MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 19



Raditya terus menatap pandangan nya ke depan. Dan Dylan mempercepat mobil nya.


Mika melihat ada mobil yang hendak mengarah ke dia.


"Ya Tuhan.... Ada mobil, apa kah mereka bisa membantu kami? ". Gumam Mika.


"Dylan.... Itu Mika... Itu Mika.... Cepta Dylan".


Ucap Raditya sambil menyuruh menambah kecepatan.


"Apa kamu yakin? ". Tanya Dylan.


"Iya, aku sangat yakin". Jawab nya.


Mobil nya pun semakin menambah kecepatan. Sementara Mika merasa ragu dan khawatir.


"Kenapa mobil nya kencang sekali, apa kah mereka orang jahat? Aku harus menjauh". Gumam Mika.


Mika kembali masuk ke arah pepohonan, keluar dari jalan raya.


"Apa yang di lakukan nya, kenapa masuk ke sana? ". Tanya Raditya.


"Mungkin mereka takut". Jawab Dylan.


Raditya membuka kaca mobil nya, dan mengeluar kan kepala nya.


"MIKA..... MIKA.... JANGAN LARI.... INI AKU.... MIKA". Teriak Raditya.


"Seperti nya aku mendengar nama ku di panggil, tapi siapa? " Gumam Mika.


Mika sedikit menghentikan langkah kaki nya.


Dia memberanikan diri melihat arah mobil itu datang....


"Mika.... Ini aku... Papa nya Alvaro". Ucap Raditya.


"Tuan... Hiks.. Hiks.. ". Ucap Mika.


Mika berlari sambil menggendong Alvaro yang masih tertidur di pelukan nya, sementara Raditya keluar dari mobil dan berlari ke arah Mika. Dylan hanya menunggu di dalam mobil dan hanya melihat adegan itu.


Raditya tanpa sadar memeluk Mika, dan Mika juga masih menggendong Alvaro.


"Tuan... Tuan akhir nya menemukan kami...... ". Ucap Mika, dia merasa lelah sampai pingsan.


Raditya menangkap tubuh Mika yang hampir terjatuh. Bahkan pelukan nya terhadap Alvaro tidak lepas.


Dylan melihat kejadian itu, dia buru buru keluar dari mobil.


Akan tetapi Raditya dengan sekuat tenaga nya menggendong Mika dan Alvaro.


"Mereka sangat ringan sekali, pasti mereka kurang makan". Gumam Raditya sambil berjalan ke arah mobil.


Dylan langsung membuka pintu mobil. Raditya meletakan Mika dan Alvaro di pintu belakang.


Hingga posisi di dalam mobil adalah, Dylan di depan sendiri sambil mengemudi, sementara Raditya memangku Alvaro duduk bersama Mika di bagian belakang.


"Kita kemana Dit? ". Tanya Dylan.


"Kita ke jakarta, tapi langsung ke rumah sakit nya". Ucap Raditya.


"Ok". Jawab Dylan.


"Hhhmm..... Syukur lah papa berhasil bertemu dengan mu nak". Gumam Raditya sambil membelai kepala anak nya.


Dia kemudian melihat ke arah Mika yang ada di samping nya. Lama menatap nya.


"Terimakasih Mika, kamu sudah menjaga dan melindungi anak ku". Gumam Raditya lagi.


Raditya memandangi keadaan Mika, di lihat nya kondisi Mika dari atas kepala sampai ujung kaki, pakaian Mika yang sudah sedikit sobek, wajah nya yang kotor.


Sementara Dylan melihat Raditya melalui kaca mobil yang ada di atas kepala nya.


Tanpa sadar Raditya pun membelai kepala Mika, turun ke pipi nya, membersih kan kotoran yang menempel.


"Ehem.... ". Suara Dylan memecah keheningan.


"Kenapa Dylan". Tanya Raditya.


"Kendalikan diri mu, di saat seperti ini jangan bermesraan". Ledek Raditya.


"Siapa yang bermesraan". Ucap nya kesal.


"Lalu kenapa kau menyentuh pipi pengasuh mu?". Tanya Dylan.


"Itu karena ada kotoran di wajah nya". Ucap Raditya salah tingkah.


"Ok... Ok... Aku percaya". Ucap Dylan sedikit tersenyum.


Setelah beberapa jam, mereka tiba di rumah sakit jakarta.


Dylan memanggil suster dan meminta membawa kan 2 ranjang pasien untuk Mika dan Alvaro yang masih belum sadar kan diri.


"Permisi pak, bapak bapak tidak boleh masuk, silahkan tunggu dulu di luar". Ucap suster itu.


Raditya dan Dylan menunggu di ruang tunggu.


"Mereka pasti sangat kelehan sekali, sampai berat badan nya saja berkurang". Ucap Raditya.


"Yang penting kita sudah menemukan mereka". Jawab Dylan.


"Tapi aku salut juga sama kamu ya, hahahahah". Ucap Dylan.


"Maksud nya? ". Tanya Raditya.


