si keluarkan dari sekolah, tali Dimas juga gak bisa membuat ayah dan ibu kepikiran". Gumam Dimas dalam hati.
Sesekali dia menatap kedua orang tua nya yang sudah beruban.
"Kelak, kalau Dimas sudah lulus sekolah, Dimas akan cari kerja membantu ayah dan ibu". Ucap Dimas.
"Iya nak, kami tahu kok itu, yang penting kamu sekolah yang benar saja". Ucap ayah nya.
Mika akhir nya pulang ke desa nya bersama dengan Raditya dan Alvaro. Mereka berangkat bertiga. Seperti satu keluarga saja.
Mika tidak lupa membeli beberapa hadiah buat keluarga tercinta nya.
Raditya sengaja tidak membawa sopir pribadi nya.
"Jadi Mama mika punya adik laki laki?". Tanya Alvaro yang berada di pangkuan Mika.
"Iya sayang". Jawab Mika.
"Nama nya siapa ma?". Tanya Alvaro.
"Nama nya Dimas". Jawab Mika.
"Paman Dimas?". Ucap Alvaro.
"Paman?". Ucap Mika kaget. Begitu juga Raditya.
"Mmmm...sayang panggil nya kak Dimas aja ya, soal nya adik kakak masih sekolah, hehehe". Ucap Mika.
"Ok...mama Mika". Ucap Alvaro.
"Sayang, kamu jangan panggil pengasuh mu 'mama Mika', nak, nanti orang tua nya kaget". Ucap Raditya yang berada di kursi pengemudi samping Mika.
"Gak mau, Valo tetap manggil 'mama Mika', boleh ya ma?". Ucap Alvaro sambil memeluk Mika.
"Mmmm...i..i.iya den". Ucap Mika gugup sambil melihat ke arah Raditya.
"Beneran gak apa apa Mika?". Tanya Radit.
"Tidak apa apa kok tuan, nanti saya bisa memberitahukan pada keluarga saya tuan". Ucap Mika sambil geleng kepala.
Jalanan masih terasa macet, karena masih di daerah Jakarta.
"Papa, Valo haus dan lapar". Ucap Alvaro.
Raditya melihat putra nya.
"Ya udah kalau gitu kita berhenti cari makan ya nak, Mika juga pasti lapar kan?". Tanya Raditya.
"Eeee....sedikit tuan, hehehehe". Ucap Mika tersenyum kecil
Raditya menganggukkan kepala nya mengerti.
Saat mereka berada di lampu merah, Alvaro melihat 2 orang anak kecil, yang salah satu nya memakai tongkat karena dia cacat di kaki nya.
"Mama, lihat dia". Ucap Alvaro sambil menunjukkan ke arah anak itu.
Mika melihat arah yang di tunjukkan Alvaro.
"Kenapa sayang?". Tanya Mika.
"Hhmm...entah kenapa aku sangat senang sekali saat kamu memanggil Alvaro dengan panggilan 'sayang' Mika". Gumam Raditya dalam hati sambil melirik ke Mika.
"Mama, kaki nya tidak ada sebelah, kemana ma?". Tanya Alvaro.
"Oohh, itu mungkin dia mengalami kecelakaan atau sudah terjadi dari kecil sayang". Jawab Mika.
"Kasihan sekali". Ucap Alvaro.
Alvaro kemudian memanggil mereka berdua.
Kedua anak itu pun datang menghampiri Alvaro yang masih berada di mobil nya.
"Kak mau beli tisu kami kak?". Tanya anak teman yang memakai tongkat.
"Kakak beli semua nya ya.. berapa total nya?". Tanya Mika.
"60 ribu kak, tapi karena kakak mau beli semua nya jadi ada diskon nya, kakak bayar 58 ribu aja, hehehehe". Ucap anak itu.
"Kak, itu kaki nya dari kecil seperti itu?". Tanya Alvaro.
Anak itu melihat Alvaro.
"Enggak, ini kaki ku di potong". Ucap nya sedih.
"Sama siapa, siapa yang motong kak?". Tanya Alvaro penasaran.
"Sayang, jangan tanya begitu". Ucap Raditya.
Agar anak itu tidak merasa sedih atau takut.
"Dek, sebaik nya kamu jangan main di luar, kamu harus selalu dekat dengan keluarga mu, agar tidak ada yang menculik mu, dan memotong anggota badan mu, biar tidak di suruh jadi pengemis seperti kami ini". Ucap nya, air mata nya sudah jatuh di pipi nya.
Mika tak mau anak itu semakin sedih lagi.
"Ini banyak sekali kak". Ucap anak itu.
"Gak apa apa, anggap aja rejeki". Ucap Mika .
"Terimakasih ya kak, ini ambil semua tisu nya, karena kakak udah beli". Ucap anak itu sambil memberikan semua tisu nya.
Kemudian mereka pergi meninggal kan tempat itu karena lampu merah akan berganti warna.
"Mama, Valo gak mau jauh jauh dali mama dan papa, Valo gak mau kaki nya di potong, hiks...hiks...hiks..". Ucap Alvaro menangis.
"Gak kok sayang". Ucap Mika sambil memeluk Alvaro dan mencium kepala nya.
"Tapi mama Mika memang mama yang hebat, bisa jaga Valo dali penjahat penjahat itu, kalau tidak, Valo gak bisa ketemu sama papa lagi". Ucap nya sedih.
"Sayang Valo juga hebat, gak cengeng, gak manja, hahahaha". Ucap Mika sambil melap air mata Alvaro.
"Hahahaha, mama kuat, bisa gendong Valo sambil lali lali, hahahahaha". Ucap Alvaro tertawa.
"Hahaha...". Tawa Mika.
Sementara Raditya yang menyaksikan adegan itu hanya tersenyum senang.
"Kamu udah jaga banget anakku Mika". Gumam nya dalam hati sambil senyum.
Akhir nya mereka berhenti di rumah makan sederhana. Mereka memarkirkan mobil nya.
"Gak apa apa kan kita makan di sini, kamu gak keberatan kan Mika?". Tanya Raditya.
"Gak kok tuan". Ucap Mika sambil tersenyum.
Mereka bertiga pun bersama sama masuk ke rumah makan itu. Semua mata memandang mereka.
"Wah...mereka keluarga yang sangat serasi sekali". Ucap pengunjung di situ.
"Iya, suami nya tampan, isteri nya cantik, anak nya juga tampan". Ucap teman nya.
"Silahkan masuk tuan dan nyonya". Ucap pelayan rumah makan.
"Kalian pilih mau makan apa". Ucap Raditya sambil menunjukkan menu makanan nya.
"Valo gak boleh makan yang pedes pedes ya, ". Ucap Mika.
"mmm..". Ucap Alvaro sambil menganggukkan kepala nya.
"mmm....Valo makan pake sup ayam aja ya, karena banyak sayuran nya". Ucap Alvaro.
"Ada wortel nya ma?". Tanya Alvaro.
"Tentu saja". Jawab nya.
"Gak mau makan wortel, wortel kan makanan nya kelinci". Ucap nya.
"Wortel itu bagus kok sayang, bagus buat mata dan kulit kamu, bukan cuma kelinci kok yang makan wortel, mau ya?". Tanya Mika.
"Ok...hehehe". Ucap Alvaro senyum sambil menunjukkan jempol nya.
"Kalau kamu mesen apa Mika?". Tanya Raditya yang sedari tadi menatap kagum Mika.
"Saya ....ikan gurame goreng sama nasi putih aja tuan". Jawab Mika.
"Ok, kalau minum nya?". Tanya nya lagi.
"Air putih hangat aja tuan". Jawab nya.
"Oh iya...sekalian minta air panas nya tuan,
buat susu nya den Alvaro". Ucap Mika.
Raditya pun menganggukkan kepala nya.
Tak lama pesanan nya pun datang.
Pelayan rumah makan nya membawa pesanan yang di pesan Raditya tadi.
.
.
.
.
PERHATIAN PERHATIAN... DI MOHON KLIK LIKE VOTE DAN KOMENT NYA YA, BIAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT LAGI. TERIMAKASIH.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA.... CERITA NYA GAK KALAH SERU KOK... TERIMAKASIH