"Kau cepat sekali menghampiri Mika dan memeluk nya, bahkan kau bisa menggendong nya, hahahaha romantis sekali". Ucap Dylan.


Raditya menatap kesal pada Dylan, sampai Dylan pun jadi salah tingkah.


"Ayolah.... Kenapa kau menatap ku? ". Tanya Dylan.


Dylan hanya menatap diam sahabat nya itu.


Tak berapa lama dokter yang memeriksa Mika dan Alvaro keluar.


"Bagaimana dok keadaan mereka?". Tanya Raditya.


"Kedua pasien mengalamai dehidrasi dan kelelahan sementara sang ibu juga ada infeksi luka". Ucap sang dokter.


"Ibu? ". Tanya Raditya bingung.


"Iya, ibu si anak yang di dalam? ". Ucap Dokter.


"ppppuufft.... Hahahahaha". Tawa Dylan.


Raditya hanya memandang kesal pada Dylan.


"Pasien harus menjalani rawat inap selama 2 atau 3 hari agar keadaan mereka stabil". Ucap dokter.


"Baik dok, apa kami bisa mengunjungi nya dok? ". Tanya Raditya.


"Silahkan, mungkin sebentar lagi pasien akan sadar". Ucap dokter.


"Terimakasih dokter". Ucap Raditya.


Dokter pergi meninggal kan mereka, sementara Raditya masuk ke ruangan tempat Mika dan Alvaro di rawat. Sengaja Mika dan Alvaro di rawat 1 ruangan untuk mempermudah pemeriksaan.


Raditya melihat keadaan Alvaro yang masih belum bangun. Dia kemudian menyentuh kepala nya. Ada perasaan tenang di hati Alvaro.


"Tuan.... ". Ucap Mika setelah sadar di samping ranjang Alvaro.


Raditya mendengar nya, dan menghampiri Mika yang sudah terbangun.


"Kamu sudah bangun? ". Tanya Raditya.


"Sudah tuan, den Alvaro di mana tuan? ". Tanya Mika yang tidak sadar kalau Alvaro ada di samping nya.


"Dia ada di sini juga, itu dia". Jawab Raditya sambil menunjuk ke arah Alvaro berbaring.


"Tuan, maaf kan saya, karena saya den Alvaro jadi seperti ini". Ucap Mika sedih.


"Kamu gak usah khawatir Mika, tidak ada di sini yang harus di salahkan, yang penting sekarang keadaan nya sudah membaik". Ucap Raditya.


"Sumpah... Dia cantik banget dengan keadaan seperti ini, kecantikan yang natural". Gumam Raditya sambil sedikit tersenyum memandang Mika.


"Eh... Apa yang ku pikirkan? ". Gumam nya setelah sadar.


Mika di pandangi seperti ini menjadi salah tingkah juga. Beberapa kali pandangan nya melirik ke kiri dan kanan.


"Papa.... ". Ucap Alvaro yang sudah bangun.


Suara Alvaro juga menyadarkan suasana hening di antara Mika dan Raditya.


Raditya mendengar suara anak nya, dia pun menghampiri anak nya.


"Sayang, papa di sini nak". Ucap Raditya.


"Papa, Valo kangen sama papa". Ucap Alvaro manja.


"Iya sayang, papa juga". Ucap nya memegang kepala dan membelai pipi anak nya.


"Mama Mika di mana pa? ". Tanya Alvaro.


"Mama kamu ada di sini... Eh.. Maksud papa Mika ada di sini, di samping kamu, tuh". Ucap Raditya sambil menunjuk ke arah Mika.


"Apa yang barusan aku katakan, 'mama kamu'?.. Haduh... Otak ku gak sinkron ini". Gumam Raditya.


"Mama... ". Teriak Alvaro melihat Mika.


"Sayang". Ucap Mika.


Entah kenapa Raditya senang dengan keadaan itu, apalagi ketika Mika mengatakan sayang pada Alvaro. Dia mendengar kalau Mika tulus menyebut kata itu.


"Den Alvaro gak apa apa kan? ". Ucap Mika.


"Gak ma, mama gimana, apa masih merasa sakit? ". Tanya Alvaro.


"Udah gak sayang". Ucap Mika.


"Sudah.. Sudah.. Kalian jangan banyak bergerak dulu, kalian harus istirahat". Ucap Raditya.


"Papa, Valo dan mama Mika kapan pulang ke rumah pa? ". Tanya Alvaro.


"Dua hari lagi ya sayang". Ucap Alvaro lembut.


"Hhmm.... ". Ucap Alvaro.


"Papa, tahu gak, mama Mika hebat banget, Mama bisa melindungi dan menjaga Valo, malahan mama kena pukul gara gara nolongin Valo". Ucap Alvaro gemas.


Sementara Raditya yang duduk di tengah tengah Mika dan Alvaro tersenyum.


"Oh ya? ". Jawab Raditya.


.


.


.


.


.


DI MOHON JANGAN LUPA KLIK LIKE, VOTE, KOMENT YA..... PLEASE....



BACA JUGA NOVEL KU YANG INI YA... CERITA NYA JUGA GAK KALAH MENARIK KOK..